Kenapa Lagu Harus Dicekal ?

Posted: Januari 30, 2011 in Opini

Masih ingat kejadian di tahun 1977 ketika pihak pemerintah kita mengeluarkan pelarangan terhadap lagu “Rupiah” nya Oma Irama & Soneta.Kenapa dicekal ? Ini nih alasannya,Rupiah adalah mata uang resmi RI,jadi rupiah tak boleh dianggap sebagai ungkapan penyebab pertikaian ,perpecahan dan lain -lain.Dan ketika lagu iniakan ditampilkan di TVRI yang satu satunya itu ,kata kata rupiah dalam lirik lagu yang ditulis Kak Rhoma harus diganti dengan kata uang atau duit.Hua ha ha…….

TVRI masih dendam banget sama kak Rhoma,ketika lagu “Santai” mau ditayangkan di acara Mana Suka Siaran Niaga…..ada peraturan bahwa bunyi kendang harus dihilangkan.Maka buru burulah kak Rhoma mengganti bunyi gendang dengan snare drum dan tom-tom.Kenapa ?karena dangdut dianggap tak layak masuk TVRI.Hua ha ha

Di tahun 1976,giliran Bimbo kena getah.Lagu “Tante Sun” dicekal masuk TVRI karena menyinggung ibu-ibu pejabat (nah lho)…………………

Tante Sun oh Tante Sun Tante yang manis,tiap pagi giat berolahraga

Pergi bermain golf,hingga datangnya siang terus ke salon untuk mandi susu

Tante Sun oh Tante Sun,tante yang giat segala rapat dan berbagai arisan

Lantas di tahun 1978 lagu-lagu “Rayap Rayap”  milikMogi Darusman (lirik oleh Teguh Esha pun dibreidel.Kasetnya pun ditarik dari pasaran .Karena liriknya memang sangat “keras”.Coba simak :

Kau tau rayap-rayap makin banyak di mana-mana
Di balik baju resmi merongrong tiang negara
Kau tau babi-babi makin gemuk di negeri kita
Mereka dengan tenang memakan kota dan desa
Rayap-rayap yang ganas merayap
Berjas dasi dalam kantor makan minum darah rakyat

Lalu simaklah lagu Mogi Darusman lainnya “Aje Gile” yang liriknya juga digurat Teguh Esha :

Lu kan pegawai negeri kok rumah lu gede, mercy lu ada tiga

Aje gile, lu kire lu siape tampang bodo lagak lu sok jago

e, ape glle, lu sangke lu gaye gue tau kartu lu semuanye

Jangan lu betingke di depan mata gue

kalo lu berani jangan bawa nama babe kepale gile kagak lagi jamannye

aje gile cacing belagu buaye

Aje gile, proyek lu gede-gede

numpang nanya dekingan lu siape e,

aje gile, mendingan lu diem aje daripade bikin ngiler tetangge

Selain  dua lagu di atas masih ada lagu bertajuk Koruptor. Juga dikerjakan dengan baik, sehingga sindiran tidak hanya merupakan umpatan klise yang bikin mual. “Koruptor di dalam kantormu, sembunyi di balik bajumu, tiada seorangpun tau, aduh …. ,” kata Mogi membawakan lirik Teguh Esha. Kekuatan yang terasa dalam keseluruhan kaset ini merupakan hasil kombinasi semangat protes yang selama ini sudah dicoba-lontarkan oleh banyak musisi muda, tapi baru kali ini dibikin lancar dan musikal.

Tapi lagu  Aje Gile, Keresahan dan Laut Biru sempat ditayangkan  TVRI pada  tanggal 25 Oktober 1978. Setelah itu almarhum Mogi Darusman mendatangi lirikus  Teguh Esha meminta agar  mengubah lirik Aje Gile dan juga Rayap-rayap, karena  ternyata ke dua lagu tersebut lagu itu ditolak tampil  dalam acara Mana Suka Siaran Niaga kecuali apabila liriknya diganti. Teguh menolak. Dan akhirulkalam lagu Aje Gile tidak bisa masuk kaca TVRI lagi.

