Inspirasi Tuan Malmsteen

Posted: Februari 23, 2011 in Uncategorized

Jimi Hendrix dan aksi bakar gitar

Cover album Yngwie Malmsteen Trial By Fire

Tahun 1996,saya beruntung bisa bertemu dengan Tuan Fender yang kata hampir sebagian besar orang  amat teramat sangat “arogan”, siapa lagi kalo bukan tuan Yngwie Johann  Malmsteen.Gitaris Swedia yang dianggap salah satu gitaris yang didakwa menyebar paham neo-classical.

Saat jam menunjukkan 18.30 WIB Yngwie Malmsteen yang didampingi Kristanto Gunawan dari label Pony Canyon  menyambangi radio M97FM Classic Rock Station yang mangkal di Jalan Borobudur 10 Menteng Jakarta Pusat (sekarang radio itu telah berubah menjadi radio dangdut nan bahenol ….hiks).

Tuan Yngwie Malmsteed  sorenya baru saja melakukan klinik gitar di Hard Rock Cafe Sarinah Thamrin Jakarta.Saat itu Yngwie menebar ilmu gitar didampingi Lilo Romulo dari KLa Project.Bingung kan ?

Kesan awal bersua  memang Yngwie  Malmsteen berkesan dingin dan arogan.Tapi saya merasa kalo kita ajak dia ngobrolin musik dan musik…..masak sih dia cuek terus ?.Pasti gak mungki,kata saya membatin dalam hati.

Dan dugaan saya memang benar pada akhirnya.Yngwie yang awalnya jutek setengah mampus karena crew M97FM ingin foto bareng,akhirnya melunak.Itu pun setelah dibujuk-bujuk manajernya.

Well,Yngwie  sangat antusias ngobrolin musik mulai dari rock hingga klasik.Waktu itu saya memutar album “UK” (1977)  dari kelompok UK yang terdiri atas Bill Bruford (drums),Allan Holdsworth (gitar),John Wetton (bass,vokal) dan Eddie Jobson (keyboards,biola).”Heiiii………whatta music” teriak Yngwie Malmsteen seperti kesetanan.Hmmm…tampaknya tuan ini mulai menemukan “frekuensi” nya.

Tanpa ada pertanyaan dari saya ,tuan Yngwie yang terlihat gempal itu  nyerocos aja memuji kepiawaian gitaris Inggeris  Allan Holdsworth yang terkenal dengan gaya legato-nya itu.

“Saya ngefans sama Holdsworth.Begitu Allan cabut dari UK, band itu rasanya seperti kehilangan gigi”.tambahnya.

“Apakah anda suka dia,karena Allan juga penggesek biola” pancing saya.”That’s it” kata Malmsteen.”Konsep Legato Allan itu kan karena dia seorang violinist” imbuh Yngwie lagi.

Dan Yngwie Malmsteen yang pernah mampir di Alcatrazz juga adalah gitaris yang juga mengembangkan permainan gitarnya dari teknik vibrato yang biasa diterapkan para  pemain biola klasik.”Saya banyak menyerap dari gaya Paganini” urai tuan Yngwie.

Dalam album “Inspirations” yang dirilis tahun 1996,Yngwie Malmsteen membawakan sebuah track dari debut album kelompok UK yakni “In The Dead Of Night” yang ditulis oleh Eddie Jobson dan John Wetton.

Sebetulnya kalau ingin mengetahui gitaris gitaris yang menginspirasi Malmsteen,anda harus menyimak album ini.Karena di album ini selain,membawakan lagu dari UK,Yngwie pun membawakan “Manic Depression” (Jimi Hendrix),Gates of Babylon (Ritchie Blackmore’s Rainbow),”Picture Of Home” (Deep Purple),”Mistreated” (Deep Purple),”The Sails of Charon” (Scorpion,gitarisnya Uli John Roth),”Demon’s Eye” (Deep Purple),”Anthem” (Rush),”Child In Time” (Deep Purple),”Spanish Castle Magic” (Jimi Hendrix) dan “Carry On My Wayward Son” (Kansas).

Dan kalo kita lihat songlist-nya jelas terbukti bahwa Yngwie  Malmsteen harus diakui memang sangat tergila gila dengan Ritchie Blackmore.

“Waktu saya berumur sekitar 10 tahun,gitaris rock yang saya denger terus albumnya adalh Ritchie Blackmore.Gak ada yang lain cuma Blackmore.Saya memang menyukai Blackmore,tapi saya tak mau berada dibawah bayang bayang dia.And there was no one else. And then after that, I stopped listening to guitar players all together. ” tukasnya lagi sambil menyeruput secangkir cofee mix dan menampik tawaran memakan kue donat yang tersedia.

Tapi entah kenapa Yngwie terkadang suka mengingkari keterpengaruhannya dengan sejumlah guitar heroes yang hadir mendahului dia dalam khazanah musik rock.

Walaupun dalam album “Inspirations” Yngwie membawakan karya Jimi Hendrix maupun Uli Roth,dia tetap menyangkal sebagai pengagumnya.

“Bukankah anda pernah menyebut Hendrix sebagai salah satu pengaruh musik anda ? sergah saya.

“Tepatnya gini……I saw Hendrix on TV when I was 7 years old.And….

the day he died they showed a video of him lighting his guitar on fire, and that made me want to start playing guitar.” tukas tuan Malmsteen lagi.

Yang jelas cover album “Trial By Fire – Live In Leningrad” yang dirilis Polydor pada tahun 1989 terlihat tuan Yngwie meniru gaya Jimi Hendrix yang fenomenal : membakar gitar.

Sebaliknya dengan sumringah tuan Yngwie lebih mengelu-elukan supremasi para komposer klasik . ” When I was  kid I had my heroes that I listened their music , and…..you know  my biggest heroes are Johann Sebastian Bach, Vivaldi, and Nicolo Paganini”

Yngwie Johann Malmsteen dan Denny Sakrie

Komentar
  1. Ichsan mengatakan:

    tahun 2000 waktu saya masih kuliah di Malang, ketemu majalah HAI bekas yg ngebahas kunjungan YJM ke Indo, diliput oleh Lilo KLA. Ternyata tulisan dgn topik serupa ada di blog Mas Denny🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s