35 Tahun Warkop : Secawan Tawa,Sebelanga Laba

Posted: Agustus 14, 2010 in Sejarah

Tulisan ini dimuat di majalah Rolling Stone edisi No.63 – Juli 2010

35 Tahun Warung Kopi : Secawan Tawa Sebelanga Laba

Oleh Denny Sakrie

Warkop adalah kelompok lawak alternatif yang fenomenal.Berawal dari bergurau di radio,lalu merambah panggung,televisi dan film.Meski 3 pendukungnya Nanu,Kasino dan Dono telah berpulang ,namun Indro yang tersisa bersumpah mempertahankan Warkop hingga titik penghabisan.

#################

Seorang mahasiswa bernama Indro tengah melakukan penyuluhan hukum di depan orang-orang desa.Tiba tiba seorang laki-laki yang diperankan Kasino nyerocos :”Saya nyolong ayam….yang kemudian saya jual Rp 5000.Kena hukuman 2 bulan penjara.Tapi di Koran ada koruptor korupsi 10 milyar dihukum 15 tahun penjara .Gak adil dong pak.Kalo gitu mestinya saya dihukum hanya 4 menit.Atau si koruptor 10 milyar harusnya dihukum 333 tahun penjara dong pak”.Geerrrrr.

Sebuah lawakan perihal korupsi dengan cerdas dibawakan trio Warkop Prambors dalam kaset lawak bertajuk “Pengen Melek Hukum” (1983).Kelompok lawak yang berasal dari pelataran kampus ini memang seolah tak pernah bosa menyentil masalah korupsi.

Lalu tengoklah lakon Warkop di TVRI pada 6 April 1992.Poltak yang berasal dari Medan,diperankan Indro marah marah didepan mesin ATM.Ternyata uang yang keluar tidak sesuai yang diinginkannnya.Dengan logat Batak yang khas,Poltak memaki mesin ATM :”Baru jadi mesin aja kau udah korupsi.Gimana kalau kau jadi orang….?”.Geer.Pemirsa pun terpingkal dengan guyonan Warkop yang kerap nyentil sana nyentil sini dalam lakon bertajuk “Asam Di Gunung,Garam Di Laut,Ketemu Di Piring Kaleng”.

Warung Kopi Prambors yang memulai karir lawak melalui medium radio memang kerap tampil sebagai kelompok lawak alternatif yang bernuansa oposan dan kritik sosial.

Cikal bakal Warung Kopi bermula dari sebuah talk show komedi di Radio Prambors Rasisonia yang mangkal di Jalan Borobudur Menteng Jakarta Pusat pada tahun 1973.

Di kampus UI Salemba,sudah mulai mencuat nama Kasino sebagai yellow jacket standing comedian.Gurau canda mahasiswa FISIP bernama Kasino Hadiwibowo kelahiran 15 September 1950 itu sudah terkenal dengan lelucon folklorik yang mendapat aplaus meriah dari segenap mahasiswa.Di tahun 1973 itulah mulai menyatu 3 mahasiswa UI yang doyan bercanda yaitu Rudy Badil,Nanu Mulyono dan Kasino Hadiwibowo.Ketiganya gemar melakukan camping dan naik-turun Gunung Gede dan Gunung Pangrango.

“Gua masih ingat Kasino bersedia mengisi acara malam api unggun di Perkampungan UI di Cibubur bersama grup kecil Mapala UI akhir September 1973.Kami pun mengusulkan agar Kasino berduet dengan Nanu yang memang jago main gitar” kenang Rudy Badil yang saat itu terdaftar sebagai mahasiswa Antropologi FSUI.

Ternyata penampilan Nanu dan Kasino merebut perhatian Temmy Lesanpura,mahasiswa Ekonomi UI yang jadi panitia inti.Temmy saat itu juga dikenal sebagai salah satu penggagas radio Prambors Rasisonia.Secepat kilat Temmy meminta Rudy Badil agar mengajak Nanu dan Kasino untuk siaran rutin di radio Prambors.”Saya,Nanu,Kasino

serta dua orang Prambors Mat Noer,Toto dan Djodi Wuryantoro setiap malam jumat membawakan acara ngobrol santai dan bercanda.Seputar mahasiswa,pencinta alam serta cerita serem serem .Siarannya setiap malam jumat.jadi kebayang serunya,perpaduan cerita serem dan humor.Bahkan Nanu dan Kasino udah mulai membuat lagu lagu parodi yang diplesetkan.” cerita Rudy Badil. Acara itu lalu diberi nama Om Mamat yang merupakan akronim dari Obrolan Malam Jumat.

