Takwil lagu “Tom Sawyer” Rush

Posted: Februari 24, 2011 in Tinjau Lagu

Album "Moving Pictures" Rusah (1981)

TOM SAWYER

A modern day warrior
Mean mean stride,
Today’s Tom Sawyer
Mean mean pride.

Though his mind is not for rent
Don’t put him down as arrogant
His reserve, a quiet defense
Riding out the day’s events
The river

What you say about his company
Is what you say about society
Catch the mist, catch the myth
Catch the mystery, catch the drift

The world is, the world is
Love and life are deep
Maybe as his skies are wide

Today’s Tom Sawyer
He gets high on you
And the space he invades
He gets by on you

No his mind is not for rent
To any god or government
Always hopeful, yet discontent
He knows changes aren’t permanent
But change is

And what you say about his company
Is what you say about society
Catch the witness, catch the wit
Catch the spirit, catch the spit

The world is, the world is
Love and life are deep
Maybe as his eyes are wide

Exit the warrior
Today’s Tom Sawyer
He gets high on you
And the energy you trade
He gets right on to the friction of the day

 

Betul,Tom Sawyer adalah remaja lelaki dari Mississippi yang pemberani,seperti yang saya baca sejak kecil sewaktu duduk di bangku SD di era 70-an.Tentunya lewat novel karya Mark Twain “Adventures of Tom Sawyer” yang kemmudian dialihbahasakan oleh Pusataka Jaya menjadi “Petualangan Tom Sawyer”.

Tapi pada awal dasawarsa 80-an,sata lebih mengenal “Tom Swayer” sebagai lagu rock yang bernuansa anthem miliki Rush,trio rock jenius asal Kanada.”Tom Sawyer” nyaris berdentam terus di gendang telinga saya.Selain vokal Geddy Lee yang mirip perempuan itu,keistimewaan lagu ini justeru pada pola drummingnya yang aneh dan sangat sulit untuk diikuti.Rumit tapi enak untuk disimak.

Saat itu anak band yang telah khatam memainkan “Tom Sawyer” pasti jadi perbincangan.Itu berarti dia sudah naik kelas,tak hanya mampu menggenjrengkan The Rolling Stones atau Deep Purple saja.Di Jakarta ada band yang menggunakan nama Punk Modern Band dan mangkal di sekitar Jalan Leuser Kebayoranyang getol banget ngebawain “Tom Sawyer” disetiap event konser yang saat itu kerap berlangsung di Teater Terbuka TIM atau Balai Sidang Senayan Jakarta yang kini populer dengan nama Jakarta Convention Center.

Drummer rock Jeli Tobing bahkan berpetuah kepada anaknya Ikmal Tobing “”Jika ingin menjadi drummer rock maka kamu harus mampu memainkan ‘Tom Sawyer’ nya Rush,’Rock N’Roll’ nya Led Zeppelin dan ‘Highway Stars’ nya Deep Purple.Karena ketiga lagu itu menampilkan pakem ngedrum rock yang bener”.Nah lho,kurang apa lagi ?

Tom Sawyer sendiri yang dirilis pada tanggal 12 Februari 1981,wow sudah memasuki 30 tahun silam,merupakan manifestasi racikan musik terbaru Rush yang sebelumnya seolah diawang-awang dengan konsepsi musik progresif rocknya .Mulai paruh hingga  70-an ,Rush menorehkan ciri dengan komposisi lagu yang berpanjang panjang dalam durasi.Saat itu tiap band yang mengusung panji prog-rock selalu ingin menafsirkan legenda yang mitikal hingga fiksi ilmiah dalam komposisi yang penuh lika-liku.Simak saja karya-karya Rushyang tertuang dalam album “Hemisphere”,”Fly By Night”,”Farewell To Kings” hingga “2112”.Drummer kutu buku Neil Peart lalu banyak mengadopsi karya literer sebagai konten utama lirik-lirik lagu Rush.

Ketika pilar progresive runtuh dihajar gerakan punk rock pada akhir dekade 70-an,banyak band-band progresif yang mulai menyederhanakan struktur komposisi musiknya,entah itu Yes,Genesis maupun E.L.P.Titik nadir yang kulminatif ini juga direspons oleh Rush yang kemudian menjejalkan album “Moving Pictures” di tahun 1981.Nuansa anyar itu langsung terpapar pada track pembuka “Tom Sawyer”.

Album “Moving Pictures” merupakan album Rush yang berhasil dalam penjualan serta pencapaian terbaik Rush dalam karir rekamannya sejak tahun 1975.

Alex Lifeson bahkan menyebut :”Tom Sawyer is a real trademark song for us”.Ucapan ini betul.Jika menyebut Rush,maka yang selalu kita ingat pertamakali adalah lagu “Tom Sawyer” yang juga kerap tampil dalam beberapa soundtrack film layar lebar Hollywood.

Tom Sawyer,kata Alex Lifeson, merupakan lagu yang sangat powerfull,dan liriknya memiliki ruh yang menyemangati banyak orang.”It’s a kind of an anthem” timpal Alex Lifeson lagi.

Di dasawarsa 70-an Rush tak syak lagi merupakan jawara progresif hard rock yang membuat nama mereka harum terutama lewat epik konseptual yang mereka tuangkan di seluruh permukaan album-albumnya.Tapi sejak merilis album “Permananent Waves” di tahun 1980 mulailah terjadi perubahan secara signikan.Rush mulai menata diri lagi.Melakukan rombak ulang kredo bermusiknya.

