30 Tahun Album “Hotel San Vicente” Transs

Posted: Maret 13, 2011 in Uncategorized

Djundi Karjadi dan Denny Sakrie

Tepat tahun 2011 ini genap 30 tahun album bertajuk “Hotel San Vicente” dari kelompok Transs yang didukung oleh Fariz RM (vokal,gitar,keyboards,bass),Dandung Sadewa (vokal,gitar),Djundi Karjadi (keyboard),almarhum Wibi AK (perkusi),Uce haryono (drums),Erwin Gutawa (bass),Hafil Perdanakusumah (flute,vokal)  dan Eddy Harris (keyboards).

Kemarin Sabtu 12 Maret 2011 bertempat di kediaman Fariz RM di jalan Camar III Bintaro Jaya para anggota Transs kembali berkumpul dan reuni.”Kami bertujuh berkumpul,tentunya minus almarhum Wibi AK” ungkap Dandung Sadewa.

Transs 1981 almarhum Wibi AK,Dhandung Sadewa,Fariz RM,Hafil Perdanakusuma,Uce Haruono dan Erwin Gutawa

Awal tahun 80-an,seusai merilis album “Sakura”,Fariz RM kasak-kusuk ingin bikin band dengan basis jazz rock atau fusion.Kebetulan saat itu Jakarta tengah dilanda demam fusion.Saat itu anak anak muda tiada henti ngomongin Chick Corea,Steve Gadd,Stanley Clarke,Al di Meola dan yang lainnya.

Ketika digelar ajang kompetisi Festival Band Antar SMA se DKI,maka berlomba-lombalah mereka mengikuti ajang tersebut.Dan ingat,ajang ini mungkin yang nantinya akan menginspirasikan Yamaha Music menggelar Light Music Contest atau Band Explosion yang entah kenapa menjadi ajang band-band bercorak fusion jazz rock.

Nah,Fariz pun mengincar beberapa instrumentalis terbaik hasil jebolan Festival Band Antar SMA antara lain Erwin Gutawa bassist SMA VI Bulungan Band (gilaa….saat bertanding Erwin memamerkan kehandalannya bersolo bass dalam lagu “Spain” nya Chick Corea lho).Lalu ada Uce Haryono Hudioro drummer dari SMA XI Bulungan yang saat itu telah pula membantu album Chaseiro (Musica Studio 1979) dan album Guruh dan Swara Maharddhika (Pramaqua 1979).

Untuk divisi keyboard ada Djundi Karjadi dan Eddie Harris yang berasal dari SMA Kanisius Jakarta ,juga dari  ajang Festival Band .
Lalu ada Hafil Perdanakusumah (flute,vokal) dan almarhum Wibi AK (perkusi),keduanya juga tergabung dalam Swara Maharddhika Band bersama Uce Haryono.Dan yang satu lagi adalah Dhandung SSS yang kelak mengganti nama menjadi Dhandung Sadewa.

Lalu Transs rilis album di Akurama Record dengan tagline yang sangat tendesius : Pembaharuan musik Indonesia dalam warna,personalitas dan gaya.Boleh jadi ini hanya sekedar gagahan.Tapi ternyata beberapa tahun setelahnya,mulailah menjamur band-band fusion seperti Transs yang tercerabut dari ajang Light Music Contest.Ada Krakatau,Emerald,Spirit,Halmahera dan entah apa lagi.Bahkan di paruh 80-an,dua eksponen Transs terlibat dalam kelompok Karimata : Erwin Gutawa dan Uce Haryono.

Ketertarikan mereka pada fusion memang tertumpah pada album dengan disain grafis yang catchy .Bahkan pose Trans di depan Hotel San Vicente mau gak mau mengingatkan kita pada cover album Al Di Meola “Splendido Hotel” (1980
Erwin Gutawa menampilkan permainan bass yang rada ngefunk.Banyak mengumbar teknik slapping.Maklum saat itu permainan bass ala Marcus Miller atau Anthony Jackson banyak menjadi inspirasi anak band.Uce pun menampilkan kualitas drumming yang mumpuni.Rasanya Uce banyak mengadopsi pola drumming Steve Gadd.Dan solo synthesizer Chick Corea yang senantiasa menerapkan glissando tertuang dalam permainan keyboards Transs.