“Sambil mengisi terus acara malam Jumatan,sekitar tahun 1974 kami namakan wadah obrolan khas mahasiswa di Radio Prambors dengan nama Warung Kopi atau disingkat Warkop” jelas Rudy Badil.Kenapa pakai nama Warung Kopi ?.”Gua waktu di Medan sering ngeliat para lelaki sering ngumpul ngobrol ngalor ngidul di Warung Kopi.Mereka datang ke warung kopi.Pesan secangkir kopi,lalu duduk lama-lama dan berdiskusi adu pikiran.Hal yang sama gua liat di Jakarta tepatnya dibilangan Tana Abang ada Warung Tegal yang mirip kegiatan para lelaki di warung kopi yang ngobrol tentang apa saja.Lalu gua usulin nama Warung Kopi ke Temmy yang orang Prambors” urai Rudy Badil perihal asal muasal nama Warung Kopi.

Di tahun 1975 lalu diajaklah Wahjoe Sardono yang kerap dipanggil Dono,mahasiswa Sosiologi FISIP UI yang gemar menulis,untuk ikut dalam siaran Warung Kopi di radio Prambors.Kian lengkaplah keluarga Warung Kopi dengan bergabungnya Dono.Rudy Badil didapuk sebagai bang Holil pemilik Warung Kopi yang ditemani dua puteranya yang sering cecok yaitu Acing yang diperankan Kasino dan Tulloh yang diperankan Nanu.Di Warung Kopi itu pun hadir Tagor kenek bus kota yang diperankan Nanu serta Koh Acong,orang Cina tetangga warung yang diperankan Kasino.Di situasi lain muncul Mas Bei,orang Jawa yang cerewet dan sok tahu,dan diperankan juga oleh Kasino,yang membawa kenalannya dari Solo bernama mas Slamet yang doyan berfalsafah dengan bertele-tele,tapi selalu salah kaprah.Untuk meramaikan suasana warung Kopi terkadang juga suka hadir Mister Jamesl seorang turis bule yang diperankan Rudy Badil serta waria bernama Tukinah yang diperankan Nanu.Walhasil suasana di Warung Kopi terkesan ramai dengan seliweran para karakternya.

Formasi Warkop Prambors yang mulai mendapat gaji borongan Rp 2500 untuk 4 personil,semakin komplit saat anak tetangga dekat radio Prambors di Jalan Borobudur yang bernama Indrojoyo Kusumonegoro,mahasiswa Ekonomi Universitas Pancasila diajak bergabung sebagai keluarga Warung Kopi.Indro didapuk sebagai keponakan Bang Holil bernama Buchori atau kerap dipanggil Ubai yang berasal dari Purbalingga menuju Jakarta untuk kursus kilat ketik surat.Kehadiran Indro seperti menggenapi formasi Warkop yang sudah ada.Seperti halnya Nanu dan Kasino,Indro pun berbakat musik.Indro bisa meniup suling dan memetik gitar.

Warkop Prambors secara perlahan mulai dikenal luas di Jakarta dan sekitarnya.Kelas mereka sebagai pelawak sering dianggap member pesona tersendiri.Warung Kopi seperti perpaduan antara ketenaran mahasiswa UI yang berpadu dengan radio Prambors yang mewakili pergaulan anak muda Menteng.Saat itu ada semacam gensi tersendiri jika mencerna lawakan Warkop yang memang bernas dan cerdas.”Guyonan Warkop sering kita sebut becanda otak.Ya semacam stand up comedy di Amerika gitu lah” timpal Indro.

Konsep humor ala Warung Kopi Prambors memang diluar kelaziman saat itu.Warung Kopi pastinya sangat berbeda dengan berbagai kelompok lawak yang tengah naik daun saat itu seperti Surya Grup,Jayakarta Grup,Pelita Grup dan banyak lagi.Karena konsep lawakan Warkop cenderung lebih konseptual.Para pendukung Warkop dipastikan harus rajin mengamati situasi sosial di lingkungan sekitarnya dan lebih tanggap terhadap isu-isu baru yang tengah mencuat ke permukaan.Prasyarat itu ternyata memang dimiliki oleh tiap personil Warkop yang asalnya dari kampus.Mereka acapkali menjadikan headline headline di media cetak sebagai materi lawakannya.Tak sedikit yang menganggap Warkop terlalu critical dalam melontarkan gagasan humornya.Teguran hingga pelarangan pun nyaris menghampiri Warkop yang datang dari beberapa kalangan.Di tahun 1979,saat Warkop Prambors menjadi salah pengisi acara dalam Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putera yang berlangsung di Balai Sidang Senayan,sempat kedatangan upaya sensor dari pihak berwajib yang menganggap naskah lawak bertajuk “Arisan” dianggap menyindir kalangan tertentu.

