Ritual Spritual Santana di Java Jazz

Posted: Maret 5, 2011 in Uncategorized

Santana Di panggung Java Jazz Festival (foto Dion Momongan)

Hampir tak ada yang berubah dari Santana.Dia tetap melengkingkan gitar Paul Reed Smith -nya dengan high note pitch bending.Dia tetap berpetuah tentang damai dan cinta.Dia tetap berlumur anasir musik Latin dalam kerangka musiknya yang eklektik.Dia tetap enerjik.Yang berubah mungkin bahwa Carlos Santa telah menikah lagi.”I just got married” ungkapnya di atas pentas Java Jazz International Festival Jumat 4 Maret 201 di kawasan Kemayoran Jakarta disela “khutbahnya” tentang cahaya dan cinta yang diamini sekitar 3000 jemaahnya.Santana memang telah menikahi drummer rock jazz Cindy Blackman,yang belakangan ini sering mengiringi Santana dibalik set drum.Tapi untuk penampilan di Jakarta kemarin dan Sabtu malam nanti,posisi Cindy Blackman yang terpengaruh drummer Tony Williams itu diisi oleh drummer session mumpuni Dennis Chambers.

Semalam Santana tampil sekitar jam 21.15 dengan mengenakan kemeja yang bergambar ikon John Coltrane,salah satu maestro musik jazz.

Selain Dennis Chambers,Santana digawangi duo perkusionis yang setia yang kerap menemani line up Santana sejak dasawarsa 70-an seperti Karl Perazzo (timbales,bongo),Raul Rekow   (conga).Juga David K Metthews (keyboards),Benny Rietveld (bass),Andy Vargas (vocal),Tommy Anthony (gitar,vocal),Tony Lindsay (vocal),Bill Ortiz (trumpet) dan Jeff Cresmann (trombone).

Karl Perazzo ,Raul Rekow dan Tony Lindsay bersama Santana merupakan penampilan keduakalinya di Jkarta sejak tampil pertamakali di JHCC tahun 1996 silam.

Konser Santana dibuka lewat sebuah instrumental yang meditative karya Sun Ra “Lord’s Prayer”.Tampaknya Santana ingin member kesan konsernya ini sebagai sebuah ritual yang menghibur.Berlanjut dengan “Yaleo” yang diangkat dari album “Supernatural” (1999) album yang kembali mengangkat pamor Santana dalam konstelasi industry musik dunia.Album yang disarankan oleh Clive Davis itu memang berbuah hasil.Lewat lagu “Smooth” yang didukung Rob Thomas dari Matchbox 20 menjadi hits besar dunia.Album “Supernatural” sendiri berhasil menyabet 6 kategori Grammy Award ditahun 2000.Sejak saat itu Santana tak hanya dikenal dikalangan baby boomers yang menggagas gerakan budaya anak muda lewat Woodstock saja,tapi komposisi terbaru Santana mulai menyeruak ke kuping anak-anak muda era millennium.

Santana sendiri sekarang menjadi milik generasi old skool  dan generasi sekarnag.Ini jelas sebuah pencapaian,karena tak semua pemusik mampu melakukan hal semacam ini.

Setlist yang dirancang Santana memang diperuntukkan untuk dua generasi yang berbeda itu.Sisi bagusnya ketika anak-anak muda masa silam berjingkrak-jingkrak saat Santana menyorongkan repertoar era Woodstock dan 70-an,anak muda masa kini meski bengong tapi tetap merespons dengan bergoyang,begitupula sebaliknya.

Seusai membawakan Black Magic Woman,lagu blues karya Peter Green yang dibawakan Fleetwood Mac dan dipopulerkan lebih tinggi lagi oleh Santana   serta interpretasi rock atas karya latin Tito Puente “Oye Co Mova”,Di sela sela Gypsy Queen,lewat petiukan gitarnya yang memorable Santana menyusupkan “Third From The Sun” nya Jimi Hendrix.

Selama ini Santana memang piawai memakeover lagu-lagu yang pernah dibawakan oleh pemusik lain sebelumnya dan seolah menjadi karya Santana.Mulai dari Jingo yang merupakan karya Papa Tunde hingga Sunshine Of Your Love yang dipopulerkan spuergrup trio Inggeris Cream.

Bahkan di album terakhirnya “Guitar Heaven”,Santana atas gagasan Clive Davis lagi meremake sederet hits era Woodstock.

Santana dengan ruh perkusi yang agitatif kermudian menghadirkan Maria Maria,Foo Foo dan Corazon Espinado.Saat membawakan  Maria Maria,Santana memainkan gitar akustik

Jeda antara lagu dimanfaatkan Santana melakukan “khutbah” cahaya dan cinta.”Yeah…..light and learn” teriak Santana berulang-ulang hingga membentuk semacam chant ritual sebuah komunitas spiritual.Santana memang kerap bertutur filosofik.Dia adalah penganut aliran spiritual Sri Chinmoy.Bahkan sebetulnya didepan nama Carlos Santana terselip nama baptisnya Devadip yang artinya  “ The lamp, light and eye of God.”,…..pelita,cahaya dan mata Sang Pencipta……

Khutbah spiritual ala Santana ini memang tak terasa menyeruak ke benak penonton.Mungkin adonan music yang ditebar Santana telah mengkristlal .Musik pada kahirnya kita mahfumi merupakan medium yang ampuh untuk menebarkan pelbagai pesan.Dan saya yakin Santana pun sadar betul terhadap kredo itu.Didukung sederet pemusik pilihan yang mumpuni ini ritual spiritual Santana berlangsung meriah.Penonton pun bertahan hingga akhirnya Santana menghadirkan encore yang bernuansa Woodstock ’69 lewat komposisi Soul Sacrifice (introduksi berupa chant yang bernuansa tribal itu memang sejenak menggugah ingatan kita pada pesta lumpur yang terjadi di Amerika pada tahun 969) berlanjut dengan medley Bridegroom dan Into The Night dan diakhiri dengan medley Freedom dan Love,Peace & Happiness.

Dan memang musik adalah kredo kebebasan.Musik melumuri manusia dengan cinta,damai dan kebahagiaan. Itu yang diungkapkan Carlos Santana tadi malam dan malam nanti.

Setlist

1.Lord’s Prayer

2.Yaleo

3.Black  Magic Woman

4.Gypsy Queen (excerpt Third From The Sun)

5.Oye Como Va

6.Maria Maria

7.Foo Foo

8.Corazon Espinado

9.Jingo

10.Europa (Earth’s Crying)

11.Batuka

12.No One To Depend On

13.Evil Way

14.A Love Supreme

15.Sunshine Of Your Love

16.Smooth

17.Dame Tu Amor

Encore

18.Soul Sacrifice

19.Bridegroom/Into The Night

20.Freedom/Love,Peace & Happiness

Raul Rekow,

Komentar
  1. senang tapi agak kecewa karena tidak ada “the game of love” dan “i’m feeling you”

  2. Fotodeka mengatakan:

    foto setilist mas denny😀 haha… *pemburu setlist*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s