Radiohead Tetap Mbalelo Dalam The King of Limbs

Posted: Februari 22, 2011 in Uncategorized

Radiohead masih tetap ajeg dan layak diperbincangkan.Selalu ada terobosan baru disetiap rilisan album-albumnya,hal yang pernah dilakukan pendahulunya yakni The Beatles dan Frank Zappa.Tak syak lagi Radiohead bergelimang  sepuhan yang inovatif.Thom Yorke dkk adalah inventor yang membingkai pelbagai gagasan dalam frame yang solid.

Saya sendiri ketika menyimak karya-karya terbaru Radiohead  senantiasa melakukan komparasi terhadap album album yang terdahulu.Karena,walaupun Radiohead selalu berupaya membubuhkan sesuatu yang tak stagnan,tapi toh mereka tetap tak bisa mengelak dari yang namanya benang merah dan cetak biru yang menggengam nadi musik mereka itu sendiri.Dan problematika seperti ini toh merupakan hal yang lumrah.Karena tanpa pengecualian nyaris setiap band tak bisa menghindar dari syndrome selaik ini.

Tapi Radiohead bagi saya adalah band yang mbalelo.Setelah menghasilkan hits “Creep”,Radiohead tak pernah lagi membuat komposisi dengan chorus yang singalong.Mereka seperti menguburkan era itu pada album-album selanjutnya hingga “The King of Limbs” yang baru saja dirilis secara digital itu.Sebuah keputusan berani yang tak semua band mampu melakukannya.Mungkin itu tersirat dalam penggalan lirik lagu “Separator” yang sebelumnya malah diberi judul “Mouse Bird Dog” : “If you think this is over, then you’re wrong”

Apabila ada yang menyebut album “The King Of Limbs” yang menampilkan 8 komposisi lagu  ini seolah sebuah napak tilas,maka saya mengatakan bahwa antara iya dan tidak.Tapi istilah yang tepat mungkin adalah keterkaitan antara album sekarang dengan sebelumnya.Katakanlah “King of Limbs” ini masih menyisakan tikas dari In Rainbows,seperti halnya “Amnesiac” yang masih dalam pelukan erat “Kid A”.

Di album ini Radiohead memang masih mengaduk bunyi-bunyia secara eksperimental.Dan,bagi saya,disitulah pangkal kenikmatan menyimak karya-karya Radiohead.Sebuah petulangan synth-rock yang sebetulnya lebih terasa mencapai benak kita sembari menjuntai kaki dengan santai.

Simak misalnya komposisi bertajuk “Give Up The Ghost” yang terasa lebih natural,back to nature,lrwat petikan gitar akustik yang menggelitik dan menyergap nuansa folkie yang trippy.

Track-track  setelahnya seperti “Lotus Flower” maupun “Little By Little”  memang seperti medium oase pelepasan rasa penat yang membebat raga .Suara Thom Yorke pun menyelinap memenuhi ruang dengar kita lewat “Lotus Flower” yang menggagalkan gravitasi raga kita.Dan lagu ini seperti ingin memberikan keseimbangan antara kemungkinan pencapaian teknologi dan ekspresi yang manusiawi.Eksplorasi teknik falsetto Thom Yorke  yang mendaki high-pitched terasa paripurna memberi imbuh jiwa dalam setiap kata yang termaktub  :

There’s an empty space inside my heart
Where the wings take root
So now I’ll set you free
I’ll set you free
There’s an empty space inside my heart
And it won’t take root
Tonight I’ll set you free
I’ll set you free

“Little By Little”  mungkin cenderung lebih renyah.Lebih mudah dikunyah.Track ini seperti mengejawantahkan  selubung pop yang lebih mudah dibaca.

Denting piano yang dijentikkan jemari Johnny Greenwood diimbuh detak perkusif Phil Selway yang nyaris dramatik seolah melambungkan raga kita ke gumpalan awan putih pada lagu pembuka bertajuk “Bloom”.Lagu yang membuat kita enggan bangkit dari tempat tidur dan ingin kembali mengulang mimpi yang terinterupsi.Progresi akord “Bloom” pada akhirnya membuat Thom Yorke leluasa melenturkan tone vokalnya kesana-kemari.

Jejak piano tersimak lagi pada track bertajuk “Codex” yang terasa mendaki puncak transendental lewat imbuhan kelebat harmonisasi horn section dan strings section.Tak pelak lagi,pola aransemen semacam inilah yang meleretkan Radiohead sebagai band terpenting abad ini. Apalagi dalam “Codex”,Radiohead merasa tak perlu harus mengumbar banyak kata dalam lirik lagunya :

Just dragonflies
Fantasize
No one gets hurt
You’ve done nothing wrong

Slide your hand
Jump off the end
The water’s clear and innocent

Dalam album King Of Limbs ini Radio  seperti ingin menyatukan serpihan

Album The King Of Limbs - Radiohead

musik yang influential,mulai dari postrock,electronica maupun space rock era 90an.Aura hibrida memang sangat terasa jika menyimak album yang dirilis secara digital ini.Dan Radiohead tetap menjadi band yang mbalelo.Radiohead tak pernah hirau dengan reptisi karya maupun pelbagai kredo yang kompromistis. Saya sendiri bahkan nyaris seolah tak tahu bahwa Radiohead pernah menggelembungkan lagu seperti “Creep” di awal karirnya. Adakah yang tak setuju jika saya membaptis Radiohead sebagai band masa depan ?

Tracklist

1.Bloom

2.Morning Mr Magpie

3.Little By Little

4.Feral

5.Lotus Flower

6.Codex

7.Give Up The Ghost

8.Separator

Iklan
Komentar
  1. […] This post was mentioned on Twitter by AestheticsBandstuffs, Tomi Hernawan, Dik EwinK, dwipurnomofauzi, opay4 and others. opay4 said: RT @Dennysakrie: Tentang album terbaru Radiohead The King of Limbs https://dennysakrie63.wordpress.com/2011/02/22/radiohead-tetap-mbalelo/ […]

  2. thomasofkira berkata:

    Wah, request saya langsung dijawab. Makasih mas. Emg saat ini jarang bgt ada band yang seberani mereka. Bahkan saya sempet kaget dgn king of limbs. Dan heran juga,kira2 sampe sejauh mana mereka bisa berinovasi.
    Favorit saya little by little yang mirip2 era all hail to the thief sama separator yg kayanya kuncian album ini

  3. dennysakrie63 berkata:

    thanks ya…sudah baca

  4. tomgreen berkata:

    ribet amat tulisannya

  5. Widi Asmoro berkata:

    oh begitu yah.. oke!

  6. mulo berkata:

    Bagus sekali mas deny sakrie. 🙂
    Ini awalan dari review TKOL Part 1
    Saya percaya seperti halnya in rainbow, TKOL Part 2 pasti bakalan lebih banyak kejutan.. Privieww lagi donk yah :))

  7. Awy berkata:

    Sangat setuju! Bahkan saya Pribadi membaptis Radiohead sebagai salah satu band legend dunia.

  8. Li Sahn Yang berkata:

    Bang dari skala 1-10 dapet berapa nih??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s