Menelisik Perangkat Musik Digital

Posted: Maret 18, 2011 in Uncategorized

Leon Theremin

Dr.Robert Moog (1934-2005)

Perangkat musik digital Reactable

Beruntung saya nonton konser Bjork di Tennis Indoor 12 Februari 2008 silam.Kenapa ? karena dari konser yang digagas extravaganza ini akhirnya saya bisa melihat dan mendengarkan secara langsung instrument musik elektroni mutakhir yang diberinama Reactable.Konon Reactable hanya dimiliki pemusik tertentu saja di dunia.Ini yang menarik.Prinsip kerja Reactable yang super canggih terinspirasi dengan Moog synthesizer yang ditemukan oleh Dr Robert Moog pada dasawarsa60-an : memanipulasi bunyi-bunyian sintesis.

Reactable dirancang untuk bisa dimainkan lebih dari satu musisi secara simultan dalam waktu yang bersamaan.Ini bisa terlaksana karena Reactable memiliki konsep multi-touch-Dalam konser Bjork terlihat ada 3 pemusik yang memegang Reactable. Dalam memainkan Reactable,pemusik bisa menggabungkan banyak elemen yang berbeda seperti synthesizers ,berbagai ragam effect,sample loops serta control elements dalam mewujudkan komposisi musik yang unik dan fleksibel.

Disini terlihat jelas perkembangan teknologi yang bergerak cepat dari era ke era terus mengawal eksistensi bermusik tanpa harus mengebiri esensi bermusik.Teknologi musik yang telah memasuki ranah digital ini sesungguhnya memberikan kemudahan dalam mengolah musik sesuai tuntutan zaman.Meskipun banyak kritik yang menuding kecanggihan teknologi memupuskan aura bermusik yang natural atau kadang disebut sebagai musik mesin,tapi jika ditelaah lebih jauh justeru melajunya perkembangan teknologi yang menyusup dalam gugus musik justeru banyak memberi kemungkinan-kemungkinan dalam eksplorasi musik yang selama ini mungkin hanya ada dalam benak sang kreator musik itu saja.

Menariknya lagi,kini untuk menciptakan sebuah karya dan karsa musik tak hanya dilakukan oleh pemusik bertalenta saja.Kaum awam yang tak memiliki latar pemahaman musik yang mendalam pun bisa menciptakan sebuah musik bahkan bisa tampil bak seorang multi-instrumentalis.

Bahkan untuk menghasilkan sebuah rekaman yang berkualitas dalam pencapaian artistik dan estetikan bermusik kini bisa dilakukan di rumah saja.Menurut pemusik Andy Ayunir yang banyak melakukan eksplorasi musik lewat pendekatan dan pemahaman digital serta elektronik,sekarang banyak perangkat musik digital maupun software musik yang memadai.”Tinggal pilih mana yang sesuai dengan selera” ungkap Andy Ayunir yang memiliki studio rekaman digital lengkap di kawasan Jakarta Selatan.Andy lalu menyebut beberapa software yang kini kerap dipergunakan banyak pemusiki dalam industri musik seperti ProTools,Logic,Nuendo,Live,Catwalk,Fruty Loops dan banyak lagi lainnya.

Secara spesifik Andy Ayunir bertutur bahwa Protools telah dikenal luas sebagai jagonya Audio yang telah menjadi standart internasional.Kemudian ada Cubase yang justeru banyak memiliki instrumen musik virtualnya.Beberapa instrumen musik yang telah masuk kategori vintage seperti mellotron,clavinet,Hammond B3 dan seterusnya bisa dihadirkan kembali soudnya secara virtual.

Lalu software seperti Nuendo atau Logic yang diakui sangat imbang.Live yang lebih mudah dalam pengoperasiannya terutama untuk sebuah live performance termasuk banyak dipergunakan oleh para DJ.Reason tersa unik dan seru.Kemudian untuk para pemusik pemula lebih tepat jika memakai Garage Band maupun Fruty Loops yang sangat instan.Untuk sebuah penggarapan musik yang dituntut cepat jadi,kata Andy Ayunir,software tersebut sangat diandalkan.

Lalu sejak kapan embrio perangkat musik elektronik dan digital ini berkecambah ? Dalam catatan sejarah,penggunaan pertama instrumen musik secara elektrik adalah Denis d’or pada tahun 1753 yang disusulm oleh penemuan Clavecin electrique oleh Jean-Baptiste de Laborde di tahun 1761 yang berwujud keyboard dengan 700 strings yang menghasilkan bunyi-bunyian elektrik .Di tahun 1876 synthesizer elektrik pertama ditemukan oleh Elisha Gray.Secara tidak sengaja Gray menemukan oscillator yang berfungsinuntuk mengendalikan bunyi-bunyian lewat circuit elektromagnetik.Penyempurnaan synthesizer ini mulai terlihat di tahun 1906 lewat gagasan Lee DeForest yang kemudian menjadi semacam cetak biru untuk radio broadacsting dan komputasi elektronik dan perangkat-perangkat sejenis lainnya.

