Album Langka “Santun Petaka” Harie Dea (1979)

Posted: April 22, 2011 in Uncategorized
Ini adalah album yang sekarang ini oleh para kolektor kerap disebut album langka atau rarities.Karena memang sudah sangat sulit untuk ditemukan diberbagai lapak pawnshop yang ada di Jakarta.Dan jika sebuah album sudah termasuk sulit ditemukan,biasanya nilai nominalnyapun meningkat bak roket.Album ini bertajuk “Santun Petaka” yang dirilis Gelora Seni Studio Jakarta pada tahun 1979.
Di jamannya album ini memang tidak termasuk fenomebal baik dalam penjualan maupun sisi artistik.Tak ada satu pun lagu-lagu di album ini yang melejit sebagai hits.
Rencana penggarapan album ini berlangsung di Bandung.Harie Dea adalah pemusik,penyanyi dan pencipta lagu yang tergabung dalam Kelompok Vokal bernama Balagadona.Harie Dea adalah putera dari penyanyi era 50-an dan 60-an Fetty Fatimah dan alamrhum A.Usman seorang gitaris dan pencipta lagu (Lagu ciptaan A.Usman yang terkenal adalah “Senyum”).
Di tahun 1978 lagu karya Harie Dea “Cinta Diri” masuk sebagai semi finalis Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1979 dan lagu ini lalu dibawakan Utha Likumahuwa dalam album “10 Pencipta Remaja” yang diiringi Prambors Band.
Harie Dea kemudian bertemu dengan Fariz RM dan Harry Soebardja,adik Benny Soebardja ,gitaris yang pernah memperkuat Lizzard dan Giant Step.Saat itu Fariz RM tengah bermukim di Bandung.Dia menjadi mahasiswa jurusan Seni Rupa di ITB Bandung.
Ketiganya lalu merancang pembuatan album solo bagi Harie Dea.Fariz bertindak sebagai sutradara musik sekaligus bermain drum ,piano dan keyboards.Hari Soebardja memainkan gitar,bas dan drum.
Mereka bertiga juga menulis lagu di album ini.Suara Harie Dea sebetulnya sangat pas-pasan.Tapi racikan musiknya yang terasa mewah menjadikan penyimak agak mengabaikan kualitas vokal Harie Dea.
Bunyi bunyian keyboard dan gitar mendominasi tata aransemen lagu di album ini.Tampaknya Fariz saat itu tengah terkagum kagum dengan musik R&B serta soul funk serta diimbuh dengan gaya permainan keyboards yang cenderung menyentuh wilayah rock progresif.
Album ini dibuka dengan lagu “Selamat Datang” yang sekilas mengingatkan kita pada lagu “Love You Inside and Out” nya Bee Gees dari album “Spirit Having Flown” (1979).
Sebuah R&B ballad bertajuk “Asmara Perdana” juga termasuk komposisi yang menarik.Di tahun 1981 Fariz RM mendaur ulang lagu ini dalam album “Fariz RM Peristiwa 1977 -1981”.
Dalam “Cita Gelita”, Harie Dea tampaknya terpengaruh ingin memasukkan kosa kata ala Guruh Soekarno Putera yang kerap disarati bahasa Kawi atau Sansekerta.
Sebuah rock ballad pun terdengar disini pada lagu “Karam Dalam Lautan Perasaan”.Saya membayangkan bahwa lagu ini sebetulnya lebih tepat menjadi repertoar Benny Soebardja dan Giant Step.
Fariz RM sendiri memperlihatkan kemampuan musikalnya yang sarat warna di album ini.Permainan keyboardFariz terutama pada saat melakukan solo synthesizers patut diacung jempol.Fariz terlihat terpengaruh referensi solo synthesizers ala Chick Corea hingga Patrick Moraz.

Album "Santun Petaka" - Harie Dea

Apakah anda pernah menyimak album “Santun Petaka” ini ?

Iklan
Komentar
  1. Dadi Sadhana berkata:

    Saya suka album ini meskipun benar suara Harie Dea terkesan pas-2an tapi tertutup oleh lagu-2nya yang enak dan nyaman didengarkan dan merupakan genre baru di tahun itu sebagai musiknya anak muda elit, seperti anak-2 gang pegangsaan, coba simak liriknya……penuh dengan pesan yang menyentuh hati…..seperti lagu Asmara Perdana…membuat saya dulu jadi deg-2 an karena liriknya kok ya pas dengan situasi hati saat itu……melankolis ? Nggak juga……tapi memang kuat sekali liriknya dan pas dengan melodinya…….sungguh saya masih mendambakan musisi jaman itu untuk berkarya lagi ……mungkin nggak ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s