Morfem (Bukan) Band Iseng

Posted: Januari 20, 2011 in Uncategorized

Banyak yang bilang ini adalah band iseng-isengnya Jimi Multazham,frontman The Upstairs yang lagi “menganggurkan” The Upstairs.Ada juga yang bilang band ini selaik supergroup,karena didukung sederet pemusik yang “berselingkuh” dengan band-bandnya masing masing semisal Pandu Fathoni (gitaris The Porno),Freddie Warnerin (drummer Nervous Breakdown) maupun Bramasta Juan Sasongko (bassist JARB).

Tapi terlepas dari keisengan atau sekedar band perselingkuhan,band yang kemudian diberi nama Morfem init oh perlu disimak sepak terjangnya.Mulai dari wacana bermusiknya hingga pola penulisan lagu yang menurut saya sangat tidak adil jika disebut hanya iseng-iseng belaka.Ada sesuatu yang tercerabut jika menyimak album debut Morfem yang dirilis demajors,label sakti mandraguna yang masih bernafas ditengah tengah sekaratnya label-label lain.

Morfem intisarinya adalah band pop dengan berbagai kecenderungan.Mulai dari aura bising yang menyembul dari divisi musik tapi terkadang menggelitik dalam pola akustik,hingga bersetubuh dengan lirik-lirik lugas yang ditulis Jimi Multazham.Menyimak secara keseluruhan alabum ini memang terasa bagai sebuah déjà vu.Apakah saya ada di era 80-an ataukah di era 90-an.Lirik-lirik yang ditoreh Jimi secara verbalistik mengingatkan saya pada gaya penulisan lirik ala Jimmy Paais dan Dodo Zakaria.Nakal,liar tapi tepat sasaran.Sayangnya dua nama sahabat saya yang saya sebut itu telah berpulang ke rumah Tuhan.

Simak saja lirik lagu “Gadis Suku Pedalaman” yang naratif dan mau tak mau mengingatkan saya pada pola penulisan lirik ala Jimmy Paais semasa dia mendukung Symphony atau Jakarta Rhthm Section di era 80-an :

Di jejaringan sosial takkudapatkan berita

Di tiap reuni kita tak juga jumpa

Tanyakan tiap sahabat,dijawab gelengan kepala

Di googling di dunia maya.tak muncul juga.

Bahkan mengkritik pemerintah lewat lagu “Who Stole My Bike” :

Why life so unfair ?

The government seems no care

They get a better life

We’re surviving as fuck

Problematika metropolis banyak jadi inspirasi dalam penulisan liriklagu-lagu Morfem.Simak saja “Wahana Jalan Tikus” hingga “ Pilih Sidang Atau Berdamai ”.Ini adalah jargon-jargon yang kerap kita dengar setiap kita berada di kekisruhan lalu lintas metropolitan yang sangat membebalkan.

Kebebalan itu pada akhirnya didokumentasikan lewat lagu :

Pilih sidang atau berdamai

Lepas dari macan digigit buaya.

Dengan kemsan sampul beratmosfer hitam putih yang membalut keping cakram Morfem Indonesia in menyiratkan ada sesuatu yang ingin digugat Morfem walau album ini tetap berada dalam aura pop.Album Morfem  ini menjejalkan spectrum  Punk, Rock, Pop yang  kadang diimbuh aksen Folk Rock .Morfem tampaknya mencoba menawarkan konsep musik dengan referensi masa silam yang diberi darah kekinian.

Menurut Jimi album ini diberi tajuk “Indonesia” berdasarkan tema lirik tentang keseharian, yang ditulis ala Jimi Multhazam.Semacam sebuah potret buram Indonesia saat kini tentunya.

Dan Jimi pun berdendang dengan aksen bengal dan badung :

album debut Morfem "Indonesia"

Ku tertidur dimana pun aku bisa

Ku tertidur dimana pun aku bisa.

Ku bermimpi kapan pun aku mau

Diatas lemari,di trotoar jalan

Disela  tumpukan benda di gudang

Ah ,kenapa saya jadi teringat almarhum Deddy Stanzah ya ?

Denny Sakrie

Iklan
Komentar
  1. wow, amazing review bang 🙂
    salam kenal, bang
    i’m one of Jimi Multazam’s fan

  2. aiskhairun berkata:

    nice 🙂
    jadi makin penasaran sm musik 4 adam ini

  3. anduring berkata:

    hahha… band iseng contohnya siapa tuh, bang?
    kan setidaknya mereka jg berusaha, bang. 🙂

  4. Elita S Lubis berkata:

    bukan Morfem yg saya katakan band iseng. 🙂
    saya cm mau tanya opini abg ttg band iseng itu dan contoh band2 iseng yg mgkin relatif dikenal di kancah industri musik Indo skrg.
    salam damai, bang. 😉
    last but not least terima kasih sudah reply komentar sy, bang. 🙂

  5. stephanie berkata:

    saya pikir akan 11 12 dengan upstairs…saya ingat review yg saya pernah om jimmi pandai menempatkan dirinya…saat live bersama upstairs, om jimmi adalah seorang disko mania masa kini dengan gaya dansa eksentrik…sementara dengan morfem,dia bisa menjadi seorang 360derajat berbeda…seorg yg lain dari pentolan upstairs..om jimmi punya alter ego……upstairs adalah ego yg begitu ceria…sementara morfem ego yg sdkt gloomy…good job om…

  6. de_je berkata:

    gokil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s