Erros Djarot :”Saya Bukan Penyanyi”

Posted: Agustus 14, 2010 in Sosok

“Saya bukan penyanyi……” itu kalimat sakti Erros Djarot yang kerap keluar dari mulutnya,setidakn ya pada tahun 1975 atau 1976 saat lelaki yang bernama asli Soegeng Djarot ini tampil di depan publik bersama Barong’s Band,band anak Indonesia yang terbentuk di Koeln Jerman Barat pada awal era 70-an.
Dan kalimat sakti itu keluar lagi dari mulut Erros Djarot dihadapan banyak tamu yang menghadiri acara terbatas “35 Tahun Erros Djarot Berkarya” di Lunar Lounge Pondok Pinang Jakarta Selatan.
Setidaknya kalimat sakti itu bisa menjadi jembatan excuse kalo Erros bernyanyi tak merdu,tidak pitch dan lain sebagainya.
Dalam perhelatan yang banyak dihadiri kerabat Erros dari kalangan pemusik,seniman,budayawan,

politikus,wartawan dan entah apa lagi,itu pada umumnya penasaran ingin mendengar suara Erros Djarot.Karena saya yakin tak semua orang pernah menyimak album Barong’s Band yang jumlahnya dua biji itu atau pun album solo Erros di paruh era 80-an yang jumlahnya juga cuma dua biji itu.
Selama ini khlayak hanya mengetahui bahwa Erros adalah kreator utama dari album soundtrack film “Badai Pasti Berlalu” (1977) yang melejitkan pula sosok Chrisye maupun Berlian Hutauruk.
Walaupun sejak awal 70-an pernah ngeband dgn berbagai band mulai dari Chekink II hingga berlanjut ke band yang terbentuk di Jerman seperti Kopjaeger dan Barong’s Band,Erros tetap merasa dirinya bukan pemusiki yang sesungguhnya.”Saya ini pemimpi” itu kalimat yang kerap pula muncul dari mulutnya manakala ada yang menanyakan ikhawl musikalitas Erros Djarot.
Malam itu,yang sempat diguyur hujan,terlihat beberapa pemusik mulai dari Franki Raden hingga Iwan Fals.
Pada saat perjamuan makan malam di kotak speaker terdengar lagu protes Erros Djarot yang dirilis sesudah lengsernya Soeharto pada Mei 1998 silam,lagu itu bertajuk “Janganlah Menangis Indonesia”.Lagu itu dinyanyikan oleh wartawan Detik,tempat Erros memimpin sebuah media cetak.Tapi lagu itu memang banyak yang tak mengenal.Suasana kian riuh dengan aroma nostlagia sambil mencicipi makanan yang tersedia melimpah.
Lalu putera Erros Banyu Biru tampil ke panggung menjadi mat cuap alias MC.Memperkenalkan sosok ayahnya yang malam itu genap berusia 60 tahun.Kakak kandung Erros,Slamet Rahardjo pun naik ke pentas bertutur tentang adiknya itu.
Berlanjut dengan sajian musik dari para penyanyi masa kini seperti Farman,Anissa dan Lea Simanjuntak yang membawakan lagu lagu karya Erros dari album “Tribute to Erros Djarot” (2009).Sayangnya Berlian Hutauruk yang tertera dalam undangan akan tampil tak terlihat batang hidungnya.Juga Yockie Suryoprayogo maupun Fariz RM,dua pemusik yang terlibat pembuatan album “Badai Pasti Berlalu” dulu.
Slamet Rahardjo kemudian tampil membawkan lagu dengan nuansa laid-back jazz “Sendiri Menembus Malam”.Konon lagu ini khusus ditulis Erros untuk dinyanyikan abang kandungnya itu.
Erros kemudian mengambil alih posisi sebagai penyanyi.Tak tanggung tanggung kalo gak salah sekitar 6 lagu dijajalnya dengan dukungan Gauri Nasution (gitar|),Debby Nasution (keyboard) dan Harry Minggoes (bass).Sepintas formasi ini mengingatkn kita pada formasi Barong’s Band yang tampil di TIM pada tanggal 14 Mei 1976 silam.
Dibuka dengan lagu “Pelangi” dari album Badai.Debby memetik gitar akustik.Erros pun menyanyi.Beberapa penonton malah ikut bernyanyi .Disela-sela penampilannya Erros bertutur tentang lagu-lagu yang dinyanyikannya seperti “Angin Malam”,”Khayalku|”,”Semusim”.Lalu berlanjut ke lagu yang bernuansa geram “Negeriku Cintaku|”.Lagu yang dipopulerkan Keenan Nasution ini ditulis oleh Debby Nasution dan Erros Djarot pada tahun 1976.Liriknya pun provoke :Hei kaum muda masa kini
Kita berantaslah korupsi
Jangan kau biarkan mereka
Menganiayai hati kita

Keenan Nasution hanya tersenyum melihat Erros menyanyikan lagu itu dengan penuh semangat di panggung.Aroma prog-rock menyeruak dari permainan keyboard Debby Nasution yang banyak terpengaruh gaya Rick Van Der Linen,pemain keyboards grup prog-rock Belanda Ekseption.
Erros masih melanjutkan lagi penampilannya dengan lagu “Tuhan” yang diambil dari album Barong’s Band di tahun 1976.
Hiburan malam itu masih berlanjut.”Berikutnya kita akan dengharkan lagu dari Doddy Soekasah.Tapi gak boleh bawa lagu The Beatles ya.Malam ini harus nyanyi lagu karya sendiri” pinta Erros.
Doody pun membwakan lagu karyanya yang dulu pernah dinyanyikan Didi Mirhard,Debby Nasution maupun Keenan Nsution.Sayang saya tidak ingat judulnya.
Jam 23.00 saya pulang karena masih ada tugas yang belum terselesaikan.Tapi pesta 35 tahun Erros masih berlanjut.Dari sms saya dapat berita bahwa malam itu Iwan Fals didaulat tampil ke pentas di penghujung acara.
Selamat deh buat om Erros Djarot yang kini genap 60 tahun.Jangan berhenti berkarya.

Denny Sakrie/Foto : Drigo Tobing – Rolling Stone Indonesia
Erros Djarot dan Slamet Rahardjo

The Djarot Brothers

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s