Rasuk Yang Merasuk

Posted: Januari 5, 2011 in Uncategorized

Judul Album : Rasuk
Artis : The Trees and The Wild
Label : Lil’Fish Records
Tahun : 2010

Pertamakali mendengar suara sang vokalis.Saya menyangka mereka ini adalah band dari mancanegara.Bahas Inggerisnya fluent.Deretan liriknyapun tidak asal asalan.Sepintas memang akan senantias menautkan jatidiri (terutama vokal) pada sosok John Mayer.Bagi saya John Mayer sendiri merupakan asimilasi suara dari James Taylor,Kenny Rankin dan beberapa folkiers era 70-an.
Tapi ternyata mereka adalah sekelompok anak Indonesia.Bahkan salah satu dari mereka adalah putera sahabat saya Yudhistira ANM Massardi,Iga Masardi.Dua lainnya adalah Remedy Waloni dan Andra Budi Kurniawan.
Tampaknya mereka ingin menebar semangat folk yang sempat luruh sedemikian lama di negeri ini.Tapi wacana folk yang disajikan The Trees and The Wild terpintal dalam semangat eklektisme.Didalamnya terkadang terdengar aura Brazillian termasuk aura keroncong dan aura karawitan Jawa Barat.
Dalam komposisi bertajuk “Malino”,The Trees and The Wild seperti tengah mencipratkan sebuah music score tentang alam pegunungan dari sebuah kawasan pesisir di provinsi Sulawesi Selatan,dimana terdapat sebuah wilayah bernama Malino dengan lanskap yang menyejukkan.Sebuah direpresentasikan oleh pengerahan instrumen musik yang dimainkan secara akustik dan terdengar simfonik.
Betul,mereka tengah menapak tikas untuk mencari jatidiri.Dan rasanya mereka menempuh jalan yang betul.Mereka adalah sekelompok anak muda yang terbebat berbagai referensi Barat untuk kemudian dikenakan sebagai busana milik sendiri.
Semisal,nama The Trees and The Wild yang dipetik dari salah satu judul lagu milik Matt Pond PA dari album “Several Arrows Later” (2005).
Bahkan lagu “Honeymoon On Ice” yang sudah menjadi sohor itu justeru terinspirasi dari film “Eternal Sunshine Of The Spoted Mind”.
Simak pengglan liriknya yang impulsif :

i’ll be sitting and i’ll be waiting for you
cause all this thoughts and all this hopes
will go blue
time awaits you now
and breaks you now
i’m on your side
i’m on your side

Kekuatan band yang digawangi Remedy Waloni dan Iga Massardi ini terletak pada kemempelaian gagasan bermusik dan gagasan menoreh tematik lirik.
Sesuatu yang sudah teramat jarang ditemui dalam kredo bermusiki sekarang ini.
Suasan puitik yang jarang ditemukan dalam ritual musik pop malah tertuang,antara lain pada lagu “Malino” :

menjemukan, rasa itu
menafsir mimpi, sehalus sepi
(rasa hati) melawannya, (rasa hati) seandainya
mari rasuk
bila kau rindu
aku ‘kan datang segera senada
kau rindukan waktu yang pergi
datanglah kembali padaku.

Saya yakin mereka mengerahkan segenap karsa untuk menciptakan karya yang sangat integrated seperti yang tersimak dalam album debutnya ini.
Dalm “Our Roots”,mereka berhasil menerjemahkan semangat bermain musik dengan membenturkan perlakuan musik tradisional dan Barat.Tak sedikit yang menganggap ini merupakan pengejawantahan dari kredo world music yang terkadang menyeruak ke wilayah dream pop yang melenakan jiwa.
Saya pikir ini merupakan pencapaian yang pantas distabilloboskan dari karya karya The Trees and The Wild.Mereka sudah dekat dengan tahapan signatural.Artinya pencarian jati diri sudah mulai terasa wujudnya.
Untuk John Mayer John Mayeran rasanya tak ada salahnya terasa pada album debut ini.Karena menurut hemat saya ini toh merupakan jembatan ke tahapan yang lebih berkarakter lagi.
Dan sajian cerebral The Trees and The Wild ini bahkan bisa meneduhkan suasana hati saat menyimak.Seperti tajuk albumnya.Saya seolah terasuk ke lorong jantung yang terdalam.

The Trees & The Wild

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s