“Tapi dibeberapa lagu justeru Fariz yang memainkan bass.Sangat ngefunk” jelas Djundi Karjadi,anak pemilik studio mewah Gelora Seni Studio.

Sebuah karya instrumental yang diberi judul “Transsession” merupakan karya terbaik di album ini.Dikemas dalam pola beat Samba,lagu ini kuat nuansa Brazillian Jazz nya.Ada pengaruh Return To Forever tapi kadang terbersit gaya trio fusion Azymuth.

Sayang,Hafil agak tertatih tatih dalam meniup flute-nya.Begitupula kualitas vokal Hafil dan Dhandung SSS yang terasa ala kadar.Upaya Dhandung menerapkan teknik falsetto dalam “Lagu Dambaan” memang perlu pembenahan. Untunglah Fariz dan bintang tamu Wiwik Lismani bisa menyelamatkan divisi vokal.

Pengaruh Gino Vannelli terasa pada lagu “Kalangan Dusta” yang dinyanyikan Hafil.Setidaknya ada beberapa bar terjadi kemiripan notasi pada lagu “Love Of My Life” nya Gino Vannelli dari album “The Gist of The Gemini” (1976)

Disayangkan pula,Transs hanya sempat merilis satu album saja.Tapi album ini bisa dianggap sebagai salah satu cetak biru pergerakan musik fusion di Indonesia.Tak salah bila majalah Rolling Stone Indonesia mencantumkan album “Hotel San Vicente” sebagai salah satu dari 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa pada tahun 2007 silam.Transs sebetulnya sempat pula menjadi band pengiring album kompilasi Tembang Remaja ’81.

Moga moga reuni manis ke 7 personil Transs di rumah Fariz RM kembali bisa menyatukan mereka kembali baik di panggung maupun rekaman.

Denny Sakrie

Cover album Hotel San Vicente garapan Boedi Soesatio

Track List

1.Senja dan Kahlua

2.San Vicente

3.San Vicente

4.Jumpa Asmara

5.Kemelut Ragu

6.Lagu Dambaan

7.Kalangan Dusta

8.Transession

9.Secitra Cita

10.Semarak Cinta

Iklan
Komentar
  1. Mzd87 berkata:

    Innalilahi Wa innalilahi rojiun…
    Baru saja tadi malam Om Uce Haryono meninggal dunia di Kemang…

    Alm. sedang bermain dengan Band Aligator di salah satu cafe di bilangan Kemang,
    Di tengah lagu tiba2 alm. menunduk seolah sedang mengambil Stik yang jatuh / Pedal Kick yg sedang bermasalah,

    Tapi ternyata beliau terjatuh karena sakit yg mendadak…
    Setelah itu saya dan teman2 (yg pada saat itu kebetulan ada disana) langsung serentak menggotong beliau ke Sofa…

    Dari gejalanya saya sudah melihat aneh, karena beliau menggigit lidahnya seperti menahan rasa sakit 😦

    Akhirnya semua setuju untuk membawa beliau ke SOS segera…
    Dan akhirnya beliau tidak tertolong… 😦

    *dan ternyata saya dan teman2 menjadi saksi panggung terakhir om Uce Haryono… 😦
    Benar2 Musisi, Hidup di Drum dan meninggal pun di Drum… 😦

    Selamat jalan om Uce, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, amin amin amin

  2. Clipie saleh Mn berkata:

    Dalam rangka apa nih TRANSS ketemuan , dirumah MAS Faiz ya Bang Denny ….

  3. Devin Kalinin berkata:

    Halo, saya kebetulan lagi nyari banget plat-nya hotel san vicente-nya transs. Mas Denny ada kenalan yang jual gak?

  4. patricia berkata:

    Halo kang Denny, hotel san vicente itu benar2 ada atau cuma nama fiktif aja? Kalo benar2 ada, dimana ya? Saya penasaran sih, trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s