Kantata Takwa (di) Layar Lebar

Posted: Januari 16, 2011 in Uncategorized

Akhirnya kita memiliki juga film (konser) musik sekaliber “Woodstock” (1970) yang dibesut  oleh Michael Wadleigh atau “Message Of Love : The Isle of Weight Festival”(1970) yang dibesut Murray Lerner .Dan film itu adalah “Kantata Takwa” yang dibesut oleh Erros Djarot dan Gotot Prakosa.

Film yang “dipendam” sekitar 18 tahun ini dan konon menghabiskan sekitar 600 can inimerupakan film musik yang banyak menyentuh zona lain selain musik sebagai menu utama.Saya pun berpendapat bahwa musik memang tak hanya mampu menghibur kalbu kita belaka ,tapi bahkan  juga mampu “menggerakkan” jiwa kita,nurani kita.

Dan “Kantata Takwa” tak hanya sekedar sebuah dokumentasi  musik dari sebuah proyek kolosal dari seorang maecenas bernama Setiawan Djody,melainkan menaburkan begitu banyak pesan pesan sosial dan budaya.

Saya nonton film ini di Blitz Megaplex Grand Indonesia dengan jumlah penonton yang bisa dihitung dengan jari.Tepat di bulan suci Ramadhan 2008.Sangat kontras dengan studio yang saat itu tengah memutar film “Laskar Pelangi” nya Riri Riza yang penontonnya tumpah ruah.

Ketika layar terkuak terlihatlah sebuah adegan perburuan di sebuah belantara antah berantah.Tampaklah,seorang lelaki bertubuh  kuruskerempeng,kehitaman dan rambut awut-awutan ,nyaris tak terurus tengah menjadi target perburuan sejumlah manusia yang menggunakan masker gas sembari  menenteng senjata otomatik.Dan seperti yang diduga sang lelaki terkulai tak berdaya setelah peluru bersarang tepat  di sekujur tubuhnya.Adegan perburuan ini memang membuat kita geram dan terhasut marah .Bayangkan seorang perempuan lari pontang panting sembari menyibak rumput rumput liar yang menghalangi kelebat sepasang kakinya yang tengah berlari.

Adegan ini lalu dibarengi tutur WS Rendra : “Aku melihat orang terluka………!!!”.Inilah potret sesungguhnya negeri yang sering dikiaskan sebagai gemah ripah loh jinawi.

Ketakutan mendera dimana-mana.Selalu memangku derita,tapi melawan pun tak bisa.

Sebuah pembukaan adegan film yang menawarkan gagasan gugat.Gambar gambar itu mungkin lebih berbicara dibanding selaksa verbalitas.

Lalu kematian pun menjenguk satu persatu anggota Kantata Takwa ,mulai dari Setiawan Djody,Iwan Fals,Yockie Surjoprajogo,Sawung Jabo serta menyisakan sosok Rendra yang memberikan sebuah “kesaksian”.

Tumpukan misteri gelap dalam kancah politik yang terjadi di negeri ini memang banyak mengguyur adegan-adegan yang membelit dari konser yang berlangsung grand dan megah di Stadion Utama Senayan Jakarta pada tahun 1990.

Melihat kelebat adegan yang diramu dengan atmosfer surrealis kita mungkin tersadar bahwa rezim Orde Baru telah banyak meninggalkan tikas-tikas yang diinginkan tak berbekas.

Meski berbalut unsur teaterikal,tapi magma pertunjukan yang berlangsung super kolosal itu bisa kita nikmati dalam gambar gambar yang memikat.Disini kita bisa melihat bagaimana sosok Iwan Fals yang bagaikan “panglima” mampu menertibkan massa fanatik yang mulai beringsut chaos.

Kantata Takwa” adalah sebuah dokumentasi musik plus yang patut ditonton oleh siapa saja.Bukan hanya untuk penggemar fanatik Iwan Fals,bukan hanya untuk pemuja Rendra,bukan hanya untuk pengagum Setiawan Djody dan bukan hanya untuk penikmat Yockie Soerjoprajogo maupun Sawung Jabo .Tapi untuk rahayat negeri ini.Bahwa di negeri ini pada suatu ketika pernah terjadi sebuah tragedi

Iwan Fals dalam film Kantata Takwa

penginjakan hak azasi.

Tontonlah,saudaraku

Denny Sakrie,September 2008

Komentar
  1. Revi NOnot mengatakan:

    susah banget cari filmnya mas

  2. herry fals anarky mengatakan:

    gan kok gk ketemu Film nya..???

  3. fitria mengatakan:

    terus harus nonton dmn donggggg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s