Penenun Musik Itu Frau

Posted: Januari 5, 2011 in Uncategorized

Judul Album : Starlit Carousel
Artis : Frau
Tahun Rilis : 2009

Dengan suara yang bening dan artikulasi yang jelas.Seorang perempuan muda dari Yogyakarta ditemani denting piano yang dijentikkannya sendiri.Dia lirih bertutur dalam melodi yang meneduhkan tapi menyimpan sebuah gelegak.Iya perempuan ini punya daya sebagai seorang singer/songwriter.BENAk Saya seperti dituntun untuk menyimak larik-larik yang diguratnya dalam lagu bertajuk “Mesin Tenun Hujan” :

Merakit mesin penenun hujan hingga terjalin terbentuk awan.
sebuah tentang kebalikan terlukis, tertulis, tergaris diwajahku

keputusan yg telah terputuskan
ketika engkau telah tunjukan
semua tentang kebalikan
kebalikan diantara kita

kau sakiti aku, kau gerami aku
kau sakiti, gerami, kau benci aku
tetapi esok nanti, kau akan tersadar
kau temuakan sebuah hal yang lebih baik
dan aku kan pergi
ku akan jadi hujan tapi tak akan lama
ku akan jadi awan.

Sebuah frasa larik yang sudah sangat sulit ditemukan dalam konstelasi musik pop Indonesia sekarang ini.Justeru hal ini menggelitik saya,bahwa ternyata begitu banyak bertebaran musik-musik yang jarang terekspos di permukaan.Media media mainstream kita lebih suka menyorot selebritis oportunis seperti Syahrini dan yang sejenisnya ketimbang pemusik-pemusik perempuan yang bertalenta seperti halnya Frau .
Penampilan Frau ini seolah pula menggetarkan sebuah komunal yang selama ini nyaris tak terdengar kiprahnya yaitu singer/songwriter.
Di era akhir 70-an hingga paruh 80-an kita pernah men dengar kiprah singer/songwriter seperti Ully Sigar Rusadi,Elly Sunarya maupun Ritta Ruby Hartland atau di era 90-an sempat tercatat sosok seperti Oppie Andaresta.
Di era 2000-an ini muncul di Jakarta seperti Mian Tiara atau Endah N Rhessa hingga yang kita usik albumnya ini Frau,dari kota pelajar Yogyakarta.
Secara nasional Frau pernah tampil menyanyikan “Mesin Penenun Hujan” dalam episode KickAndy di Metro TV ditemani pianonya yang diberi nama Oscar itu.
Belakangan seorang sahabat mengirimkan album Frau bertajuk “Starlit Carousel” dengan artwork yang sedikit banyak mengundang curiosity .
Sejak tampil di KickAndy,nama Frau mulai diperbincangkan meski skalanya tidak segede sosok Syahrini yang dipinang Anang Hermansyuah untuk berduet menggantikan Kris Dayanti.
Frau yang bernama asli Leilani Hermiasih pun bertutur tentang romansa.Tentang kasmaran bahkan tentang selingkuh,misalnya pada lagu “Salahku,Sahabatku”.Tapi tidak terjebak dalam pola yang dangkal dan dungu seperti yang kerap diperdengarkan para pemusik industriawan kita sekarang ini.
Simak penggalan tutur Frau beraroma romansa dalam bahasa Inggeris pada lagu “Glow” :

Hold me, you shall never ever see me
Blankets will not hesitate me
Flowers shant even wake

Kiss me, ’tis the last time you may see me
‘Tis the last time light shall harm me
I shall cry myself to death

Funny, how you never showed your love to me
Lovely, oh the lights I can see
It’s gleaming in my eyes like when you .

Frau yang menggandrungi karya komposer Andrew Lloyd Weber ini tetap menyediakan sebuah ruang untuk bercermin diri bahkan kontemplatif.
Ini mengingatkan saya ketika di tahun 1979 Yogyakarta menghasilkan seorang singer/songwriter pria bernama Ebiet G Ade.
Suara Frau membius sukma.Saya seolah terperangkap dalam tingkap yang berisikan jejalan suara Joni Mitchell,Sarah McLachlan atau Tori Amos sekalipun.
Frau bisa mendayu,bisa merayu tapi terkadang dia pun meradang.
Suara Frau pun masih terngiang-ngiang di kendang telinga menyuarakan perbedaan gender :

The world would bloom as they shout out my name loud and clear
The skies would cheer for my life and the clouds would appear
to see me, just to see me
And I’d be quite a legend for the next hundred years
My life would never be ever so sad and no tears
would trickle down my cheeks and my eyes

Sir, I’m so sure
That I’m a sir, I’m so sure

1. I’m A Sir
2. Mesin Penenun Hujan
3. Salahku, Sahabatku
4. Rat and Cat
5. Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa
6. Glow

Komentar
  1. rossiaja mengatakan:

    pertama dengar lagu2 dari frau pun, cuma satu kata yang langsung kelur dari mlut saya, sejuk..
    lagu2nya sangat menenangkan hati.. sayang kurang banyak orang yang tahu kemerduan suara frau ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s