Elfa Secioria Meniti Pelangi (1959 – 2011)

Posted: Januari 8, 2011 in Uncategorized

Suasana haru di rumah duka Elfa Secioria

Kumeniti Pelangi
Dan kuarungi misteri
Tanggalkan mimpi
Ku ingin mencari
Kedamaian yang abadi di hati ini

(“Meniti Pelangi” Elfa Secioria dan Wieke Gur)

Tiba tiba lirik lagu “Meniti Pelangi”yang dinyanyikan Harvey Malaiholo karya Elfa Secioria dan Wieke Gur terngiang-ngiang dikupingsaya saat tadi sore menerima kabar duka berpulangnya sahabat saya Elfa Secioria.

Hmm bang Eel telah meninggalkan dunia fana ini.Dia telah meniti pelangi menghadap sang Khalik.

Sudah cukuplama saya tak bersua Bang Eel,demikian panggilan akrabnya.Dia sempat kirim SMS beberapa waktu lalu,mengundang saya untuk menghadiri inaugrasi murid-murid musiknya yang tergabung dalam EMS.Tapi sayang saya tidak bisa datang,karena ada kesibukan sebagai juri.

Pertemuan terakhir saya dengan Bang Eel seingat saya sekitar tahun 2009.Saat itu saya dan bang Eel jadi narasumber di acara talk show “Impact” di QTV yang terletak di Gedung Citra Graha gatot Subroto Jakarta.Sebelumnya saya sempat menuliskan liner notes untuk album ke 7 Elfa’s Singers bertajuk “30 Tahun Elfa’s Singers” yang dirilis Target Pop awal 2009.

Sekitar jam 17.26 saya mendapat kabar bahwa pemusik berbakat Elfa Secioria telah meninggal dunia.Elfa menghembuskan nafas terkahir pada jam 17.00 WIB sabtu 8 Januari 2011 di RSP Pertamina Jakarta Selatan.Dia dirawat karena mengidap penyakit komplikasi yang telah kronis.Bahaln sejak beberapa waktu lalu tangan Elfa pun telah mengalami pembengkakan yang akut.

Elfa Secioria dilahirkan  di Garut, Jawa Barat, pada  20 Februari 1959. Dia berasal dari keluarga yang mencintai dunia musik. Ayahnya, Hasbullah Ridwan seorang polisi militer yang aktif dalam bermain musik mampu bermain bass dan saxophone serta juga dikenal  sebagai konduktor dan pemain jazz.  Elfa yang tergila-gila dengan Cal Tjader meenempuh pendidikan mulai SD sampai SMA di Bandung. Kemudian, melanjutkan ke Akademi Teknologi Nasional di Bandung  hingga tingkat II ditahun 1980.Tampaknya Elfa lebih menekuni musikpada akhirnya.

Elfa kecil mulai bermain piano ketika berusia 5 tahun. Ketika berusia delapan tahun , ia pemain piano  dan vibraphone dalam Trio Jazz  IVADE. Kemudian Elfa Secioria mengikuti Piano Privat 1 dan 2 di Bandung (1970-1974), mempelajari musik Simfoni di Bandung (1971-1978) dan belajar Aransemen Orkestra di Bandung (1974-1978).

Di tahun 1975 harryRoesli mengajak Elfa bergabungdalam Gang of Harry Roesli yang memainkan musik rock .jazz berpadu dengan etnik Jawa Barat.Elfa sempat mendukung album “Titik Api” di tahun 1976 yang diproduksi majalah Aktuil Bandung.

Di era yang sama Elfa Secioria bergabungdalam kelompok jazz Bandung “Sonata ’47” pimpinan Adang Bendo bersama gitaris jazz EddyKaramoy dan ayahnya sendiri Hasbullah Ridwan.Sonata 47 merilis album bertajuk “Hampa”

Untuk musik Elfa memperoleh bimbingan mengenai teori dan sejarah musik, komposisi, dan karakter instrument dari  F.A. Warsono, pimpinan Orkes Simfoni Angkatan Darat Bandung. Elfa pernah manggung dengan mata tertutup saat berusia 11 tahun dan membentuk kelompok vokal pada saat berusia 19 tahun.