Tapi pamor Warkop kian harum saja,seperti aroma kopi hangat yang baru diseduh.Saat itu Warkop mulai memasang tagline :tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.Tagline itu dipasang dalam sampul kaset hingga di credit title film-film Warkop.

Keberhasilan konsep lawakan Warkop di radio kemudian menguak langkah mereka ke bisnis pertunjukan yang bergelimang kemerlap.Warkop lalu mulai tampil di panggung hiburan.Setelah menancapkan nama di panggung pertunjukan,Warkop mulai merambah layar TVRI.”Saat itu kami diminta Mus Mualim untuk tampil dalam acara Terminal Musikal Tempat Anak Muda Mangkal bersama seluruh orang-orang Prambors dan mahasiswa UI yang diwakili kelompok Chaseiro tepat acara tahun baru 1 Januari 1978” kenang Indro yang rambutnya kian plontos itu.

Lalu kemana Rudy Badil ? Ketika Warkop melakukan terobosan di panggung hiburan,Rudy Badil memilih berperan sebagai orang belakang layar.”Gua pernah coba tampil di panggung dan ternyata demam panggung.Grogi gak keruan” pengakuan Rudy Badil yang kemudian menjadi jurnalis di harian Kompas.Kini Rudy Badil lebih banyak menulis berbagai buku setelah pension dari Kompas beberapa waktu lalu.

Ketika Warkop tampil dalam “Terminal Musikal Tempat Anak Muda Mangkal” di TVRI,Rudy Badil malah menjadi asisten sutradara yang mendukung pengarahan Mus Mualim.

Puncak dari keberhasilan Warkop adalah disaat mereka ditawari bermain film pada tahun 1979.Antara kurun waktu 1979-1995 Warkop telah menghasilkan sekitar 34 film yang rata rata meraup laba.Bahkan ketika industry film Indonesia mengalami stagnasi di paruh era 90-an,Warkop DKI malah berhasil membuat sekitar 200 episode sitcom di layar kaca diantaranya bertajuk Warkop Millenium.

Sayangnya satu per satu personil Warkop telah berpulang .Nanu meninggal dunia tahun 1983 .Kasino berpulang di tahun 1997 dan Dono meninggal dunia tahun 2001.Warkop kini tinggal Indro sendiri.Indro pun tetap mempertahankan Warung Kopi.”Hingga saat ini saya tetap mempertahankan Warung Kopi.Saya tak mempunyai keinginan ingin membuat Warkop baru.Warkop masih ada,walaupun tinggal saya sendiri.Warkop akan saya pertahankan hingga titik penghabisan” ungkap Indro menutup obrolan.

BOX : SINEMA ES DOGER

Warkop ternyata menentukan sikap berbeda ketika tampil di radio,kaset,panggung pertunjukan dan film.Ciri khas Warkop yang menjadi trade mark saat pertamakali tampil di radio dengan sindiran sosialnya ternyata justeru tak diperlihatkan saat berakting di layar lebar.Menurut Indro,penikmat lawakan Warkop di radio,televisi dan panggung merupakan golongan sosial menengah keatas.”Mungkin bisa disebut terpelajar atau lebih intelek.Sementara yang nonton film Warkop malah sangat beragam.Makanya standar kecerdasannya lebih diturunkan” ungkap Indro.

Semasa hidupnya Dono pernah berkomentar :”Kami sendiri risih kok,tapi yang nonton Warkop gak pernah surut.Mereka nekat nonton film film kita”.”Film bagi kami memang naluri bisnis” ungkap Kasino pada harian Kompas 12 April 1992.

