Ketika Leonardo Memercikkan Musik Adiktif

Posted: Februari 4, 2011 in Tinjau Album

Bukan.Ini (sama sekali) bukan album jazz.Walaupun cover depannya memperlihatakan siluet Leonardo tengah meniup trumpet mirip gaya Miles Davis.

Entah kenapa Leonardo memilih pose semacam itu.Ingin gagah-gagahan kah ?.Ah itu sah sah saja.Dan rasanya tak penting kita bahas.Lebih baik kita telaah saja isi albumnya ini.Saya meyakini bahwa mungkin Leonardo ingin membaptis diri sebagai singer/songwriter sebagaimana galibnya Leonard Cohen,Tom Waits atau Bob Dylan.
Mantan vokalis Vessel dan gitaris Zeke & The Popo ini berupaya ingin mengambil gaya folk yang oleh Remy Sylado kerap dipadankan maknanya sebagai musik gulayak bahkan post-rock.Leonardo pun mampu menata timbre vokalnya sesuai karakter lagu.
Sebuah penampilan yang memperkaya khasanah musik pop Indonesia yang kerap dikritik berwarna seragam belakangan ini.
Dengan suara yang agak diberatkan ,bagi saya Leonardo tengah dirasuki Leonard Cohen.Entah itu sadar maupun nggak sadar.

Setidaknya itu yang mendera pikiran saya saat menyimak track penguak yang diberi tajuk “Insecure”.Lagu ini bahkan sedikit dilumuri suara trumpet.Ah,jangan jangan ini korelasi trumpet yang ditiup Leonardo pada cover albumnya ?.Lagu ini tampaknya dibumbui sepercik zat adiktif.Karena saya merasa tersihir dan ketagihan ingin menyimak track-track lainnya.Ada endapan masa lalu yang tercerabut pada hulu introduksi yang sekarang kerap menjadi sesuatu yang nyeleneh.Mungkin karena begitu jarangnya pemusik kita yang mengupayakan ritual semacam ini.Ada seraut bunyi chamber yang melipat sisi sisi pola arransemennya.Ini menarik.Seperti sebuah kunjungan terhadap kredo musik yang natural.Lebih alami. Dan saya suka.Mungkin banyak juga yang suka.

Upacara musikal yang dipentang Leonardo berlanjut di track kedua “Wonderous Sky”.Terdengar agak bergumam.Sebuah gumam yang kerap saya denger dalam beberapa lagu David Bowie atau Peter Gabriel pasca Genesis.Aura lelaki arif mencuat dari ekspresi Leonardo kata per kata yang dimusikalisassikannya itu.Saya harus menggaris bawahi pola permainan piano Dharmo Sudirman di lagu ini.

Dan yang membuat saya terperanjat adalah mengemukanya anasir choir pada lagu “Light Over Me”.Beberapa waktu lalu saya terperangah menyimak untaian choir yang diperdengarkan Peter Gabriel dalam album terbarunya “Scratch My Back”.Bagi saya choir adalah core sebuah konstruksi lagu yang mampu menstimulasi kendali berfikir kita saat menikmati alunan musik.Choir laksana punya efek kejut.Kartika Jahja yang lebih tenar dengan nama Tika & The Dissidents adalah choir director yang memberi sentuhan personal dibalik vokal Leonardo.Mau tahu siapa yang berada dibalik choir itu.Selain Tika,ternyata ada “the man form the past” David Tarigan serta dua bersaudara Tiara dan Meuthia.
Leonardo terlihat ingin meraih sentuhan artistik yang personal dalam busana lagu yang disajikannya di album ini.Dia seperti berbinar menyusupkan bunyi-bunyian masa lalu yang classy.
Silakan simak era keemasan swing big band pada lagu “Midnight Hooray” yang diimbuh petikan gitar elektrik yang meliuk ke pola blues.
Penafsiran atas tema yang dijejalkan mungkin yang patut lebih diasah oleh Leonardo.Karena sebetulnya Leonardo memiliki fleksibiltas dalam produksi bunyi vokalnya itu sendiri.Ini adalah sebuah kelebihan yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi.
Dan saya masih tetap menantikan,apakah Leonardo memberi peluang untuk menuliskan dan menyanyikan lagu-lagu karyanya dalam bahasa Indonesia.Itu saja kok.

Album “The Sun” Leonardo

Iklan
Komentar
  1. […] This post was mentioned on Twitter by rahmat arham, AGUNG SAPUTRA, satria ramadhan, Edwin R Supriyadi, Denny Sakrie and others. Denny Sakrie said: Telaah album Leonardo https://dennysakrie63.wordpress.com/2011/02/04/ketika-leonardo-memercikkan-musik-adiktif/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s