Pada ASEAN Song Festival di Bangkok tahun 1982 , Elfa  memboyong penghargaan  sebagai Pengaransir Terbaik. Di tahun 1984, pada acara yang sama di Manila Philipina , Elfa  kembali meraih penghargaan untuk The Best Arranger dan the Best Song.

Elfa Secioria Hasbullah Ridwan

Pada Golden Kite Festival di Malaysia, 1984, mendapat penghargaan sebagai The Best Performer dengan lagu Kugapai Hari Esok, yang dinyanyikan oleh Harvey Malaiholo. Selama kariernya, Elfa sudah 14 kali menjadi pengaransir orkes Telerama pimpinan Isbandi dan untuk Chandra Kirana  pimpinan Diah Iskandar di TVRI.

Pengalaman berkesan buat Elfa, yakni ketika ia menjadi konduktor pada orkes simfoni Yamaha di Budokan Hall, Tokyo saat berlangsung acara World Popular Song Festival pada tahun 1982.. Pengalaman lain yang tak bias dilupakan Elfa adalah sewaktu ia harus menyelesaikan 17 aransemen musik selama tujuh jam di dalam pesawat pada tahun 1983.

Pengalaman yang sangat  berkesan bagi Elfa,  ketika ia menjadi konduktor pada orkes simfoni Yamaha di Budokan Hall, Tokyo saat berlangsung acara World Popular Song Festival pada tahun 1982. Termasuk juga pengalaman  sewaktu ia harus menyelesaikan 17 aransemen musik selama tujuh jam di dalam pesawat pada tahun 1983.

Elfa Secioria dengan Elfa’s Choir-nya  juga termasuk pelanggan juara Olimpiade  paduan suara sedunia.

Elfa Secioria juga di kenal sebagai pendiri grup musik Elfa’s Singer, yang ini telah merilis tujuh album. Album yang ke tujuh yang bertajuk Elfa’s Singers dibuat dalam rangka 30 tahun eksistensi mereka di musik Indonesia pada tahun 2008.

Masih banyak prestasi Elfa Secioria yang belum terpaparkan disini.Sepatutnya kita merasa kehilangan seorang pemusik terbaik Indonesia yang memiliki banyak prestasi.Selamat jalan bang Eel !.Karyamu tetap kami kenang.

(Denny Sakrie)



Komentar
  1. friska mengatakan:

    Inalillahi..
    mas elfa luar biasa bakatnya.
    smga amal ibadah dtrima di sisi Allah SWT, amiin.

  2. […] This post was mentioned on Twitter by Yole, ienas Tsuroiya, mbilabi and others. mbilabi said: worth reading RT @Dennysakrie: Baca obituari Elfa di https://dennysakrie63.wordpress.com/2011/01/08/elfa-secioria-meniti-pelangi-1959-2011/ […]

  3. hendri mengatakan:

    Terima kasih Pak..
    Saya salah satu murid EMS yang sangat mengidolakan beliau..
    Semoga ia tenang di sisi-Nya.
    Amin.

  4. Bang Elfa merupakan musisi jenius yang rendah hati dan sedikit bicara. Saya tidak menduga Album Elfa Singers Sing The Best 30th Karya Elfa Secioria jadi album terakhir beliau dan hasil kerjasama saya dengan Bang Eel.

    Saya sungguh terkesan dengan Bang Eel atas profesionalitas di ranah musik yg ia tekuni hampir seumur hidupnya.

    Saya bertindak sebagai A & R Director di album terakhirnya Sing The Best sungguh terlihat kejeniusan dan keseriusan Bang Elfa menggarap belum yg hasilnya tentu saja “indah”.

    Selamat jalan bang Elfa Secioria karya-karya indahmu akan selalu kami nikmati dan kenang.

  5. dennysakrie63 mengatakan:

    Terimakasih sudah berkunjung dan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s