Warkop memang telah menyadari hal itu saat mereka akan bermain dalam film pertama bertajuk “Mana Tahan” di tahun 1979.Menurut Rudy Badil ,saat persiapan mental menjadi bintang film,keempat personil Warkop diajaknya bertandang ke Teater Populer yang dibina sutradara film kawakan Teguh Karya.Nanu,Kasino,Dono dan Indro berkonsultasi langsung dengan Teguh Karya,sutradara peraih Piala Citra itu.

“Gua dengar kalian ini potensial sebagai comedian dengan genre kampus,teruskan saja dan jaga kadar inteleknya.Kalo mau main film jangan sama gua.Teater Populer itu ibaratnya tukang bikin es krim.Nah kalian bikin es doger,pasti laris dan disukai banyak orang.Percaya deh” tutur Teguh Karya seperti yang diingat Indro hingga sekarang ini.

Bahkan Teguh Karya juga yang merekomendasikan sutradara Nawi Ismail sebagai pengarah film Warkop Prambors “Mana Tahan” .Nawi Ismail memang sohor sebagai pembuat film film komedi Benyamin S.

Ketika “Mana Tahan” diputar pada tahun 1980,tercatat berhasil meraih jumlah penonton sebesar 400.816 untuk wilayah Jakarta saja.Bahkan film “Maju Kena Mundur Kena” (1983) di Jakarta ditonton diatas jumlah 600.000 penonton.Film film Warkop memang selalu laris manis.”Kami lalu mengingat ramalan es doger nya om Steve (panggilan Teguh Karya) dulu” kenang Indro.Dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1982,Warkop diganjar Piala Antemas untuk pencapaian film terlaris 1981-1982.Lalu di FFI 1984 kembali Warkop meraih Piala Antemas karena film filmnya dianggap paling laris pada 1983-1984.

Di tahun 1983 Warkop Prambors memperoleh Penghargaan dari PWI Jaya dengan menilai film “CHIPS” sebagai salah satu film komedi terbaik.

Dalam setahun biasanya Warkop selalu membuat 2 judul film yang kemudian di putar saat Hari Raya Idul Fitri atau Tahun Baru tiba.”Film Warkop itu ibarat ketupat dan opor ayam di suasana Lebaran” urai Indro terkekeh.

Memang banyak yang mengkritik film film Warkop dibuat dengan logika humor yang dangkal. Tapi, jangan salah, menurut kritikus film Hikmat Darmawan Warkop juga tak pernah benar-benar meninggalkan komedi situasi. Makanya mereka selalu berangkat dari karakter-karakter yang khas untuk komedi mereka. Lebih dari itu, Warkop juga tetap menyisipkan komentar-komentar sosialnya, yang diam-diam kritis, walau tak selugas kalau mereka di panggung. Soal gaya mahasiswa, itu selalu terbawa dalam hampir seluruh film mereka, melalui karakter mereka yang sering sekali berlatar sebagai anak kos –bahkan setelah mereka tua, mereka selalu memiliki karakter itu: bebas, lebih sering jadi pengangguran, selalu punya masalah besar soal mencari pacar, dan sering bermasalah dengan otoritas. Tentu, itu tafsiran Warkop atas dunia mahasiswa. Tapi, tafsiran itu sangat terasa karib di mata penonton Indonesia.

Menurut Hikmat Darmawan secara umum, film Warkop bisa dibagi dalam dua fase besar. Fase awal, dari film pertama mereka sampai ke masa akhir 1980-an. Cirinya: masih memiliki cerita yang jadi pusat, yang menaungi sekumpulan adegan anekdotal mereka. MIsalnya, CHIPS (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial), walau terdiri sekumpulan anekdot, tapi di bawah naungan sebuah cerita yang jelas: upaya ketertiban umum yang dikelola swasta, dengan meniru model film seri TV CHIPS yang dibintangi Eric Estrada. Fase kedua, pada masa 1990-an, ketika ciri film mereka adalah jadi bertumpu pada sekumpulan anekdot yang lepas, dengan pusat cerita yang sama sekali tidak koheren. Harus diakui, film-film terbaik mereka memang di fase pertama.Itu pun diakui oleh Indro.Bahkan Indro sendiri terkadang lupa dengan film film Warkop yang diproduksi pada era 90-an.Namun sinema es doger itu masih tetap digemari siapa saja .VCD dan DVD Warkop tetap dicetak ulang bahkan beberapa TV swasta seperti tak pernah lelah memutar film film Warkop.

