Fariz Ngejazz

Posted: Maret 12, 2011 in Uncategorized

Andre Dinuth dan Fariz RM

Fariz RM dan bassist Barry Likumahuwa (foto Antara)

Erwin Gutawa dan Fariz RM (foto Antara)

Fariz RM membawakan Susi Bhelel (foto motodream)

Fariz RM di Java Jazz Festival (foto Okezone

Fariz RM tampil di Java Jazz Festival 2011 di hari terakhir 6 Maret 2011 selepas maghrib.Pemandangan menarik adalah berjejalnya penonton di depan pintu masuk di Hall D yang ingin masuk menyaksikan konser Fariz RM,pemusik serba bisa yang di awal karir solonya pada tahun 1979 cukup sering menyusupkan anasir fusion dalam karya-karyanya.Di tahun 1979-1980 Fariz RM pernah tergabung dalam kelompok Lima Sekawan antara lain bersama Candra Darusman yang kerap tampil dalam acara jazz berkala asuhan Jack Lesmana di TVRI “Nada dan Apresiasi”.Di tahun 1981 Fariz RM memperkenalkan konsep jazz fusion lewat band Transs yang antara lain didukung Erwin Gutawa dan Uce Haryono ,dua nama yang kelak berbaur dengan Candra Darusman membentuk grup jazz Karimata.Di tahun 1984-1985 Indra Lesmana yang baru balik studi di Sydney Australia lalu mengajak Fariz RM tampil bersama di pentas pertunjukan maupun rekaman.Saat itu juga terbentuk trio jazz GIF yang didukung Gilang Ramadhan (drums),Indra Lesmana (keyboards) dan Fariz RM (bass elektrik).Di tahun 1981 Fariz RM (keyboards) bersama Karim Suweileh (drums),Oetje F Tekol (bass) dan Hari Soebardja (gitar) menggarap album jazz pop Jacky “Gairah Baru”. Setidaknya dari illustrasi diatas menyiratkan bahwa seorang Fariz RM yang terampil main drum,main piano,keyboards,bass hingga gitar itu bukan sosok yang tak pernah menyentuh wilayah jazz dan kroni-kroninya. Dalm konsernya di Java Jazz Festival ini Fariz memecah penampilannya dalam dua segmen yaitu berlatar combo band dan bigband.Mengenakan kemeja merah,Fariz tampak lebih segar dan enerjik.Fariz bernyanyi sambil melakukan solo synthesizer dengan glissando yang menggelitik.

Dibuka dengan “Penari” (1990) yang dikemas dalam beat samba yang powerful, Fariz tampil diiringi Barry Likumahuwa (bass),Dimas Pradipta (drums),Andre Dinuth (gitar),Henry Budidarma (gitar) dan Yessi Kristianto (keyboards) serta Georgie Tanasale (perkusi).

Belum pernah saya melihat Fariz tampil seprima ini.Padahal untuk persiapan tampil di Java Jazz Festival ini, Fariz hanya latihan sebanyak 4 kali.Jadi mungkin bisa dimaklumi jika penampilan Fariz RM bersama Barry Likumahuwa Group dan Erwin Gutawa Big Band masih terasa kurang kompak,meski secara keseluruhan mereka berhasil memperlihatkan sebuah tontonan yang memiliki gereget. Aplause dari 2500 penonton,setidaknya memberikan aura tersendiri bagi konser Fariz RM yang tengah menyiapkan album solo terbaru bersama Erwin Gutawa,pemusik yang ditemukan Fariz saat Erwin menjadi peserta Festival Band Antar SMA Se Jakarta Tahun1979. Penampilan Fariz RM disegemen pertama bersama sederet pemusik belia justeru mengingatkan kita disaat Fariz RM tengah membentuk Transs di tahun 1981.

Usai membawakan Barcelona,aura musik Fariz yang bergelayut dengan gaya Latin Fusion Funk bergeser ke pola big band yang menampilkan brass section memikat diantaranya menampilkan Eugene Bounty dan Donny, yang selama ini dikenal lewat Pitoelas Big Band.

