Nadia dan Atmosphere – Gombloh (1978)

Posted: April 23, 2011 in Uncategorized

Gombloh & Lemon Tree's

Gombloh tetap menggunakan nama Lemon Trees,kelompok yang pernah dibentuknya di Surabaya pada tahun 1969 antara lain bersama Leo Kristi bersama Franky Sahilatua.
Di album bertajuk “Nadia dan Atmosphere” ini Lemon Trees terdiri atas Gombloh (vokal,gitar,perkusi),Wisnu Padma (keyboard,biola,flute),Totok Tewel (gitar elektrik),Tuche (bas),Gatot (gitar) serta penyanyi latar (Lorena,Reiny C dan Ais).
Musik Gombloh sebetulnya perpaduan folk dan pop yang diarsir musik rock.Tidak tebal.Tapi lirik lirik yang digurat Gombloh memang bernas.Misalnya pada lagu “Merah dan Putih Bersilang Dimukaku”,”Tetralogi Fallot” atau “Senandung Pengemis Tua Seharaga Rp.5“.
Gombloh memang akrab dengan tematik kaum marginal,kaum yang terpinggirkan.Karena masalah-masalah sosial berikut penyakit-penyakitnya.Diakui,Gombloh sangat fasih tentang masalah epidemi masyarakat.Lantaran Gombloh memang ada diantara mereka.Jadi Gombloh tak hanya bertamsil kata semata.Tapi ikut pula merasakannya.
Seperti rekannya Leo Kristi,Gombloh pun terasa kental rasa nasionalismenya danu simaklah tutur Gombloh  dalam Gaung Mojokerto-Surabaya :

Bumi rasa bergetar diseling yel-yel menghantar
Nadiku serasa bergeletar
Merdu pekik menggelegar
Senyumlah Surabaya”

Gombloh memang bisa bercerita tentang apa saja yang berkelebat di kedua kelopak matanya.bahkan di album ini kalau jeli kita akan mampu menebak sosok dirinyalah yang diungkapkannya dalam lagu bertajuk Silhoutte Kuda Jantan :

Tak lekang hempasan zaman
Dan satu jalur pandang mataku
Idealisme kehidupan
Kemurnian yang kukuh tanpa ragu
yang menyengat harian karya

Namun Gombloh pun masih menyisakan tawa ditengah kepahitan hidup.Simaklah lagu “Lepen” yang merupakan akronim Lelucon Pendek :

Bagiku seindah mentari
tak seindah matamu
Untukku elusan angin
tak semulus lenganmu
Tak perduli omongan temanku
tak perduli risiko untukku
Aku naksir kamu
kau jadi gadisku

Malam minggu pertama aku piket
dengan sisa uang di saku
hampir lengket
Dengan tiga batang dji sam soe
kusimpan di saku blue jean ku
Kickers loakan
menambah angker tampangku

Kupilih duduk di sudut
agak remang
Kutunggu keluar sang putri
Arya Penangsang
Pikiran melayang yang bukan-bukan
andaikan kau dan aku berpacaran
Kalau cinta melekat
tai kucing rasa coklat

Sambil ngomel
kuberkata dalam hTapi apa lacur
yang keluar adalah bapaknya

Dengan muka ditekuk
persis kaya onta
Dengan garang ia berkata
gadisku tak ada di rumah
sambil ngomel ku berkata dalam hati
bangsat!!!

Tracklist

1.LEPEN
2 MERAH & PUTIH BERSILANG DI MUKAKU
3 NADIA & ATMOSPHERE
4 KERETA ITU BERANGKAT PUKUL 4.30
5 IRONI
6 KEMARAU PANJANG
7 GAUNG MOJOKERTO-SURABAYA
8 TETRALOGI FALLOT
9 SILHOUETTE KUDA JANTAN
10 HIJAU MENCEKAM
11 BENCANA ’76
12 SENANDUNG PENGEMIS TUA SEHARGA 5 RUPIAH
13 DIMENSI ANTAR RUANG

Iklan
Komentar
  1. jonis gildani berkata:

    Gombloh memang hebat
    legenda banget…penyanyi folk balada
    aq melihatnya seperti woody guthrie dr indonesia gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s