Gangstarasta,Kasta Rasta Tanpa Beda Ras

Posted: Februari 23, 2011 in Uncategorized

 

Album debut Gangstarasta "Unite"

Gangstarasta

Satu lagi kelompok reggae  made in Indonesia yang menyeruak setelah Rastafara,Asian Roots,Steven & Coconutztreez,Ras Muhammad  maupun Pace’rasta.Mereka adalah Gangstarasta.Terdiri atas Emilio (vokal),Uncle Bud (gitar),Cuwox (keyboards),Darta (bass) dan Boim (drums).

Visi bermusik Gangstarasta adalah mengembangkan cinta dan perdamaian tanpa perbedaan agama ,ras,suku,dan status sosial.Itu telah mereka buktikan .Dalam Gangstarasta sendiri didukung personil berbeda suku.Ada yang Batak,Sunda dan Papua.

Gangstarasta terbentuk 19 Desember 2001.Mereka,bermukim di Karawaci,Tangerang.Teklah bermain di berbagai event musik yang digelar di Jakarta.Mereka pun acapkali tampil di berbagai Pensi yang digelar di Jakarta dan sekitarnya.

Gangstarasta pun telah merilis sebuah debut album yang diproxduksi Fame Music bertajuk “Unite”.Tampaknya Gangstarasta punya obesesi terhadap persatuan yang tercermin dalam tajuk albumnya.Bisa saja ini terpicu melihat begitu banyaknya gerakan separatis di negeri ini.Mulai dari Aceh hingga Papua.

Dalam lagu “Unity” pesan itupun terlihat jelas :

Hear the drum and they come from the sea

Jah bring the tribal was a spoirit on me

Cause my life and my roots I believe

No this tribe you can’t take it from me

Gangstarasta pun meneriakkan gerajkan damai,selaik yang dilakukan Bob Marley semasa hidupnya.Simak lagu “What’s Up Bro”,sebuah komposisi yang ditulis dan dfinyanyikan oleh Emilio.Lagu ini memang terasa  kuat pengaruh Bob Marley :

What’s up bro ?

Teriakkan semangat persahabatan yang dulu pernah kita ciptakan

What’s up bro ?

Tebarkan rasa cinta damai kepada semua insan

Tapi Gangstarasta toh tetap pula menorehkan lagu beratmosfer kasmaran.Misalnya pada lagu “Hilang” maupun “Fly Away”.

Pada lagu “Unity” dan “Sunny Day”,kelompok Gangstarasta menyusupkan nuansa dancehall.Pengaruh Aswad terendus pada lagu “Sunny Day”  yang bernuansa riang.Liriknya tetap berceloteh pada gugus cinta dan damai.Terasa optimistik .

Sayangnya beberapa aksentuasi brass section justeru tidak menampilkan instrumen tiup sungguhan melainkan dari perangkat keyboards .Ini tersa sangat timpang,terutama pada lagu “Hilang” maupun “Langkah”.

Pada lagu “Sunshine”,gitaris Uncle Bud justeru memelintir melodi bluesy pada bagian interludenya.Setidaknya menyiratkan bahwa ada korelasi antara aura blues dan reggae.Yaitu sama sama menggunakan medium musik untuk menyurakan rasa pembebasan atas penindasan yang semena-mena.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s