Tutur Trubadur dan Karikatur

Posted: Januari 5, 2011 in Tinjau Buku

Judul Buku : Iwan Fals Vs Oom Pasikom; Media Pendidikan Politik Alternatif
Penulis : Tsabit Azinar Ahmad Syaiful Amin
Penerbit : Ombak, Yogyakarta
Tahun Edar : 2010Tebal xx + 180 halaman

Buku ini menyorot pengaruh lagu lagu bergaya trubadur dan goresan karikatur dalam konstelasi politik.Bahwa dua cabang seni ini disamping berupaya sebagai medium untuk kritisasi juga menjadi medium hiburan yang segar bagi penikmatnya tentu saja.Bahkan tanpa sadar para pembaca diajak untuk belajar politik dari iionpolitisi. Pembaca buku ini pun secara tak langsung diajak menganalisa lagu-lagu Iwan Fals dan karikatur Oom Pasikom yang seperti mempelaikan dua kutub : humor dan kritik.
Adakah kesamaan visi antara seorang trubadur dan karikatur ?

Buku Iwan Fals VS Oom Pasikom (Foto Denny Sakrie)

Buku Iwan Fals VS Oom Pasikom (Foto Denny Sakrie)

Rasanyasih iya.Trubadur adalah penyanyi bertutur yang berceloteh tentang apa dan siapa yang dilihatnya atau dirasakannya dalam sejumput lirik yang disenandungkannya.Seorang trubadur bisa bertuitur tentang apa saja.Tentang keseharian.Tentang kesenjangan-kesenjangan baik itu perilaku sosial mapun wacana politik.Iwan Fals dan gitarnya berada dalam garis penyaksi sekaligus gugat.
Dalam mencipta lagu, Iwan Fals terinspirasi dari kehidupan sehari-harinya. Kisah-kisah yang diangkat dari realitas sehari-hari inilah yang justru menjadi kekuatan dari lagu-lagu Iwan Fals .
Lewat torehan karya karya lagunya yang mbeling dan terkadang tajam menohok , Iwan Fals beberapa kali mengkritisi pemerintah.Mungkin belum pudar dalam ingatan kita bahwa di masa rezim Orde Baru, Iwan Fals acapkali memperoleh dukungan moral dari masyarakat,dikarenakan lagu-lagunya begitu tajam menghantam dan membebat pemerintah.Saat itu,hanya sedikit pemusik yang berani melawan rezim represi Soeharto,satu diantaranya ya Iwan Fals. Walhasil dengan lagu-lagu ciptaannya yang dinyanyikannya di depan khalayak Iwan pun menjadi kerubutan massa.Iwan Fals dan lagu-lagunya kemudian digandrungi khalayak luas dan mampu memberikan pengaruh terhadap masyarakat.
Dan karikatur sendiri,merupakan medium yang nyaris sama dengan tutur trubadur.
Di media cetak baik koran maupun majalah ada sebuah “editorial” dalam bentuk yang lebih komikal dan satir yaitu : karikatur.
Para karikaturis itu seperti halnya para trubadur atau para singer/songwriter ikut melatari bahkan mendampingi setiap peristiwa politik.Mereka seperti wasit yang netral dan tak memihak.
Dengan “Oom Pasikom” yang diciptakan GM Sudarta,seacara lugas dan gamblang terkadang mbalelo berhasil menempatkan diri sebagai sosok “luar pagar” pemerintah.Dengan semangat humor yang tinggi dan satirikal Oom Pasikom dengan busana khasnya :bertopi dan berjas bluwek dengan spontan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah melalui gambar-gambar kartun yang telah tersebar di berbagai media massa.Oom Pasikom memang merupakan representasi rakyat yang sesungguhnya.Dengan keluguan tapi tajam menyikut persoalan yang tampak kasat mata.
Seperti halnya lagu lagu Iwan,sosok rekaan GM Sudharta ini pun berada dalam kredo membela rakyat .
Kita mungkin tersenyum simpul menyimak lagu lagu Iwan atau terkekeh memandang sketsa yang diperankan Oom Pasikom.Di pihak sana,ada juga yang meringis bahkan merasa terganggu.
Tapi toh kehadiran turubadur atau karikatur memang harus tetap ada.Mereka adalah penyeimbang.Mereka adalah cermin untuk berkaca perilaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s