Scott Henderson Bosan Dengan Suara Keyboard

Posted: Mei 3, 2011 in Wawancara

Lagi mewawancarai Scott Henderson di MU Cafe

“Saya bosan dengan bunyi keyboards,makanya saya lalu bentuk trio yang terdiri atas gitar,bass dan drums” itu yang dicetuskan Scott Henderson ketika ditanyakan kenapa belakangan ini dia lebih banyak tampil dengan format trio.Scott Henderson bersama Travis Carlton (bass) dan Alan Hertz tampil di Hard Rock Café Jakarta 20 Maret 2011.Konser Scott Henderson Trio yang digagas Beyond  Productions ini ditonton banyak gitaris Indonesia mulai dari Mus Mujiono,Baron,Tohpati,Iwan Hasan,Andre Dinuth,Andra dan Stevie Item.

Scott  Henderson  yang kini berusia 57 tahun itu bertutur saat berkolaborasi dengan Chick Corea Elektric Band,Zawinul Syndicate,The Players hingga Tribal Tech ,dia merasa kenyang dengan bunyi-bunyian keyboards.”Disamping itu saya ingin lebih mengeksplorasi permainan gitar saya secara maksimal” ungkapnya sambil tertawa.Scott pun pernah membentuk tro bersama Steve Smith (drums) dan Victor Wooten (bass) dengan nama Vital Tech Tone yang sempat merilis dua album.

Sejak kecil Scott sering mendengar album-album rock hingga soul funk.”Saya menyukai Led Zeppelin,Jimi Hendrix,Jeff Beck hingga James Brown” imbuhnya.”Saya pernah bermain dalam sejumlah band soul dan funk .Uniknya saya sendiri yang berkulit putih”.

Scott lalu mulai menggeluti dunia jazz.”Saya mengagumi Miles Davis dan John Coltrane.Mereak adalah sumber inspirasi saya dalam bermusik” tukas Scott Henderson.

Di era 80-an Scott mulai banyak bermain dalam beberapa proyek music jazz diantaranya Jean Luc Ponty,Chick Corea,Tom Coster dan Jeff Berlin.Di tahun 1983 Scott Henderson membentuk grup fusion “Tribal Tech” bersama pencabik bass Gary Willis

Scott pun mengaku mengagumi gitaris gitaris blues seperti Albert King dan Buddy Guy.Bahkan sejak tahun 1994 Scott Henderson yang humoris ini mulai merilis album dengan atmosfer blues kontemporer bertajuk “Dog Party” yang oleh majalah Guitar Player ditahbiskan sebagai album bblues terbaik tahun 1994.”Blues adalah musik yang terasa sangat personal dan sangat ekspresif” jelas Scott Henderson yang memiliki puteri berusia 17 tahun.

Penampilan Scott Henderson bersama kelompok trionya  di Jakarta merupakan yang kedua kalinya.Bersama

Scott Henderson melintas Jalan Wahid Hasyim (foto Putera Djohan)

kelompok Tribal Tech,Scott Henderson  pertamakali manggung di Jakarta pada tahun 1993.

Denny Sakrie

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s