Filmografi Warkop

1.Mana Tahan (PT Bola Dunia Film 1980)

2. Gengsi Dong (PT Bola Dunia Film 1981)

3.Ge Er (Gede Rasa) ( PT Nugraha Mas Film 1981)

4.IQ Jongkok (PT Nugraha Mas Film 1981)

5.Pintar Pintar Bodoh (PT Parkit Film 1981)

6.Maju Kena Mundur Kena (PT Parkit Film 1982)

7.Dongkrak Antik (PT Parkit Film 1982)

8.Manusia 6 Juta Dollar (PT Bola Dunia Film 1983)

9.Setan Kredit (PT Nugraha Mas Film 1983)

10.CHIPs (PT Nugraha Film 1983)

11.Pokoknya Beres (PT Parkit Film 1984)

12.Itu Bisa Diatur (PT Parkit Film 1984)

13.Tahu Diri Dong (PT Parkit Film 1984)

14.Gantian Dong (PT Parkit Film 1985)

15.Kesempatan Dalam Kesempitan (PT Parkit Film 1985)

16.Atas Boleh Bawah Boleh (Soraya Intercine 1986)

17.Sama Juga Bohong (Garuda Film 1986)

18.Depan Bisa Belakang Bisa (Soraya Intercine 1987)

19.Makin Lama Makin Asyik (Soraya Intercine 1987)

20.Saya Suka Kamu Punya (Soraya Intercine 1988)

21.Jodoh Boleh Diatur (Garuda Film 1988)

22.Malu Malu Mau (Soraya Intercine 1989)

23.Godain Kita Dong (Soraya Intercine 1989)

24.Sabar Dulu Dong (Soraya Intercine 1990)

25.Lupa Aturan Main (Soraya Intercine 1991)

26.Mana Bisa Ditahan (Soraya Intercine 1991)

27.Bisa Naik Bisa Turun (Soraya Intercine 1992)

28.Sudah Pasti Tahan (Soraya Intercine 1992)

29.Masuk Kena Keluar Kena ( Soraya Intercine 1992)

30.Salah Masuk (Soraya Intercine 1993)

31.Bagi Bagi Dong (Soraya Intercine 1993)

32.Bebas Aturan Main (Soraya Intercine 1994)

33.Pencet Sana Pencet Sini (Soraya Intercine 1994)

34.Saya Duluan Dong (Soraya Intercine 1995)

BOX : WARKOP 12 PAS

1.Warung Kopi Prambors (Cangkir Kopi) Pramaqua,1979

Ini album pertama Warung Kopi Prambors dengan kover secangkir kopi yang dirilis Pramaqua pada tahun 1979.Terdiri atas Nanu,Kasino,Dono dan Indro.Diangkat dari pertunjukan Warkop di Palembang pada tahun 1979 serta di studio Gelora Seni.Joke reading mendominasi isi kaset ini.Mereka terampil melempar folklorik etnik.Pramaqua memberi flatpay sebesar Rp 10 juta untuk Warkop.Jumlah yang besar jika dibandingkan saat Pramaqua membayar album perdana God Bless (1976) sebesar Rp 5 juta.Kaset ini laku sebanyak 260 ribu keeping melampaui penjualan LCLR Prambors 1977 dan Badai pasti Berlalu.

2.Warung Kopi Prambors (Warung Tenda) Pramaqua,1979

Dengan illustrasi warung tenda, album kedua Warkop Prambors kian memantapkan diri sebagai pelawak dengan ketrampilan melahirkan sindiran dalam bentuk jokes.Baron Ahmadi menuliskan beberapa kisah humor.Warkop pun mulai melakukan parody lagu diantranya memplesetkan lagu “Kidung” karya Chris Manusama.Musik digarap Abadi Soesman dan Ian Antono dari God Bless serta Orkes Keroncong Irama Jemblem.Warkop bereksperimen memadukan musik rock dan keroncong.Di album ini Pramaqua menaikkan harga Warkop menjadi Rp 25 juta per album.

