Mendandani Mahakarya Rinto Harahap

Posted: Agustus 25, 2010 in Tinjau Album

Menyebut nama Rinto Haharap, di suatu masa,adalah sosok pemusik pop fenomenal yang banyak melahirkan sederet lagu-lagu hits dari sederet penyanyi penyanyi berwibawa di negeri ini.Mulai dari Eddy Silitonga,Hetty Koes Endang,Iis Soegianto,Diana Nasution,Betharia Sonata,Christine Panjaitan,Rita Butar Butar,Mawi Purba,Nia Daniaty,Nur’afni Octavia hingga Broery Pesolima dan Chrisye

Pemusik yang dilahirkan di Sibolga Sumatera Utara 61 tahun silam ini telah merintis karir bermusik sejak akhir tahun 60-an.Di tahun 1972 Rinto bersama abangnya Erwin Harahap serta sejawatnya seperti Charles Hutagalung dan Reynlod Panggabean membentuk The Mercy’s dan berhasil meraih reputasi nasional lewat hits :”Tiada Lagi”,”Semua Bisa Bilang” dan banyak lagi.

Di tahun 1975 Rinto bersama Erwin Harahap mulai merintis sebagai pengusaha rekaman dengan membentuk label Lolypop,yang diambil dari nama isterinya Lily Kuslolita,pramugari asal Solo yang dinikahinya tahun 1973.Produksi perdana Lolypop Record adalah album Eddy Silitonga “Biarlah Sendiri” yang berhasil menjadi hits fenomenal.Setelah itu mesin kreatifitas Rinto Harahap seolah tak terbendung.Satu demi satu hits yang ditorehnya berhasil meledak di bursa musik negeri ini .Sosok Rinto pun diakui sebagai sosok bak raja Midas : setiap yang disentuhnya berubah menjadi emas.

Mulai dari paruh era 70-an hingga akhir era 80-an nama Rinto Harahap berkibar sebagai hitmaker paling berhasil.Lagu lagu ciptaannya menuai sukses gilang gemilang.

“Rinto Harahap memang sudah sepantasnya diberi semacam pengharaan atas kiprahnya di dunia musik pop Indonesia.Sony Music lalu menggagas untuk menginterpretasikan kembali karya-karyanya.Ini merupakan bentuk keperdulian Sony Music terhadap karya-karya pemusik Indonesia.Sebelumnya,kami pernah membuat “Tribute To Ian Antono” dan “Salute To Koes Bersaudara/Koes Plus” urai Jan N Djuhana A&R Director Sony Music.

Dengan mengetengahkan  Tohpati sebagai music director  hadirlah album “The Masterpiece of Rinto Harahap” yang didukung sederet artis Sony Music.

Ello menyanyikan ulang lagu yang pernah menjadi hits ditangan ibu kandungnya Diana Nasution “Benci Tapi Rindu”.Andy /rif menyanyikan hits sentimental Iis Soegianto dalam aura rock yang tegar “Jangan Sakiti Hatinya”.The Changcuter dengan segar menggali atmosfer retro rock pada lagu “Hey Hey Hey” lagu Rinto Harahap yang diambil dari album The Mercy’s Volume 4 di tahun 1973.

“Saya merasa takjub mendengar pemusik sekarang membawakan lagu-lagu saya dengan warna musik yang beraneka ragam.Tak saya duga bahwa lagu lagu saya bisa dibuat lebih indah dan lebih menawan.Salut saya terhadap mereka” puji Rinto Harahap.

“Lagu lagu Rinto sudah saya kenal sejak kecil lewat radio maupun TV.Jadi saya pun tidak terlalu ragu untuk membuatnya dalam berbagai versi yang lebih variatif lagi.” Imbuh Tohpati,gitaris jazz yang bertindak sebagai music directornya.

“Sejak kecil saya pernah dengar lagu “Hey Hey Hey”,tapi baru tahu kalo lagu itu karya om Rinto Harahap.Lagunya ngebeat dan lumayan rock n’roll.Anak sekarang pun suka” ungkap Tria,vokalis The Changcutters.

“Persoalan berat adalah menyanyikan lagu yang pernah popular.Apakah bisa lebih bagus dari aslinya ?.Tapi toh saya berusaha menginterpretasikannya sebisa saya.Memang terdengar berbeda.Namun esensi lagu “  Bila Kau Seorang Diri” tetap ada.Dan itu gak gampang  “ tutur Astrid.

“Saya telah dua kali menyanyikan lagu karya Om Rinto.Pertama,di album solo saya dulu saya pernah membawakan Biarlah Sendiri dan kali ini saya diminta menyanyikan Sudah Kubilang yang dulu dinyanyikan Christine Panjaitan” tutur Rio Febrian.

“Lagu “Seindah Rembulan” yang dulu dibawakan duet Iis Soegianto dan Chrisye,akhirnya kami bawakan dengan arransemen yang lebih dinamis.Agak ngerock.Apalagi Enno Netral saya minta bermain drum disini.” Papar Yovie Widianto yang mengangkat karya Rinto Harahap dari film “Seindah Rembulan” (1980) bersama Yovie & The Nuno.

“Ketika diminta menyanyikian lagu “Biarlah Sendiri”,saya pun mencoba menghayatinya sebisa mungkin.Apalagi saya toh pernah merasakan hal yang sama seperti yang diungkapkan lirik lagu karya om Rinto” ucap Terry yang selama ini dikenal kerap menyanyikan lagu-lagu berkonotasi nostalgia.

“Ini untuk pertamakalinya saya membawakan lagu karya papa.Bahkan papa memilihkan sendiri lagu “Dingin” yang dulu dipopulerkan tante Hetty Koes Endang untuk saya nyanyikan di album ini.Ini lagu berat.Saya tak mungkin mengunguli tante Hetty.Tapi saya yakin bisa menyanyikannya dengan baik” timpal Achi Harahap,puteri kandung Rinto  Harahap

Namun lagu yang terasa menggugah di album ini adalah “Ayah” yang dinyanyikan secara keroyokan oleh seluruh artis pendukung.Lagu yang ditulis dan dinyanyikan Rinto Harahap saat bergabung dengan The Mercy’s ini memang sebuah lagu yang terasa sangat personal.”Lagu ini saya tulis setelah ayah saya meninggal dunia.Rasa kehilangan yang saya rasakan dan alami tertumpah di lagu ini ” kenang Rinto Harahap.

Lagu “Ayah” memang mampu mengetuk sanubari siapa saja yang mendengarnya : Dimana akan kucari
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah  tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku Ayah dengarkanlah
daku ingin berjumpa
walau hanya dalam mimpi

Lagu lagu yang termaktub di album ini seolah merupakan refleksi dari sepenggal perjalanan musik Indonesia.Dengan album ini terbukti lagi bahwa lagu yang bagus akan tetap hijau dan tetap dikenang jaman.Rinto Harahap,tanpa diragukan lagi telah melakukannya.

Selamat Mendengarkan

The Masterpiece of Rinto Harahap

Salam Musik Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s