Getar Simfoni Gitar Trisum

Posted: Maret 23, 2011 in Tinjau Album

Tohpati Ario dan Indro Hardjodikoro (foto Yose Riandi)

Dewa Budjana

I Wayan Balawan (foto Yose Riandi)

Tohpati Ario (foto Yose Riandi)

Trio gitar Trisum yang didukung Dewa Budjana,Tohpati Ario dan I Wayan Balawan kembali menyatu dalam album Five In One.Mereka bertiga masih tetap berupaya menyatukan gaya permainan gitar dalam satu payung : Jazz.Didalamnya berbaur berbagai subgenre jazz mulai dari modern,jazz,fusion hingga world fusion jazz .Dengan ketiga karakter bergitar yang berbeda,Trisum pada akhirnya bisa dianalogikan sebagai simfoni gitar yang padu.Saling isi,saling interaksi dan dialogik.

Tajuk Five In One  ini ternyata ingin menyiratkan bahwa Trisum adalah korporasi music yang kini didukung pula dengan dua pemain tetap yakni Indro Hardjodikoro (bass elektrik) dan Echa Yesayas Sumantri (drums).

Trisum tampaknya ingin menghadirkan sajian musik yang apresiatif sekaligus menghibur.Setidaknya,bagi yang penikmat pemula yang  mungkin belum begitu memahami seluk beluk jazz pun bisa mengikuti alur musik yang ditata Trisum ini.

Gagasan format trio gitar semacam ini mungkin bermuasal dari apa yang dilakukan 3 gitaris beratmosfer jazz seperti Al Di Meola,Paco Delucia dan John McLaughlin yang diawal era 80-an melakukan proyek kolaboratif.Mereka bertiga telah memiliki karakter kuat dalam gagasan musiknya masing-masing.Lalu ketiganya dipersatukan dalam proyek kolaboratif yang mau tidak mau harus tetap mengendapkan kesatuan yang integral walau berbeda karakter dan latar belakang.

Hal ini pun juga diterapkan oleh Trisum.Baik Budjana,Tohpati dan Balawan masing-masing memiliki pengalaman yang kuat dalam bermain jazz.Bahkan ketiganya kerap pula menyusupkan anasir musik tradisional dalam struktur music yang etnikal.

Tohpati memiliki dua grup jazz dengan landasan etnikal yang kuat yaitu simakDialog dan Tohpati Ethnomission.Balawan pun memiliki kelompok jazz bernuansa etnik Batuan Etnik Fusion.Budjana sendiri sejak tahun 1984 melalui grup jazz Squirrel juga telah memberanikan diri menyusupkan tema-tema etnik.

Secara kebetulan ketiga gitaris Trisum ini juga pernah pula memainkan music rock di awal karir music mereka.Aura rock elektris ini juga memiliki  peranan dalam membangun kubah dinamis dalam tata arransemen.

Balawan yang kuat perangai musik Balinya memang terasa lebih agresif,mulai dari pengembangan secara akordial maupun penyusupan detil bunyi yang terasa subtil.Budjana terasa kuat dalam pengembangan ambience yang terkadang terasa provoke.Sedangkan Tohpati terasa lebih tematik dan imajinatif.

Komposisi seperti Rahwana memang kuat dalam tema dan ambiencenya.Ketiga gitaris bahkan diberi peluang untuk memperlihatkan busana permainan gitarnya masing-masing.Lagu ini pun memiliki tendensi yang kuat sebagai pemikat dalam konser panggungnya nanti.

Lagu Five In One sendiri seperti ingin napak tilas pada zaman kejayaan music fusion lewat sinkopasi yang ketat dari kesatuan bass dan drums.Beberapa unison pun mencuat disana sini.

Baik komposisi “Five In One” dan “Rahwana” ditulis oleh Tohpati.Aura funk tersimak pada lagu seperti Bread Jam Bread yang ditulis Indro Hardjodikoro.Konsep lagu ini nyata benar ditekuk dalam gaya jamming yang memikat.

Budajana pun menuliskan sebuah komposisi yang dipersembahkan untuk maestro piano jazz Bubi Chen bertajuk “Bubi”.

Theme song film animasi “Si Unyil” dibawakan dengan interpretasi segar.Makeover pada notasi dan progresi akord membuat lagu ini terasa lebih unik dan elegan.

Dalam komposisi “All U Can Eat” yang ditulis oleh Balawan  elemen musik yang dipaparkan terasa lebih eklektik.

Album Trisum kali ini memang sarat warna dan perangai.Sebelum menyimak ke 9 track di album ini sebetulnya telah tersirat dari rancangan grafis sampul albumnya yang terlihat penuh warna warni cerah dan guratan yang fleksibel.

Album Five In One – Trisum

Konser Trisum di Rolling Stone (foto Yose Riandi)

TracklIst

1.Five In One

2.Love To Be Around You

3.Rahwana

4.Pulang

5.Majik Blue

6.Unyil

7. All U Can Eat

8.Bread Jam Bread

9.Bubi’s

Iklan
Komentar
  1. dhika ayu berkata:

    saya tahu saya ngefans sama orang yang tepat…

  2. […] Denny Sakrie (About Denny Sakrie on Id.Wikipedia) (Follow Denny Sakrie on Twitter) | Original source | Photo illustration by: Yose Riandi & Chandra Senadipa | disclaimer | This article in Bahasa […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s