Perhelatan Gitar Scott Henderson

Posted: Maret 21, 2011 in Uncategorized

Scott Henderson untuk kedua kalinya tampil di Jakarta.Jika di tahun 1993 Scott tampil dengan grup fusion yang dibentuknya bersama Gary Willis “Tribal Tech”,maka semalam 20 Maret 2011 Scott Henderson tampil bersama kelompok trionya yang didukung Travis Carlton (bass) dan Allan Hertz (drums) di Hard Rock Café Ex Plaza Thamrin Jakarta.Seperti halnya konser Tribal Tech dulu,kali ini Scott Henderson pun berkunjung ke Indonesia atas ajakan promotor Chico Hindarto,yang pernah menghadirkan Acoustic Alchemy,Spyrogyra,Yellowjackett,John Pattitucci hingga Pat Metheny Group pada era 90-an.”Saya ingin kembali menghadirkan pemusik-pemusik jazz idealis ke Jakarta” ungkap Chico Hindarto

Menariknya,konser Scott Henderson yang merupakan bagian dari tur Asia nya itu semalam ditonton oleh sebagian besar pemusik Indonesia dari era dulu hingga sekarang.Terlihat Mus Mujiono,Oding Nasution,Nadjib Osman,Doddy Sukasah,Tammy Gipsy,Donny Suhendra,Baron,Tohpati,Indro Hardjodikoro,Andra Ramadhan,Gusti Hendy,Thomas Ramdhan,Coki Netral,Gugun,Ikmal Tobing.Stevie Item,Irsa Destiwi,Robert Mulyarahadrdja,Demas Narawangsa,Krisna Discus,Iwan Hasan  termasuk Ahmad Dhani bersama puteranya dan banyak lagi.Bahkan konser ini banyak ditonton sederet gitaris dari pop,rock hingga jazz seperti Iwan Hasan,Abdee Negara,Mus Mujiono,Ponco Satria,Andre Dinuth,Tohpati,Baron,Coki Netral,Ezhra,Gugun,Oding Nasution,Donny Suhendra,Andra Ramadhan hingga Steve Item.

“Scott adalah gitaris yang telah memainkan genre apa saja.Kalo mau liat tontonan yang cerdas,salah satunya ya nonton Scott Henderson” tutur Oding Nasution gitaris Cockpit yang juga ketua INA Blues,komunitas blues yang bermitra dengan Chico Hindarto menghadirkan Scott Henderson.

Komposisi karya Miles Davis “All Blues” yang diambil dari album feenomenal “Kind Of Blue” (Miles Davis,1958) menguak pertunjukan Scott Henderson yang menggunakan gitar bermerk Suhr.Ketrampilannya menggerayangi fret gitar membawa penonton pada sebuah ambience yang ekstatif.Scott lihai mengimbuh solo melalui akord yang diberi ruang luas.Ini merupakan salah satu style Scott yang tampaknya telah terbentuk sejak dekade silam ketika Scott Henderson  memilih meraup nafas blues dalam karya-karyanya.

Walhasil karya-karya Scott Henderson terdengar lebih eklektik.Dia menghembuskan aroma blues kontemporer yang mengedepankan banyak progresi akord dan ambience.Namun Scott tetap hirau pada anasir swinging yang kerap menjadi ruh utama musik jazz.Semuanya diekspresikan dalam bingkai rock yang menggelegar.

“Scott memang luar biasa.Dia telah samapai pada taraf established.Dia memainkan blues dengan berbagai kecenderungan.Swingingnya tetap terasa” komentar gitaris Tohpati. Dengan memilih pola Chicago Blues yang banyak mengedepankan bunyi-bunyian instrumen elektrik,menjadikan blues ala Scott Henderson bisa menyelusup ke lintas usia.

Jika dianalogikan,Scott Henderson adalah koki yang terampil mengaduk pelbagai elemen rasa menjadi satu kesatuan yang integral.Dan kita hanya mampu menyebutnya sebagai musik Scott Henderson.