Pihak Naviri Record yang dimiliki Darmawan Susanto, menerangkan bahwa Mogi Darusman  memang sudah sempat tampil dalam acara musik  TVRI  membawakan Aje Gile, Keresahan dan Laut Biru. Namun tatkla ia mengusulkan Aje Gile dijadikan promo  dalam Mana Suka  Siaran Niaga, pihak TVRI punn menolak. Bagian Programa  TVRI  membenarkan — dan menyatakan mereka punya hak melakukan seleksi.

Dan diparuh 80-anHarmoko pun melarang lagu “Hati Yang Luka” karya Obbie Messakh yang didendangkan Betharia Sonata.Alasannya membuat generasimuda patah semangat.Wah…..wah masak orang gak boleh sedih sih pak ?.

Apa lacur kian dilarang,lagu ini kian berkibar saja.Dan di tahun 1993 kembali Betharia kena cekal lagi.Kini giliran lagu bertajuk Si Buyuang Kini Lah Gadang. Alasan TVRI, lagu berbahasa Minang itu dianggap tak mendidik, dan bisa menimbulkan citra negatif terhadap orang Minang. Lagu itu bercerita soal penderitaan seorang istri yang disia-siakan suaminya. ”Sejak buyung lahir hingga pintar mengaji, si ayah tak pernah pulang ke rumah,” begitu arti lagu tersebut. TVRI banyak menerima telepon dari warga Minang yang menyatakan keberatan. Namun, belum ada surat protes resmi. ”Daripada ribut, mendingan kita bikin yang aman-aman saja. Makanya, dalam rapat, pimpinan saya langsung memutuskan melarang lagu itu,” kata Hudiono Drajat, Kasi Perencanaan Musik dan Hiburan TVRI Pusat, Kamis lalu. ”Mungkin memang nasib saya dicekal TVRI terus,” komentar Betharia. Gadis asal Sunda ini mengaku cukup sedih karena ia sudah bekerja keras untuk memilih lagu dan mengatur warna musiknya. Album itu, katanya, sudah laku hampir 100.000 kopi. Jadi, secara bisnis, pemasaran tak terganggu. ”Sewaktu Hati Yang Luka dilarang, penjualannya malah makin laris, karena banyak orang yang penasaran,” katanya. Entah tentang Si Buyung ini (dikutip dari majalah Tempo 1 Mei 1993.

Tapi toh banyak lagu yang betul-betul bertendensi sebagai lagu protes,tapi lolos dari pencekalan.Satu diantaranya adalah lagu “Poor Clown” nya Koes Bersaudara yang ditulis almarhum Tonny Koeswoyo.Liriknya menyindir pemerintah rezim Orde Lama.Kenapa tak dicekal ? Mungkin karena pesan pesannya justeru dikemas dalam bahasa Inggeris :

Oh my poor clown
Poor clown poor clown
You are too shamed to show your face
*You may not ————
*With all your knowledge then you die
Oh my, oh my
Before your mind has glued you down
For she shall take and move your hand
To hide your word word word word
Until your kingdom comes to end
Oh my poor clown
Why don’t you know your money’s gone
Given the time, you’ve gotta go
It’s night for you, so do sit down
*Look down sometimes we’re to rest
Yeah my poor clown
Go clown go clown
The sun has dropped down from the west
I’ll tell you what you should delight
We’re free. Horizons are so bright

Lagu “Selamat Pagi Indonesia” nya God Bless (lirik ditulis oleh Theodore KS) juga tak pernah dikuatk katik pihak berwajib.Padahal lagu ini bertutur tentang detik-detik terakhir Kusni Kasdut,kriminal yang pernah berjuang untuk negaranya .

Langkahnya berderap dan pandangannya menatap ke depan

Dan kenapa lagu lagu itu harus dicekal ?

DENNY SAKRIE

Komentar
  1. ecky's shuuzz mengatakan:

    Kaya balik lg ke jaman Dark Ages.. Di mana para seniman tdk diberi kebebasan berkarya.. Dan kalaupun berkarya, karya2 mrk itu hanya diperuntukkan bagi kepentingan Gereja dan golongan2 tertentu spt Patron2 di Prancis.. Dilema…

  2. jbltrkh mengatakan:

    kalo sekarang lirik seperti ini ada kans dicekal ga mas..

    http://www.reverbnation.com/play_now/song_7315330

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s