Konser Kaum Sepuh Yang Hijau

Posted: Agustus 14, 2010 in Kisah, Konser

Lagu “Balada Seorang Kelana” karya Iwan Abdurachman di era 70-an bergema lagi.Sekitar 30 orang pria yang tampak sepuh menyanyikannya dengan khidmat.Ada semangat yang mencuat.Walau secara fisik ke 30 orang lelaki itu telah menua.Tapi tampaknya mereka tetap muda dan hijau.Lagu yang dianggap anthem “Wanadri” itu,dulu pun sempat direkam Bimbo.Iwan

GPL Unpad

Abdurachman pernah mampir pula di kelompok folk akustik Bandung itu.

Keheningan alam di tengah rimba sunyi
Kuberjalan seorang diri sbagai seorang kelana
Kudambakan jiwaku padamu oh Tuhanku
Kuberdoa sepenuh hati smoga tercapai tujuanku

Kuberjuang penuh tekad demi nusa dan bangsa
Dingin, hening dan sepi di daun angin berbisik
Hai kelana tabahkan hatimu
Tuhan slalu besertamu

Pada paruh era 60-an hingga era 70-an Iwan yang dulu kerap dipanggil Iwan Ompong dan sekarang lebih akrab dengan panggilan Abah Iwan termasuk menggagas Grup Pencinta Lagu (GPL) yang bermarkas di Bandung.Mereka adalah Kelompok nyanyi mahasiswa angkatan ’65 – ’72 Universitas Padjadjaran, Bandung .Grup Pecinta Lagu (GPL) pun baru saja  menggelar konser di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 30 Mei kemarin.

Usia yang kian bertambah  ternyata toh  tidak  menyurutkan semangat kelompok yang beranggotakan 30-an para aki aki itu. Iwan Abdurahman alias Abah Iwan dengan semangat luar biasa didapuk memimpin kembali sahabat-sahabtnya yang rata-rata telah berusia 60 tahun kea as .

Terlihat beberapa nama familiar seperti Aom Kusman,komedian yang dikenal saat tergabung dalam kelompok lawak De Kabayans.Juga terlihat Rudy Djamil,presenter,tukang bodor yang di era 70-an sempat pula ikut bergabung dengan Bimbo.

Sekitar selusin  lagu, disenandungkan GPL di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta  diantaranya Mentari, Willow Tree, Balada Seorang Kelana, dan sebuah lagu rakyat Timur Tengah.  Iwan Ompong tampil  sebagai penyanyi utama, sekaligus menjadi dirigen sambil memetik gitar akustik. “Ini konser untuk reuni dan nostalgia yang penuh spirit kebersamaan, bukan sekedar klangenan atau senang-senang,” kata Iwan Abdurcahman yang menulis lagu “Melati dari Jayagiri”,”Flamboyan” hingga “Tajam Tak Bertepi” yang dulu senantiasa identik dengan Bimbo.
Seluruh lagu punya arti khusus dan cerita sendiri untuk menggelorakan semangat mahasiswa di masa itu. Begitu pun TIM bagi kelompok nyanyi mahasiswa Unpad yang terbentuk resmi pada 1972 tersebut. Pada 1978, mereka diundang untuk tampil di sana. “Kami bangga karena TIM saat itu jadi tempat barometer musik Indonesia,” ujar Iwan Abdurachhman yang juga aktivis setia Wanadri.. Saat itu, mereka sanggup menyanyikan 18 lagu, diantaranya hasil ciptaan sendiri dan beberapa lagu bercorak folk Amerika Serikat.
Terakhir kali pentas, GPL sempat tampil di Istana Negara pada 2008. Menurut Abah Iwan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rupanya masih ingat kelompoknya ketika mereka menyanyi di barak taruna AKABRI di Magelang pada 1973. “Pak SBY ketika itu ketua senat taruna,” ujngkap Iwan yang di tahun 1985 menulis lirik lagu Burung Camar dan dipopulerkan Vina Panduwinata.

GPL yang dirintis sejak 1965 oleh Iwan Abdurachman, digagas pertamakali sesungguhnya  untuk mengubah secara perlahan sistem kekerasan yang kerap terjadi pada saat masa perpeloncoan di Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Bandung.

Sebelum tiba saat para mahasiswa  senior menyiksa mahasiswa yang baru masuk,. Iwan mengumpulkan mahasiswa baru mulai pukul 04.00 WIB dan melatih mereka bernyanyi paduan suara. “Jadi mahasiswa mulai suka bernyanyi, seniornya juga,” kata  Iwan Ompong terkekeh..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s