Themilo memotret lirih,gugah,gugat,pekat

Posted: Maret 18, 2011 in Uncategorized

Lirih,gugah,gugat,pekat.Empat kata ini mungkin paling tepat mendeskirpskikan  album Photograph dari kelompok themilo .

Saya memperhatikan band asal Bandung ini sudah lama.Mereka memiliki kekuatan dalam memempelaikan musik dan kata.Mereka memang  hirau pada kekuatan bunyi sebagai metaforik yang tak bisa diganggu gugat .Gaya shoegaze yang mematung adalah pilihan themilo.Dan itu kian menjadi-jadi jika menyimak album Photograph ini.Kita seperti tengah terperangah melihat deretan foto foto yang terbingkai dalam pigura dan berderetan di dinding yang dingin membiru.Tak salah jika sesosok anak manusia yang tengah diterpa kegalau tiba-tiba merampas lagu themilo sebagai anthem jatidirinya seperti yang tercerabut dalam lagu “Apart” :

She speaks

She talks

She lies

Her lies changing everything

My body and my soul

My sickness and my weakness

All together now

Blended in one sadness

Everything so alone

Lirik lirik diatas ini kian berderai manakala diimbuh dengan gumpalan musik yang menyayat tapi bukan mengumbar kegamangan yang cengeng.Disini themilo memotret kegalauan dengan sikap yang bukan ingin berniat menguak simbahan derai airmata.

Kemurungan memang seperti bergumpal dan melumuri seluruh permukaan komposisi yang dimainkan themilo.Saya yakin banyak yang merapat dan menyamakan persepsi kegalauan sat menyimak lagu “For All The Dreams That Wings Could Fly” :

the more of you remain in this hollow place..

until the more of you reveal

and no one cannot see this because behind my face

is it as real as life could  be..

Sayapun menyimpulkan sebuah analisa,bahwa themilo ingin menelusuri keping-keping hati secara personal dalam berbagai episode mulai dari rasa letih jiwa hingga ke tafsir penyeselan hati.Mari kita simak tutur sesal dalam lagu “So Regret” :

Do you remember when you strong

do you remember we laugh together

now God call you to come back home..

Penempatan bunyi-bunyian gitar yang proporsional melatari tiap tiap kata yang disenandungkan memang sebuah motif yang cerdas.Karena dawai gitar terasa lebih fleksibel,bisa menyeruakkan nuansa yang lunglai tapi bisa berubah menjadi lugas.

Toh themilo seperti ingin berpetuah,tak hanya sekedar mendeskripsikan kegalauan belaka.Simak lirik yang berbahasa Indonesia ini :

Hadapi hidup yang remuk  hapus semua kenangan yang kelam

Semua nyata hati pun terluka

Gerak ini telah terdiam hati t’lah tertoreh pisau yang keji

Semua nyata akankah kau percaya?


Kelenturan vokal Ajie Gergaji juga didukung dua vokalis wanita memang seperti sengaja ingin memancing tafsir tertentu dari penikmatnya.Bahkan themilo tidak memberi kesempatan bagi penikmatnya untuk menyimak lirik-lirik yang dilantunkan.Sepertinya ada kesengajaan untuk menimbulkan ritual tertentu saat menikmati karya themilo tanpa harus membagi konsentrasi pendengarnya yang ingin membaca lirik lagu.Makanya album yang covernbya hanya menampilkan sketsa hitam putih ini sama sekali tidak menyertakan lirik lagu.

Anak anak Bandung ini seperti ingin meneruskan tradisi lirih Bimbo yang banyak menebar multi tafsir pada lagu-lagunya di periode awal era 70-an terutama penempatan lirik-lirik yang cenderung metaforik ,bukan pada saat Bimbo jadi simbol pembawa lagu-lagu rohani.

Tracklist :

1.Stethoscope

2.For All The Dreams That Wings Coulkd Fly

3.So Regret

4.Get Into Your Mind

5.Dreams

6.Don’t Worry For Being Alone

7.Daun dan Ranting Menuju Surga

8.Apart

Album Photograph Themilo

Komentar
  1. allex mengatakan:

    koreksi sedikit mas Denny, lirik lagu yang Mas maksud pada lagu Apart (Its the darkness in you that makes me so pure…) itu seharusnya lirik lagu Romantic Purple, dari album pertama Themilo..

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s