Harry Roesli dan Negeri Peacock Dog

Posted: September 27, 2010 in Uncategorized

Ini adalah album perdana Gang of Harry Roesli bertajuk “Philosophy Gang” yang dirilis oleh Lion Record Singapore pada tahun 1973.

Album ini direkam di Musica Studio’s Jalan Perdatam,Pasar Minggu Jakarta Selatan,lalu diremix di studio Lion Record Singapore.

Beruntung,Harry Roesli bersua dengan Robert Wong Jr,pemilik Lion Record sekaligus Lion Magazine yang tertarik untuk merilis album ini dalam bentuk LP (longplay) yang berisikan 7 lagu yaitu “Peacock Dog“,”Roda Angin” dan “Don’t Talk About Freedom” di muka A serta “Borobudur”,”Imagine” (Blind),”Malaria” dan “Roses” di muka B.

Semua lagu ditulis oleh Harry Roesli,kecuali 2 lagu yaitu “Roses” dan “Don’t Talk About Freedom” yang ditulis oleh Albert Warnerin.Lagu “Imagine” (Blind) ditulis oleh Choqiue Hutagalung keybordis yang kemudian berkarir musik di Jerman, bersama Harry Roesli.

Gang of Harry Roesli terdiri atas Harry Roesli (vokal,bass,gitar,perkusi),Albert Warnerin (gitar,vokal),Janto Soedjono (drums,perkusi),Indra Rivai (keyboards),Harry Pochang (harmonika,vokal) dan Dadang Latief (gitar).

Harry Roesli tampak  menggabungkan berbagai kecenderungan  musik.Ada rock,funk,folk ,blues dan R&B serta jazz(y).Harry tampaknya tak ingin terkotak dalam satu genre musik.Dia ingin bebas memainkan apa yang disukainya.Beruntung,Harry didukung oleh pemusik yang paham kemauannya seperti Albert Warnerin yang memiliki sebntuhan progresif dalam pola permainan gitarnya .Harry Pochang dengan permainan harmonikanya yang bluesy malah mengingatkan kita pada gaya permaianan harmonika Lee Sklar dari kelompok War.Dan Indra Rivai,yang saat itu juga tergabung sebagai pemain keyboard Bimbo,memberikan kontribusi yang padan melalui keybioards hingga mini Moog synthesizers.

Keterampilan Harry Roesli merangkai lirik pun telah terurai jelas jika menyimak album ini.Misalnya,bagaimana Harry Roesli bermetaphora tentang Indonesia lewat idiom “Peacock Dog”.

Apakah Peacock Dog ? “Indonesia tuh kayak peacock dog.Separuh merak,separuh anjing” tutur Harry Roesli dengan aura satir yang kuat.Mari kita simak lirik lagu yang pertamakali dinyanyikannya dalam pesta musik terbesar “Summer ’28” (Suasana Meriah Menjelang Kemerdeka RI ke 28) yang berlangsung di Ragunan,Pasra Minggu pada 16 Agustus-17 Agustus 1973 :

Sexy country where are you ? Come or run ?

But I saw your steps deep underground

That is why I know your direction,I follow you

Look those leaves are falling from that yellow trees

But the peacock dog will make it clean.Could it ?

That is why I know your fantasy right here

Peacock dog where are you ,peacock dog where are you ?

Siapa yang menyangka jika lagu yang dikemas dalam warna funky ini memiliki nafas kritik yang tajam ?.

Sensitivitas Harry Roesli sebagai seniman memang setajam pisau.Harry merasa rakyat,sebagai wong cilik,merupakan makhluk tiada daya sama sekali.Namun,Harry beranggapan bahwa jangan anggap remeh rakyat kecil.bagi Harry,rakyat kecil memang tak lebih dari seekor nyamuk,yang sekali tebas langsung mati terkapar.Namun nyamuk itu adalah malaria,yang mampu mernyebar virus mematikan dalam arti sebenarnya.Ah kang harry memang terampil bertamsil kata.Dia piawai berfilosofi.Ini lirik lagu “Malaria” :

Seprei tempat tidurmu putih itu tandanya kau bersedih

Mengapa tidak kau tiduri,kau hanya terus menangis

Apakah kau seekor monyet yang hanya dapat bergaya

Kosong sudah hidup ini,bila kau hanya bicara

Guling bantalmu akan bertanya,apa yang kaupikirkan nona ?

Kau hanya bawa airmata dan ketawa yang kau paksa

Lantai kamarmu kan berkata,mengapa nona pengecut ?

Lanjutkan saja hidup ini sebagai nyamuk malaria……….

Piringan Hitam "Philosophy Gang" Harry Roesli (1973)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s