Bubi Chen plays Rock !

Posted: Mei 2, 2011 in Tinjau Album

Bubi Chen plays Rock.Wow ! Gimana ngebayangin jazzer legendaris Bubi Chen memainkan repertoar rock seperti Deep Purple,Kansas,Scorpion,The Eagles hingga Lynyrd Skynyrd ?.

Siapa yang tak kagum dan respek terhadap sosok Bubi Chen yang kini berusia 71 tahun .Musik jazz masih

Bubi-Chen-The-Many-Colours-Of-Bubi-Chen

tetap membara ditangannya yang sebetulnya kian melemah.Dengan kondisi tubuh yang renta dan kian rentan,pianis jazz legendaries Bubi Chen masih tetap memperlihatkan semangat yang tinggi dalam menggumuli musik jazz.Bubi Chen tetap kukuh dalam konsistensi bermusik.Mungkin Bubi Chen termasuk legenda hidup jazz Indonesia yang masih tetap produktif merilis album.Ini hal luar biasa yang setidaknya bias menjadi inspirasi bagi pemusik Indonesia yang memilih jazz sebagai jatidiri musiknya.
Didukung oleh pemusik jazz lintas generasi seperti Oele Pattiselanno (gitar),Yance Manusama (bass),Arief Setiadi (saxophone),Otty Jamalus (piano,vokal),Sandy Winarta (drums) Phillipe Ciminato (perkusi) dan Eka Deli (vokal) ,Bubi Chen menghasilkan album jazz bertajuk “The Many Colours Of Bubi Chen”.
Album bertajuk “The Many Colours of Bubi Chen” ini memang ingin mendeskripsikan penjelajahan Bubi Chen terhadap berbagai genre musik yang kemudian di makeover ke dalam format jazz.Kelumrahan semacam ini memang mengingatkan kita pada gaya Eumir Deodato,Dave Grusin,Bob James,Ahmad Jamal maupun Joe Sample di dekade 70-an maupun 80-an yang mengupayakan interpretasi jazz rock terhadap berbagai komposisi dari pelbagai genre.
Notasi asli baik dalam bentuk introduksi,tema dan interlude memang masih dipertahankan oleh Bubi Chen.Bubi terlihat mengimbuh dalam harmonisasi dan akord yang terasa beratmosfer jazz.Jelas Bubi Chen tak mau menggiring pendengarnya jauh dari notasi asli.Yang mungkin terasa beda adalah arransemen rhythm section yang bermuara pada aksentuasi funk,Latin dan Brazillian music serta sesekali idiom rock.
Dibuka dengan “On Broadway”,komposisi karya Leiber,Mann,Stoller dan Weill yang dipopulerkan the Drifters kemudian diremake oleh George Benson di tahun 1977.Seperti biasa ,Bubi Chen memainkannya dengan latar jazz yang khas.Karya bossanova Luiz Bonfa di tahun 968 “Gentle Rain” juga merupakan karya standar yang begitu akrab ditelinga penikmat jazz.Mungkin publik sudah menganggapnya sebagai bentuk kelaziman.Tapi ketika Bubi tiba-tiba menyeruak dalam “Sweet Home Alabama” dari kelompok Lynyrd Skynyrd yang bernuansa southern rock ,terasa sebuah surprising.Riffing gitar rock berubah lewat harmoni petikan gitar Oele Pattiselanno dan imbuhan bass Yance Manusama yang berkonotasi jazz.Ini memang menarik,setidaknya disepanjang diskografi Bubi Chen selama ini rasanya baru di album ini menjejal beberapa repertoar classic rock mulai dari “Stairway To Heaven” (Led Zeppelin),”Soldiers Of Fortune” (Deep Purple),”Logical Song” (Supertramp),”Dust In The Wind” (Kansas) dan “Holiday” (Scorpions).Bubi juga menyuguhkan baju baru untuk lagu-lagu soft rock seperti “Make It With You” (Bread) dan “I Can’t Tell You Why” (The Eagles) termasuk lagu-lagu pop seperti “Who’s Holding Donna Now” (DeBarge) hingga “When You Say Nothing At All” (Westlife).
Pendukung music album ini pun terasa banyak memberikan semacam chemistry yang tepat bagi pemusik jazz sekaliber Bubi Chen.Simak aksentuasi perkusi yang diimbuh Phillipe Ciminato.Termasuk begitu padunya landasan rhythm section yang diajukan drummer belia Sandy Winarta dan susupan bass yang dimainkan Yance Manusaama.Dalam aroma jazz rock yang terasa cukup mendominasi album Bubi Chen ini,peran Yance Manusama dengan gaya jazz funknya merupakan kontribusi yang sempurna dan sepadan.
Setelah menyimak album ini rasanya kita pun mahfum bahwa arransemen adalah busana yang membungkus tubuh notasi atau melodi.Artinya,apapun notasi lagunya,akan berubah citarasanya setelah diberi busana aransemen yang berbeda.Lagu pop hingga rock yang dimainkan Bubi Chen justeru terasa kental nuansa jazznya setelah diberi busana jazz.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s