Erwin Gutawa yang mengenakan kemeja berwarna biru ikut tampil dibalik perangkat keyboards.

Sebuah blues rock “Susi Bhelel” yang pernah dipopulerkan Fariz lewat album “Fashionova” di tahun 1990 menggelinding dengan genit ditingkah aksentuasi brass section.

Sayangnya sound yang terdengar seperti tumpang tindih.Detilnya tak mencuat sama sekali.Entah kenapa.Tapi penonton seolah tak perduli.Mereka tetap larut dalam pesona masa lalu Fariz RM yang berupaya tampil komunikatif.Showmanship Fariz memang agak berbeda dari yang dulu.Kini Fariz RM malah seolah tak cape lompat-lompat sambil bersenandung.

Dua karya terbaru yang akan dimasukkan dalam album terbarunya,dibawakan malam itu yaitu “Terindah” karya Glenn Fredly dan Andre Dinuth dan “Fenomena” karya Bemby Noor keponakan Raidy Noor,sahabat Fariz sejak tergabung di Vokal Grup SMA III Setiabudi dulu.

Fariz pun membawakan lagu “Belenggu (Perjalanan) yang diambil dari album “Sakura” (1980).”Lagu ini saya persembahkan buat sahabat saya almarhum Jimmy Paais.Lirik lagu ini juga ditulis Jimmy” ungkap Fariz RM.Lagu “Belenggu” (Perjalanan)” memang kurang banyak yang mengenal terkecuali penggemar fanatik Fariz.Sebetulnya lagu ini memperlihatkan tata musik yang cenderung ke style dance funk seperti yang kerap diperilhatkan Earth Wind & Fire.Ketika lagu ini dibawakan dalam album “Sakura”,suara brass section dimanipulasi dari sound Mellotron.Namun saat diaransemen ulang oleh Erwin Gutawa dalam gaya Bigband,bagian brass section terasa lebih natural dan menggigit.

Pemunculan Fariz di Java Jazz diakhiri dengan lagu “Selangkah Ke Seberang” dari album berjudul sama di tahun 1979.Belakangan lagu ini dikenal luas publik karena diremake oleh kelompok White Shoes & Couples Company dalam album “Album Vakansi” (2010).Falsetto ala Fariz kembali terdengar di lagu ini,bahkan Fariz masih mumpuni memainkan solo synthesizers yang menjadi trademark lagu ini.

Walau tanpa encore,penggemar Fariz yang jumlahnya masih banyak itu toh tetap mengikhlaskan konser Fariz RM dengan durasi sekitar 1 jam lebih sedikit.

Setlist

1.Penari

2.Nada Kasih

3.Sungguh

4.Terindah

5.Sakura

6.Barcelona

7.Susi Bhelel

8.Fenomena

9.Belenggu (Perjalanan)

10.Selangkah Ke Seberang

Iklan
Komentar
  1. Ale Lintang berkata:

    Senang kalo Fariz RM berkarya lagi! Saya adalah penggemar beratnya. Saya telah akrab dengan lagu-lagu Fariz RM sejak saya kelas 5 SD. Sampe punya posternya segala hehehe…. Menarik utk ditunggu album barunya yang berkolaborasi dGn Erwin Gutawa dan beberapa musisi handal yg lainnya. Can’t wait!….

  2. Fotodeka berkata:

    tampaknya mas denny berburu setlist juga? 😛
    wah mungkin kalau sempat bertemu kita berada pada satu venue waktu Fariz…
    bisa mampir ke http://danangwawan.multiply.com/photos/album/86/Java_Jazz_Festival_2011_Sunday 😀 *monggo boleh digunakan fotonya*

    salam

    • denny sakrie berkata:

      Gak mas,say gak berburu setlist.Biasanya tiap konser saya mencatat sendiri,ini utk melatih ingatan terhadap lagu aja kok he he

  3. thomy berkata:

    dua2 nya memang hebat … yg nulis sama yang ditulis …. salut !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s