Michael Franks Bernyanyi Tentang Terong Hingga Toples Kue

Posted: Maret 14, 2011 in Uncategorized

14 tahun silam saya pertamakali nonton Michael Franks di Blue Note,klab jazz kelas dunia yang hanya sebentar beroperasi di Jakarta,lalu tutup.Saat itu Michael Franks sempat menghentikan konsernya karena banyak asap rokok beterbangan di sekitar venue. Kini Michael Franks datang lagi ke Jakarta.Di tempat yang agak leluasa,di Ritz Carlton Ball Room,Pacific Place Jakarta 10 Desember 2008.Agak lega tempatnya,tapi menurut saya malah jadi mengurangi “intimacy” Michael Franks.Apalagi mayoritas Lagu Michael Franks dengan lirik yang memiliki pendekatan sasterawi,lebih tepat “dibisikkan” di tempat tempat bernuansa personal.Ya….semacam Blue Note yang tinggal nama itu. Penonton yang menyaksikan Franks bersenandung memang banyak yang ingin bernostalgia.

Michael Franks

Maklum di era awal 80-an lagu-lagu Michael Franks sempat mengkhalayak walau mungkin sebatas kelas menengah ke atas.Radio-radio swasta di kota-kota besar seperti Jakarta,Bandung,Surabaya dan lainnya acapkali memutar lagu seperti “The Lady Wants To Know”,”Antonio’s Song” (yang menjadi inspirasi Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun menulis lagu “Keraguan” di tahun 1986),”Down Brazil”,”Don’t Be Blue”,”Eggplant”,”Monkey See Monkey Do” dan banyak lagi.Jaman itu pula banyak beredar kaset kompilasi berlabel jazz vocal,jazzytunes dan sejenisnya yang selalu menyertakan satu atau dua lagu-lagu Michael Franks.

Tak heran jika ,malam itu,banyak pasangan muda yang bibirnya komat-kamit mengikuti suara nassal Michael Franks.Penyanyi kelahiran  18 September 1944 di La Jolla,California ini memang tak banyak aksi.Dengan memakai setelan jas,Franks hanya mematung ditemani cabassa di genggaman jarinya.Suaranya pun tak berubah.Franks memang menyanyi lirih.Tak mengandalkan teknik.Dia betul-betul bersenandung dalam arti sesungguhnya.Elfa Secioria mengomentari :”Suara Michael Franks memang seperti demo-tape.Nyanyi apa adanya.Untungnya ia selalu didampingi pemusik handal”.Michael Franks ditemani Willard Dyson (drums),David Mann (flute dan saxophone),Charles Blenzig (piano),Veronica Nunn (penyanyi latar) dan Jay Anderson (bass).Jay Anderson,misalnya,adalah pemain bass handal yang pernah bermain untuk 300 albums.Dia pernah tergabung dalam Mike Stern,Joe sample,Michael Brecker,Toots Thielemans,Eliane Elias,Mel Lewis dan banyak lagi.Bassist berkepala gundul ini terakhir banyak mendukung konser dan album Michael Franks.

Saxophonis David Mann,malah pernah mendukung Leni Stern,Bob James,Tower of Power hingga Spyrogyra.

Musik Michael Franks sendiri memang banyak mengadopsi  musik Brazil.Meski tak terlalu medok,tapi setidaknya Franks banyak menyerap gaya rhythm section-nya.Seperti dalam “Antonio’s Song” maupun “Down Brazil” yang bermotif bossa nova.Franks sendiri mengagumi Antonio Carlos Jobim,pemusik Brazil yang membawa bossa nova ke industri musik Amerika Serikat pada dasawarsa 60-an.Sosok Jobim pun ditulis Franks dalam lagu “Antonio’s Song” yang sangat populer di Jakarta :

Antonio loves the desert
Antonio prays for rain
Antonio knows that Pleasure
Is the child of Pain
And lost in La Califusa
When most of my hope was gone
Antonio’s samba led me
To the Amazon
We sing the Song
Forgotten for so long
And let the music flow
Like Light into the Rainbow

Jika ditilik dari pemaaparan tema lirik,jelas bahwa Micahel Franks memang memiliki kekuatan pada goretan lirik-liriknya.Tak heran,karena Franks pernah belajar sastra di UCLA.Dan,akhirnya Franks bisa bertutur tentang apa saja dalam lagu-lagu yang diciptakannya dari era 70-an hingga sekarang ini.Bayangkan saja,Franks bercerita tentang toples kue dalam “When The Cookie Jar Is Empty” .Apakah yang anda lakukan jika menemukantoples kue yang kosong tanpa menyisakan sepotong kue sedikitpun ? :

When the cookie jar is empty
Baby gets so glum
When the cookie jar is empty
Baby sucks her thumb
Baby breaks her dishes
And she won’t eat her peas
Baby never misses
When she throws her spoon at me
Leo is high as I am leaving;
Love is the web that she is weaving
When the cookie jar is empty
Baby don’t act right
When the cookie jar is empty
Baby cries all night
Baby gets so sassy,
How can I explain?

Mungkin tak banyak penonton  yang menyimak kedalaman lirik yang ditulis Michael Franks.Semuanya memang bisa terabaikan,setelah dibalut notasi dan arransemen musik yang memang tak bisa dipunkiri dekat dengan zona romantis.Belum lagi dengan gaya  bernyanyi Franks yang seolah berbisik,bahkan mungkin mendesis.Siapa yang akan perduli jika Micheal Franks yang telah memutih rambutnya  ternyata bertutur tentang seorang vegetarian dalam “Eggplant” ?

The lady sticks to me like white on rice.
She never cooks the same way twice.
Maybe it’s the mushrooms. Maybe the tomatoes.
I can’t reveal her name but Eggplant is her game.

When my baby cooks her Eggplant,
She don’t read no book.
She’s got a Giocanna kinda of dirty look

Denny Sakrie

Komentar
  1. Said NIzam .L mengatakan:

    Bukan Main ulasan anda tentang Michael Frank, Saya salah seorang penggemar Jazz yang menyukai lagu-lagu MF. Bagi saya Franks is Great…, The Master of Jazzy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s