3.Warung Kopi & OM PSP DD Record 1979

Diangkat dari acara memperingati Hari Ulang Tahun ke 16 TVRI pada tahun 1978 yang mempertemukan Warkop Prambors dan Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks.Kolaborasi ini seperti reuni almamater Universitas Indonesia.Kasino dan Dono berduet lewat lagu “Saudara” yang pernah dipopulerkan penyanyi dangdut Ellya Khadam serta lagu “Siksa Kubur” yang dipopulerkan Ida Laila

4.Mana Tahan Purnama , 1980

Walaupun muka Nanu terlihat pada sampul kaset,namun ini merupalan kali pertama Warkop Prambors tampil bertiga setelah Nanu bersolo karir dengan membintangi film “Rojali dan Juleha”.Tetap menamilkan puspa ragam lelucon yang dipadu lagu-lagu yang diangkat dari soundtrack film “Mana Tahan” dengan musik yang digarap Yockie Suryoprayogo dan Abadi Soesman.Penulis humor Arwah Setiawan bersama Yusuf Lubis,Tejo dan Kasino didapuk sebagai tim penulis naskah humornya.

5.Dokter Masuk Desa Purnama, 1981

Dikaset ini untuk pertama kali Warkop Prambors hadir dengan naskah humor yang tematik.Mereka tidak lagi mengandalkan joke reading.Dengan tajuk “Dokter Masuk Desa”,Warkop menggali kisah lucu diseputar dokter yang melayani masyarakat desa.Warkop meniru gaya Sambrah yang melibatkan spontanitas penonton sebagai bagian dari cerita.

6.Gerhana Asmara (Warkop dan Sri Mulat) JAL Record 1982

Warkop berkolaborasi dengan kelompok lawak tradisional Sri Mulat yang menurunkan pemain seperti Gepeng,Tarsan,Asmuni,Basuki dan Jujuk.Cerita yang mengambil kisah romansa ini memperlihatkan ketrampilan dua kelompok lawak ini dalam pola interaksi yang responsive,walau keduanya memiliki latar belakang gaya humor yang berbeda.

7.Pengen Melek Hukum Insan Record,1983

Indro berperan sebagai mahasiswa Fakultas Hukum yang memberikan penyuluhan hukum pada masyarakat.Sindiran terhadap dunia hukum serta masalah korupsi menjadi materi humor yang memenuhi lakon cerita.Penulis humor Tri Sakeh dan kartunis Johnny Hidayat menuliskan naskah ceritanya.Salah satu lakon lawak terbaik Warkop.

8.Semuanya Bisa Diatur JAL Record , 1984

Dengan mengambil jargon yang saat itu kerap diucapkan Wakil Presiden Adam Malik “Semua Bisa Diatur”,Warkop kali ini bertutur tentang seorang Lurah yang baru diangkat sebagi Lurah Desa.Indro berperan sebagai Lurah.Kasino dan Dono memerankan orang desa yang lugu tapi jahil.Humor bernuansa kritik sosial bertebaran disana-sini.

9.Pokoknya Betul JAL Record , 1984

Indro dan Dono berlibur ke Bali dan bersua dengan Kasino yang berperan sebagai orang Bali.Kasino berhasil memerankan orang Bali dengan bagus terutama meniru kegagalan sebagian besar orang Bali saat melafalkan kata yang dimulai dengan huruf T secara sempurna.Disinilah untuk pertamakali muncul OM Pengantar Minum Racun sebagai pengiring Warkop memparodikan lagu “Flashdance What A Feeling” dan “I Don’t Want To Talk About It”.

10.Sama Juga Bohong Sokha 1986

Album ini berisikan soundtrack yang terdapat pada film “Sama Juga Bohong” yang musiknya digarap Franki Raden.Selain Warkop,sederet penyanyi sohor saat itu ikut tampil disini seperti Gito Rollies,Farid Hardja dan Nuri Amalia.Franki Raden bahkan menulis lagu khusus untuk Warkop bertajuk “Robot Robot”.Pemusik jazz seperti Gilang Ramadhan dan Mates ikut mendukung musiknya.

11.Makin Lama Makin Tipis Union Artis 1987

Untuk pertamakali Warkop melepas nama Prambors dan menggantinya dengan Warkop DKI,sesuai dengan inisial ketiga anggotanya Dono Kasino dan Indro.Warkop bercerita tentang seorang guru yang mengajar dihadapan murid-muridnya yang usil dan jahil.Kali ini musik Warkop dipercayakan pada Rezky Ichwan.Pilihan musiknya mengarah ke gaya jazz fusion yang saat itu ngetren.

12.Kunyanyikan Judulku Harpa 1987

Di album ini Warkop DKI lebih banyak tampil sebagai penyanyi dengan sedikit selingan lawak.Yang menarik mereka membawakan gaya blues pada lagu “Blues Derita” yang ditulis Sonny Soemarsono dan Warkop sebagai penulis lirik.Lagu Oddie Agam diplesetkan menjadi “Antara Anyer dan Panarukan”.Setelah merilis album ini,Warkop DKI justeru tak pernah menghasilkan sebuah kaset lawak lagi.Entah kenapa.

