Band Band Beralbum Tunggal

Posted: Februari 20, 2011 in Uncategorized

Di sepanjang karier musiknya, ada beberapa kelompok musik atau band yang hanya mampu menghasilkan sebuah album. Penyebabnya bisa beraneka ragam. Mulai dari pergeseran konsep musiknya hingga pergeseran formasi pemainnya.

Bahkan, bisa juga akibat dampak dari pergeseran tren musik. Misalnya, sebuah kelompok musik hanya sempat merilis album di saat sebuah tren sesaat tengah menghampiri industri musik.

Sebut saja Solid’80. Kelompok musik yang bermuasal dari kegiatan musik mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) angkatan 1980 ini bisa dimaklumi hanya sempat merilis sebuah album bertajuk Equivalent. Album ini dirilis pada 1985.

Setelah merilis album, sebahagian besar pendukung musiknya, seperti Glen Tumbelaka, AA Sulaiman, Emiel KWP, Setiawan Adie, Boyke Sidharta, Achink Nugroho, dan Tony Wenas telah menyelesaikan studinya. Masing-masing personel lebih berkonsentrasi pada pekerjaan yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Alhasil, Solid’80 pun akhirnya hanya berhasil mengukir satu album.

Eksperimentasi
Di sisi lain, ada sebuah grup yang hanya menghasilkan satu album karena merupakan sebuah proyek eksperimentasi bermusik. Guruh Gipsy adalah contohnya. Guruh Sukarno Putra disandingkan dengan Gipsy, kelompok rock yang beranggotakan Keenan Nasution, almarhum Chrisye, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Oding Nasution. “Guruh Gipsy adalah proyek musik dengan megabudget. Rasanya kami tak mungkin untuk mengulangnya dalam album kedua. Jadi, Guruh Gipsy berhenti pada satu album saja,” jelas Rada Krisnan Nasution atau yang kerap dipanggil Keenan Nasution .

Ada pula sebuah band yang dibentuk karena tren sesaat dan lebih mengacu pada esensi sensasi belaka. Marissa Haque Band menjadi contoh alasan ini. Marissa Haque Band merilis album tunggal pada sekitar tahun 1982. Sosok yang berada di balik berdirinya band ini adalah Fariz Roestam Moenaf. Fariz mengaku terinspirasi ingin membuat band dengan penyanyi wanita dengan balutan sisi sensual seperti Blondie atau Nena. Marissa Haque Band yang sempat melejit dengan hit “Renungan” dan didukung oleh Fariz RM, Ekki Soekarno, Herman Gelly Effendy, dan Jimmy Paais, akhirnya memang hanya seumur jagung.

Jazz rock
Beberapa alumni SMA 3 Setiabudi, Jakarta, pada 1981 sepakat membentuk sebuah band jazz rock dengan nama Staff. Grup ini awalnya merupakan penambahan dari trio AIR, singkatan Addie MS, Ikang Fawzy, dan Raidy Noor, yang merupakan alumni SMA 3. “Dulu kami tergabung dalam Kelompok Vokal Group SMA 3 dan berniat melanjutkannya dalam bentuk band,” ungkap Raidy Noor.

Staff yang terdiri atas Ikang Fawzy (vokal, drum), Raidy Noor (vokal, bas), Addie MS (piano, kibor), Riza Noor (bas), Mauly Gagola (gitar), dan Cendy Luntungan (drum), hanya berhasil merilis sebuah album lewat label Jackson Record & Tapes. Selanjutnya, para personel Staff memilih jalan karier musiknya sendiri-sendiri. Ikang Fawzy bersolo karier dengan warna pop rock. Addie MS menjadi penata musik dan kini memimpin sebuah orkestra bergengsi di Tanah Air, Twilite Orchestra. Cendy Luntungan aktif menjadi drummer jazz dalam berbagai kelompok musik. Raidy Noor menjadi penata musik di berbagai album artis rekaman.

Dasawarsa 70-an
Pada akhir dasawarsa 1970-an tercatat pula beberapa kelompok musik yang hanya sempat merilis sebuah album, yaitu Ekhsabhama. Personelnya, antara lain Christ Kaihatu, Tommy WS, Purnama Sultan, Greggy Manupassa, Wiwiek, dan Herry Uban. Pada tahun 80-an, Christ Kaihatu melejit dengan sederet proyek rekaman jazzy.

Selain itu ada pula Abbhama, yang keseluruhan pendukungnya merupakan mahasiswa jurusan musik pada Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kelompok beraliran rock progresif ini hanya bertahan sekitar setahun lebih, dengan meninggalkan sebuah album bertajuk Alam Raya. Album ini diproduksi Tala & Co.

Di awal dekade 70-an juga tercatat beberapa band rock yang hanya sempat merilis sebuah album. Yaitu Shark Move, dengan personel Benny Soebardja, almarhum Bagu Ramchand, almarhum Soman Lubis, Janto Diablo, dan Sammy.

Tulisan ini di muat di harian Republika Senin, 03 Desember 2007

Guruh Gipsy

Rara Ragadi

Solid'80

Bharata Band

Iklan
Komentar
  1. Bagus juga lho yang anda lakukan untuk melempar terus SPAM ke marissa Haque dan Ikang Fawzi. Kita habisi ramai ramai pasangan ini ya???

  2. Kompasiana berkata:

    Ya biar mampus saja mereka berdua seperti Adjie Massaid kan? Angelina sONDAKH SUDAH SETENGAH GILA DITINGGAL AMTI LAKINYA. gILIRAN iKANG fAWZI KITA ARSEN,. bIAR mARISSA HAQUE JADI JANDE MUDE.

  3. BAU BAUNYA NIH AMEPRANOTO SEPERTI YANG SUKA NANGKRING DI KOMPASIANA.COM. Namanya Uni Linda Jalil deh kayaknya ya? Kok tumben yah nggak pake nama Cah Pamulang??? Apa karena sudah didatangi Krimsus dari Polda Metro Jaya ya Bu?

  4. patricia berkata:

    Wah, jadi pengen berbuu album2 ini nih, untung saya punya album Hotel San Vicente-nya Transs. Semoga saya masih bisa mencarinya di Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s