“Kami mulai menulis lagu dengan dimensi yang padat dan ketat bahkan cenderung dalam bentuk yang lebih ekonomis” jelas Alex Lifeson.Hasilnya adalah komposisi bertajuk “The Spirit of Radio”,sebuah tour deforce virtuoso rock yang dipadatkan tak lebih dari durasi 5 menit.Bayangkan,bagaimana Rush menyederhanakan durasi dari yang belasan menit menjadi lebih singkat tapi padat.Dan liriknya pun menjadi kian lugas dan to the point.Hal yang tak pernah dilakukan Neil Peart sebelumnya yang sejak tahun 1975 banyak memaparkan tematik sekitar mitologi kuno hingga fiksi ilmiah.Dalam album Permanent Waves pola penulisan lirik menjadi lebih sederhana bahkan subyektifitas tema terasa lebih wordly.

Walhasi,”Tom Sawyer” merupakan kristalisasi dari Rush dalam bingkai yang lebih modern :lagu rock yang powerful dibarengi pesan filosofi mendalam yang menohok.

Sesungguhnya selain menggamit inspirasi dari karya sastra besar Amerika Mark Twain,tapi juga diimbuh dengan susupan tema dari penulis Kanada Pye Dubois.

Pye Dubois ada;ah penyair dan penulis lirik yang kerap berkolaborasi dengan Max Webster,band yang berasal dari kawasan sarnia Ontario Kanada,yang satu  provinsi dengan Toronto,kediaman anggota Rush.Rush dan Max Webster ternyata saling bersahabat.Bahkan pernqah berkolaborasi bareng dalam lagu bertajuk “Battle Scar” yang termaktub dalam album Max Webster di tahun 1980 “Universal Juveniles”.

Di sekitar tahun 1980 Pye Dubois  mengirim sebuah puisi pada Neil Peart yang diniatkan menjadi sebuah karya kolaboratif.Puisi itu diberi judul “Louie The Warrior”.

Puisi itu,ternyata,dicuplik dari novel karya Mark Twain di tahun 1876 “The Adventures of Tom Sawyer”.Peart langsung menangkap saripati isi novel legendaris itu yang bertutur tentang jiwa berontak dan kebebasan .Apa yang ditorehkan Pye Dubois dalam “Louie The Warrior” seperti yang ditegaskan Neil Peart adalah sebuah potret pemberontakan di masa kini.

Neil Peart kemudian menggodok tematik lirik tersebut dengan mencuplik sebagian bait dari lirik yang disodorkan Dubois seraya mengimbuh bait yang ditulisnya sendiri yang diambil dari kisah hidupnya sendiri.

Peart lalu menyederhakanakan judul lagunya menjadi “Tom Sawyer” saja.Dan ini merupakan sebuah gagasan yang catchy.

Secara musikal Alex Lifeson menuturkan struktur komposisi “Tom Sawyer” :”Secara struktur,cara kami mengembangkan lagu ini sangat menarik yang dimulai dari verse pertama lalu masuk ke bridge kemudian chorus untuk kemudian masuk ke solo interlude dan kemudain berulang.”Sebetulnya kami tidak pernah melakukan hal semacam itu dahulu” ungkap Alex Lifeson.

Mereka berttiga menulis lagu itu pada saat musim panas disebuah  peternakan kecil di luar Toronto.Disebuah ruang kecil yang berdempetan dengan garasi,Geddy Lee,Alex Lifeson dan Neil Peart melakukan latihan dan jamming untuk mengembangkan pola lagu “Tom Sawyer”.

Rush kemudian merekam lagu tersebut di Le Studio yang berada di kawasan Morin Heights,Quebec yang dilatari pegunungan,tempat yang sama saat Rush merekam album “Permanent Waves”.Video promosi “Tom Sawyer” pun diambil di Le Studio di saat musim dingin yang mencekam.

Alex Lifeson lalu bertutur tentang pola arransemen Tom Sawyer.”Instrument synthesizers menjadi semacam kunci utama di lagu ini.Terjadi integrasi yang menarik antara kami bertiga  dengan synthesizers.Kami tetap berupaya menampilkan aura sebuah trio.Ini untuk lebih memungkinkan pada saat lagu ini akan dibawakan secara live pada saat konser di panggun.Jadi kami tak melakukan ada suara rhythm guitar yang melatari solo gitar atau hal hal semacam itu.”.

Geddy Lee tampaknya puas dengan pencapaian Rush lewat “Tom Sawyer” yang fenomenal itu.Lee bahkan menyebut Tom Sawyer sebagai “defining piece of music” dari Rush di awal dasawarsa 80an.

Hampir 3 dasawarsa,lagu “Tom Sawyer” ini masih terus bergema tanpa pudar dan pupus.Liriknya yang berceloteh tentang semangat kebebasan dan petualangan masih relevan dan inspiratif.

Suara Geddy Lee melengking,saya pun manggut-manggut mahfum :

 

No his mind is not for rent
To any god or government
Always hopeful, yet discontent
He knows changes aren’t permanent
But change is

 

Rush di Le Studio

Iklan
Komentar
  1. makanya kalo punk modern nggak bawain lagu2nya RUSH kurang sedap cing, terakhir dengerin PUNK MODERN main di waktu PAMSOSnya sma VI jkt punya gawe tuh..!!!

  2. punk modern band di “Perang Bintang” berubah jadi Duran Duran … malah anak gw bilang “ini kelabegtis ya yah?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s