Ini baru musik Melayu….Grenek !

Posted: April 23, 2011 in Uncategorized

album Grenek

Dalam tradisi Melayu Deli di provinsi Sumatera Utara,Gre’nek berarti nada-nada hias atau ornamentasi yang diungkapkna secara spontan oleh pra penyanyi dan pemusik hingga menambah keindahan pada lagu-lagu yang didendangkannya itu.Berangkat dari filososfi dasar Gre’nek yang mana seni tersebut merupakan warisan pemangku tradisi budaya musik Melayu,untuk menjaga sekaligus melestarikan keindahan dan seni Gre’nek.Maka sebagai langkah awal.dengan segala hormat ijinkanlah kami menggunakan nama Gre’nek sebagai upaya penghormatan serta menjunjung tinggi nilai seni Gre’nek tersebut diatas.Semoga niat dan langkah ini,sebagai anak negeri dapat memberikan arti bagi Ibu Pertiwi”.
Demikian sekapur sirih dari Gre’nek yang digagas Rinto Harahap mantan basist The Mercy’s dan Rizaldi Siagian,musikolog yang juga mantan drummer Great Session.Keduanya memang berangkat dari kegiatan band di Medan pada era 70-an.
Lalu keduanya menyatu dalam proyek musik yang mengangkat harkat musik tradisi Melayu Deli.Ada 11 lagu yang terangkum di album bernuansa biru ini.Atmosfer Melayu memang kuat menyerta di album ini.Rentak kendang dan rebana menjadi ritme utama disamping gaung akordeon yang menguntit lincah di sela sela suara penyanyi yang meliak-liuk dengan syahdu.Meskipun demikian Gre’nek ternayata menyerap pula aura modern dalam musiknya,walau dengan takaran yang tak terlalu dominan.Sepintas racikan musik Gre’nek memang seperti seirama dengan semangat World Music.Repetitif,ritmis ,perkusif dan eksotik,sudah barang tentu.
Selain Rinto Harahap dan Rizaldi Siagian yang tampil berdendang dengan rancak.Juga turut serta sederet penyanyi lainnya seperti Cindy Caludia Harahp,puteri Rinto Harahap,Nurainun,Rani Dahlan,Burhan Syarief dan T.Dottie Sashiandra.
Disamping mengemuka dengan lagu-lagu abadi Melayu seperti “Serodja” yang ditulis Husein Bawafie,”Tanjung katung” dan “Laksmana Mati Dibunuh”.Rizaldi Siagian,yang memiliki gelar doktor dalam bidang musik ini nyaris menciptakan banyak lagu di album ini semisal “Japin Tanda-Tanda”,”Enam Jam di Selat Malaka”,”Syoor Kali Akh”,”Ceracap”, dan “Suaramu”.Rinto Harahap hanya menuliskan sebuah lagu saja yakni “Kalu Rindu Pulang Sendiri”.
Lagu “Serodja” dan “Syoor kali Akh” mampu memikat penyimak musik ini untuk melebur dalam kegembiraan.
Sungguh sebuah sajian pelipur lara.Rancak-lah

Tracklist
1.Serodja
2.Japin Tanda-Tanda
3.Enam Jam Di Selat Malaka
4.Syoor kali Akh
5.Kalau Rindu Pulang Sendiri
6.Ceracap
7.Suaramau
8.Laksamana Mati Dibunuh
9.Numpang manja
10.Tanjung katung
11.Pulau Puteri

Iklan
Komentar
  1. Cynthia IGK berkata:

    Tulisan yg menarik atas sebuah album yang saya yakini indah karena lagu2 Melayu yang indah ada didalamnya dan didukung oleh orang2 yang berbobot. Lagu Seroja adalah lagu favorit saya, saya memiliki rekaman lama yang dinyanyikan oleh Said Effendi. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s