Penemuan serupa juga dilakuakn Thaddeus Cahil lewat perangkat bernama Dynamophone serta Telharmononium.Di tahun 1924 Jorg Mager menemukan Spherophone dan Partiturophone.Lalu berturut-turut muncul perangkat elektronik lainnya seperti Theremin (1927),Electronde (1933),Ondes Martenot (1928),Trautonium (1930),Mellertion (1933),Emicon (1930).

Pengembangan perangkat musik elektronik ini tak hanya di Amerika  melainkan juga di Jerman dan Rusia.Di Leningrad di sekitar 1919-1920 Leon Theremin menciptakan dan memainkan perangkat elektronik yang dinamai Etherephone lalu berganti menjadi Theremin.Perangkat musik inilah yang dianggap sebagai yang pertama menghasilkan sebuah komposisi musik elektronik.Leon Theremin bahkan menciptakan electronic rhythm machine pertama dengan nama Rhythmicon.Di tahun 1929 komposer Joseph Schillinger menulis komposisi First Airphonic Suite for Theremin and Orchestra yang dimainkan oleh The Cleveland Orchestra serta Leon Theremin yang tampil sebagai solois.

Dalam kurun waktu akhir era 40-an hingga era 50-an mulai bermunculan perangkat musik elektronik yang pada prinsipnya bergereak sebagai controller perangkat musik secara otomatis.

Pada dekade 1950-an RCA memproduksi perangkat eksperimental yang menghasilkan suara dan musik secara sintesis yang dirancang oleh Herbert Belar dan Harry Olson.Saat itu mereka bahkan telah berhasil menghasilkan pemrogaman produksi musik.Nama nama lain yang tercatat bereksperimen menghasilkan perangkat musik elektronik ini antara lain Hugh Le Caine,Raymond Scott,Don Buchla dan Harald Bode.

Lalu mencuatlah sosok Robert Moog,salah seorang engineer dari RCA yang menciptakan sebuah synthesizers yang bisa dimainkan oleh pemusik.Syntesizers yang dirancang Moog ini mulai diperlihatkan dalam konvensi Audio Engineering Society pada tahun 1964.Moog lalu merampungkan standarisasi untuk control interfacing dan menggunakan sebuah logaritmik.Disepanjang era 60-an berbagai rekaman mulai menggunakan Moog synthesizers.

Di tahun 1970 Robert Moog memperkenalkan garapan mutakhirnya MiniMoog.Perangkat musik ini ternyata lebih diminati,karena penggunannya lebih simpel dan bentuknya lebih portable.Beberapa pemusik sohor seperti Keith Emerson hingga Stevie Wonder termasuk sosok pemusiki yang mempopulerkan MiniMoog baik dalam rekaman maupun pertunjukan panggung.

Dalam kurun waktu 1980-2000 mulailah dikenal era digital synthesizers.Di tahun 1983 Yamaha Music memperkenal digital synthesizer DX-7 yang menggunakan Frequency Modulation synthesis yang sebetulnya telah digagas John Chowning dari Universitas Stanford pada akhir era 60-an.

Di tahun yang sama muncul polyponic digital sampler pertama dengan nama Fairlight CMI.Disusul dengan hadirnya Synclavier dan Kurzweil K250.

Seiring dengan kian beragamnya pemunculan produk digital synthesizers muncul sebuah konsep yang bisa menghubungkan antara sebuah instrumen musik dengan instrumen musik lainnya yang dikendalikan oleh mikro kumputer.Konsep ini lalu dijadikan sebuah standar dengan nama MIDI yang merupakan singkatan dari Musical Instrument Digital Interface.Kegiatan bermusik di studio rekaman pun mulai bertumpu pada kecanggihan MIDI ini.

Kemajuan teknologi dalam perangkat musik ini pada akhirnya memang membuat kreator musik jadi lebih leluasa melakukan eksplorasi dan eksperimentasi.Kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh perangkat musik digital ini sebetulnya justeru tidak mematikan talenta pemusik,namun secara simbiose mutualisme malah lebih menjanjikan sebuah hasil produksi musik yang maksimal.Bayangkan,sekarang ini menghasilkan sebuah gagasan dan rekaman musik bisa dilakukan di tempat tidur.Sesuatu yang tak terbayangkan pada dekade dekade sebelumnya.

Iklan
Komentar
  1. punt berkata:

    salut…jadi makin paham tentang musik digital

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s