Dengarkan Suara Iwan Fals

Posted: Januari 4, 2011 in Uncategorized

Iwan Fals jadi cover majalah Hai Juni 1993

Iwan Fals jadi cover majalah Newsmusik

Iwan Fals & Slank jadi cover Rolling Stone

Album “Keseimbangan” (2010)

Menikmati karya-karya Iwan Fals ibarat meniti perjalanan hidup yang sarat rona. Antara yang baik dan buruk, yang sedih dan yang bahagia, yang tragis dan komedi. Silih berganti.

Iwan Fals ibarat berita. Kita bisa membaca, menyimak, dan mendengarkan kabar apa saja di balik lagu-lagu yang dilantunkannya. Iwan menuturkan sekaligus menggugat. Suara Iwan Fals adalah suara rakyat yang terpinggirkan. Bukan sesuatu yang hiperbolik jika suara Iwan Fals adalah refleksi zaman dari berbagai sekat dan dimensi kehidupan. Simak saja lagu tentang buruh yang terkena PHK:

Pesangon yang engkau kantongi
Tak cukup redakan gundah
Tajam pisau kepalan tangan
Antarkan kau ke pintu penjara

Kaum marginal memang merasa terwakili dengan sederet kata-kata yang dibungkus Iwan dalam melodi yang gundah, sarat amarah tapi mudah dicerna dan disenandungkan. Seorang guru pun merasa terwakili dalam sudut pandang Iwan.

Oemar Bakrie banyak ciptakan menteri
Oemar Bakrie, profesor, dokter, insinyur pun jadi
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie seperti dikebiri

Juga tentang betapa masygulnya nasib kaum papa yang dianggap sebelah mata dalam ‘Kembang Pete” ‘:

Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi

Atau simaklah “Ambulance ZigZag” :

Suster cantik datang
Mau menanyakan
Dia menanyakan data si korban

Di jawab dengan
Jerit kesakitan
Suster menyarankan bayar ongkos pengobatan

Ai sungguh sayang korban tak bawa uang

Suster cantik ngotot
Lalu melotot
Dan berkata �Silahkan bapak tunggu di muka!�

Hai modar aku
Hai modar aku
Jerit si pasien merasa kesakitan

Iwan memang berani bertutur lantang. Bahkan itu dilakukannya di zaman rezim Soeharto yang represif. Pencekalan demi pencekalan akrab menyapa sosok yang dilahirkan 3 September 1961 dengan nama lengkap Virgiawan Listanto Harsoyo dari pasangan Harsoyo dan Lies Suudijah. Ayahnya seorang kolonel. Tapi, Iwan tetap tak bergeming, tak pula merasa gentar. Dia tetap bersaksi, tetap menggurat gugat.

Iwan menuding kebobrokan dan ketidakbecusan pemerintah dalam bidang transportasi. Misalnya, tentang musibah Kapal Tampomas II di perairan Masalembo karena mendayagunakan kapal bekas pada lagu ‘Celoteh Camar Tolol dan Cemar’:

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas

Juga tentang musibah kereta api yang selalu ada dalam catatan muram bangsa ini:

Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi cacat dalam sejarah
Air mata, air mata
Berdarahkah tuan yang duduk di belakang meja?

Atau cukup hanya belasungkawa?
Aku bosan

Kata dan kalimat yang digores Iwan memang lugas, gamblang, dan menohok. Mungkin hanya sosok Iwan-lah yang mampu menjewer penguasa yang duduk dalam singgasana pemerintahan. Salah satunya adalah yang tercetus dalam lagu ‘Wakil Rakyat’:

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan ridur waktu sidang soal rakyat.

Tapi, terkadang Iwan masih memperlihatkan sisi yang santun dengan bermetafora melalui idiom fabel seperti pada lagu ‘Belalang Tua’:

Kutulis syair tentang hati yang khawatir
Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan belalang tua
Yang tak kenyang kenyang

Tak pelak lagi Iwan Fals adalah pemusik protes negeri ini seperti halnya Bob Dylan –pemusik protes Amerika– yang ternyata adalah sosok yang digemarinya. Walaupun lagu-lagu Iwan cenderung memasuki wilayah politik, tapi toh Iwan malah menegaskan: tak ingin bermain di wilayah politik. Banyak sudah partai politik yang ingin menjamah sosok bersahaja ini sebagai ikon politik. Iwan tetap konsisten sebagai pemusik.

Iwan Fals memulai karier musiknya sebagai pengamen. Di tahun 1978 bersama Toto Gunarto dan Helmy, Iwan membentuk kelompok musik humor Amburadul yang ikut mendukung empat album musik humor yang digagas oleh Lembaga Humor Indonesia-nya Arwah Setiawan.

Memasuki tahun 1980 mulailah Iwan bersolo karier ketika diajak bergabung oleh Musica Studios dengan merilis album Sarjana Muda dengan musik yang digarap oleh Willy Soemantri. Album ini bisa dianggap sebagai cetak biru karya-karya Iwan Fals kelak. Dalam album ini Iwan menulis lagu dengan semangat gugat yang terkadang disusupi anasir humor serta lagu bertema asmara. Artinya, Iwan tak hanya mengandalkan lagu bertema protes sosial, tapi juga menampilkan sisi romantis. Sesuatu yang lumrah dan sangat manusiawi.