Scott lalu bertutur pada penonton akan memainkan sebuah komposisi baru yang belum pernah mereka rekam bertajuk “Sphynx”.Lagu ini terasa unik,yang memadukan gaya fusion dan blues.Bahkan dalam beberapa verse,Scott menghadirkan notasi bernuansa Arabic.Tensi lalu menurun saat Scott Henderson Trio memainkan “Calhoun” yang lebih teduh dan menghanyutkan.Banyak penonton merasa jenuh dengan gaya ballad Henderson seperti ini.Padahal sesungguhnya disinilah keunggulan Scott dalam mengekspresikan pola permainan gitarnya yang variatif.

Ketertarikan orang terhadap musik Scott Henderson jika dianalisa terletak pada nuansa blues rock yang dikedepankan sebagai tulang punggung musiknya.Scott  sendiri mengaku sangat terpengaruh Jimmy Page,Jeff Beck,Jimi Hendrix hingga Johnny Winter,sederet gitaris yang mengawinkan blues dan rock pada era 70-an.

Permainan musiknya semakin kaya ketika Scott mulai berkenalan dengan modern jazz.Dia mulai menyimak Miles Davis hingga John Coltrane.Scott bahkan mulai diajak bergtabung dalam proyek rekaman Chick Corea hingga Joe Zawinul.

Di lagu keempat Scott Henderson mendedikasikannya untuk almarhum Joe Zawinul penggagas Weather Report yang juga membentuk Zawinul’s Syndicate.Dan bergaunglah sebuah komposisi fusion bertajuk “Db Waltz” karya Joe Zawinul yang terdapat dalam album “Domino Theory” Weather Report (1984).

Dalam komposisi ini permainan bass Travis Carlton yang putera gitaris Larry Carlton mulai terlihat penting.Bunyi bass yang dihasilkan Travis berpadu dengan sinkopasi rumit dari drummer Allan Hertz.Penonton pun kian terkesima.Aplause panjang menggema di langit langit Hard Rock Café.

Scott Henderson sendiri setiap pergantian lagu selalu mengambil jeda sejenak menyetem ulang snar gitarnya.Ini akibat permainan tremolo dan bending dengan intensitas yang tinggi.Walaupun jarang berkomunikasi dengan penonton,tapi Scott tetap berdialog melalui celoteh gitarnya yang ekspresif.

Pada lagu kelima “Hillbilly In The Band” yang diambil dari album solo Scott “Well To The Bone” (2002),ketiganya dengan antusias membawakannya dengan gaya bluegrass country yang tebal.Dipertengahan lagu sekitar 4 bar,Scott bercanda dengan menyusupkan musik tema film serial TV “Bonanza”karya Jay Evans dan Ray Livingston yang memorable itu.

Giliran Travis Carlton bersolo bass dengan gaya funk yang kental .Bunyi bass Travis kian unik dengan diimbuh semacam wah-wah.Jelas terlihat permainan bass yang menarik dari Travis.Tak salah jika Scott memilihnya sebagai bagian dari trionya kali ini.Bunyi bass semacam ini pada akhirnya mampu menggatikan bunyi clavinet yang selalu konotatif dengan music-musik berirama funk.Lalu trio ini menghadirkan kredo fuk lewat karya Herbie Hancock “Actual Proof” dari album “Thrust” nya Herbie Hancock  yag dirilis tahun 1974

Ketika Scott Henderson Trio mengakhiri pertunjukan pada jam 23.05 WIB,penonton meminta encore.Trio ini memenuhinya dan memainkan komposisi karya Scott Henderson bertajuk “Dolemite” dari album “Tore Down House” yang dirilis tahun 1997.Komposisi ini tepat ditempatkan sebagai encore karena bernuansa jamming yang kuat.

Scott HendersonTrio pun mengakhiri pertunjukannya yang inspiratif itu.

 

Denny Sakrie

 

 

 

Scott Henderson Trio di Hard Rock Cafe 20 Maret foto Putra Djohan

Ekpresi bergitar Scott Henderso degan gitar Suhr

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s