BOX : “MUSIKALITAS WARKOP”

Selain menampilkan humor yang cerdas dan genial,Warkop sebetulnya juga kerap menampilkan sisi musikal dengan menyuguhkan permainan musik.Mungkin Warkop bukan kelompok lawak pertama yang menyandingkan antara humor dan musik tapi setidaknya Warkop bias dianggap sebagai inspirasi bagi beberapa kelompok musik humor yang bermunculan sejak era 80-an hingga sekarang ini.

Dalam catatan sejarah dunia lawak di negeri ini,Bing Slamet adalah salah satu pelawak yang kerap menyusupkan elemen musik saat menyuguhkan pertunjukan lawak bersama kelompoknya bernama Kwartet Jaya yang didukung Eddy Sud,Ateng dan Iskak.Bahkan sebelumnya Bing Slamet bersama Trio Los Gilos telah memasukkan unsur musik dalam kelompok lawak yang didukung Mang Cepot dan Mang Udel yang tak pernah lepas dengan ukulele-nya .

Kasino dan Nanu memang telah memperlihatkan bakat bermusik saat mereka tampil berduet dalam acara kemahasiswaan di kampus.Nanu terampil bermain gitar.”Dia bisa main jazz tuh” jelas Rudy Badil.Kasino selain bermain gitar juga mampu bernyanyi.Baik Nanu maupun Kasino selalu berupaya mengobrak-abrik lagu-lagu yang popular dengan menggantik lirik secara jenaka ataupun gaya bermain musik yang kuat unsur komedinya .Konsep semacam itu ini kerap disebut musik parodi.Bayangkan lagu “Come Together” (The Beatles) diubah menjadi lagu dangdut yang menggelikan.

Munculnya Orkes Moral Pancaran Sinar Petromak sebetulnya juga merupakan gagasan yang telah dikuakkan Warung Kopi.Kasino bahkan ikut membidani lahirnya kelompok Orkes Moral Pengantar Minum Racun yang di paruh 80-an kemudian melejit dengan lagu “Judul Judulan”.

Lagu “Beat It” Michael Jackson pun tak luput dari keusilan Kasino yang kemudian memplesetkannya menjadi “Cepirit”.

Kasino bahkan diberi kesempatan oleh Guruh Soekarno Putera untuk menyanyikan lagu “Selamat Datang” karya Guruh Soekarno Putera dalam versi dangdut dalam album dan konser “Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putera 1979”.

Di tahun 1979 pula,Kasino diminta Yockie Suryoprayogo untuk menyanyikan lagu “Cinderella” yang memparodikan lagu “La Cucaracha” sebuah lagu folk Spanyol dari genre corridor .Saat itu Yockie membuat konser “Musik Saya Adalah Saya” di Balai Sidang Senayan Jakarta.Kasino sat itu diiringi oleh Badai Band yang dilengkapi Orkestra arahan Idris Sardi.

Dalam kaset kaset lawak Warkop,sederet pemusik professional kerap mendukung penampilan Warkop dalam membawakan lagu lagu parodi seperti Abadi Soesman,Ian Antono,Gatot Sudarto,Gilang Ramadhan,Sonny Soemarsono,Mates,Rezky Ichwan,Adjie Soetama hingga pemusik kontemporer Franki Raden.

Musik parodi yang digagas Warkop memang menjadi inspirasi bagi beberapa artis dan grup musik diantaranya OM Bangladesh yang memparodikan lagu lagu The Beatles dalam cengkok dangdut hingga Roy Sewot yang mendangdutkan sejumlah lagu-lagu Barat dengan nama “Bardut” (Barat Dangdut), termasuk pula Padhyangan Project yang muncul pada awal era 90-an.Rasanya tak berlebihan jika selain dikenal sebagai kelompok lawak,Warkop juga sesungguhnya adalah kelompok musik humor yanbg pantas dicatat dalam sejarah musik negeri ini.

Denny Sakrie

Komentar
  1. al_al mengatakan:

    saya penggemar warkop. Apakah penulis punya lawakan warkop yg dulu saat masih ngelawak di radio. Kalo pengen melek hukum saya sudah punya dan sangat lucu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s