Neraca tema yang imbang seperti ini pada akhirnya membuat ruang geraknya menjadi lebih leluasa. Iwan Fals bisa menjangkau kalangan mana pun. Atas bisa, bawah pun bisa. Meskipun pada kenyataannya lelaki yang rambutnya telah memutih ini lebih cenderung menjadi juru bicara kaum marginal yang terpinggirkan.

Untuk lagu bertema protes, Iwan telah menghasilkan sederet repertoar yang komprehensif mulai dari ‘Oemar Bakrie’, ‘Galang Rambu Anarki’, ‘Ambulance Zig Zag’, ‘Sugali’, ‘Sore Tugu Pancoran’, ’1910′, ‘Ada Lagi Yang Mati’, hingga ketika bergabung dengan berbagai kelompok seperti Swami, Kantata Takwa, Dalbo, Kantata Samsara, menghasilkan lagu-lagu seperti ‘Bento’ atau ‘Bongkar’ yang seolah menjadi anthem kaum tertindas.

Namun, kesejukan toh masih berembus dari kerongkongannya lewat lagu-lagu bernuansa romantik seperti ‘Yang Terlupakan’, ‘Mata Indah Bola Pingpong’, ‘Antara Kau, Aku, dan Bekas Pacarmu’. Di antaranya, Iwan malah menyanyikan lagu karya orang lain seperti ‘Kemesraan’ (Franky Sahilatua), ‘Jangan Tutup Dirimu’ (Bagoes AA), ‘Kumenanti Seorang Kekasih’ (Yoesyono), ‘Aku Bukan Pilihan’ (Pongky Jikustik), hingga ‘Ijinkan Aku Menyayangimu’ (Rieka Roslan).

Menikmati karya-karya Iwan Fals ibarat meniti perjalanan hidup yang sarat rona. Antara yang baik dan buruk, yang sedih dan yang bahagia, yang tragis dan komedi. Silih berganti.

Dan, dengarkan…! Iwan pun melengkapinya dengan semburat optimisme:

Indah pagi ini, nada sumbang enyahlah kau Biarkan kami
Semoga akan tetap abadi
Pagi ini, pagi esok
Esok hari, hari nanti

Diskografi Iwan Fals

  • Canda Dalam Nada (ABC Record 1979)
  • Canda Dalam Ronda (ABC Record1979)
  • Perjalanan (ABC Record 1979)
  • 3 Bulan (1980)
  • Sarjana Muda (Musica Studios 1981)
  • Opini (Musica Studios1982)
  • Sumbang (Musica Studio 1983)
  • Barang Antik (Musica Studio 1984)
  • Sugali (Musica Studio 1984)
  • KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (Musica Studio 1985)
  • Sore Tugu Pancoran (Musica Studio 1985)
  • Aku Sayang Kamu (Musica Studio 1986)
  • Ethiopia (Musica Studio 1986)
  • Lancar (Musica Studio 1987)
  • Wakil Rakyat (Musica Studio 1988)
  • 1910 (Musica Studio 1988)
  • Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (Musica Studio 1988)
  • Mata Dewa (Airo 1989)
  • Swami I (Airo 1989)
  • Kantata Takwa (Airo 1990)
  • Cikal (1991)
  • Swami II (Airo 1991)
  • Belum Ada Judul (Harpa 1992)
  • Hijau (Prosound 1992)
  • Dalbo (1993)
  • Anak Wayang (1994)
  • Orang Gila (1994)
  • Lagu Pemanjat (bersamaTrahlor) (1996)
  • Kantata Samsara (1998)
  • Suara Hati (2002)
  • In Collaboration with (Musica Studio 2003)
  • Manusia Setengah Dewa (Musica Studio 2004)
  • Iwan Fals in Love (Musica Studio 2005)
  • 50:50 (Musica Studio 2007)
  • Untukmu Terkasih (Falcon Record 2009) – mini album
  • Keseimbangan – Iwan Fals(2010)

Filmografi

1.Damai Kami Sepanjang Hari (Multi Permai Film 1985)

2.Kantata Takwa (Sedco Indonesia 1990/2008)

3.Kekasih (Grandiz Media Productions 2008)

Iwan Fals

Di muat di Harian Republika Senin, 16 April 2007

Iwan Fals jadi cover majalah Time Asia

About these ads
Komentar
  1. Yusuf Vz mengatakan:

    oi,oi,oi,,,,,,mntap lah

  2. Yusuf Vz mengatakan:

    oi.oi.oi.mantap lah,,,,,,,,,

  3. fadli mengatakan:

    keren akan abadi selamanya

  4. iindal mengatakan:

    sang maestro Iwan Fals .. oi,, oi .. oi

  5. saef falsmania UTR mengatakan:

    legenda hidup yang tak terlupakan bagai jasa seorang guru oemar bakrie …

  6. plenthiss_oi mengatakan:

    oi tetap dihati,selamanya

  7. FALS mengatakan:

    kreeeennnnnn. . . . . . .

    (WAJAH PRIBUMI)

  8. kaos iwan fals mengatakan:

    tfs bang Denny..
    nice post..

    salam damai kami sepanjang hari…

  9. prima yusaputra mengatakan:

    salam OI…

  10. rodo.f.s mengatakan:

    sy sependapat dengan seluruh oi dimanapun………..!!!!sy kagumi beliau………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s