70 Tahun Bob Dylan,Penyanyi Pengecam

Posted: Mei 24, 2011 in Ulang Tahun Pemusik

“The Basement Tapes” Bob Dylan with The Band

Album Free Wheelin’ Bob Dylan

Tepat hari ini selasa 24 Mei 2011 Bob Dylan,protest singer ,tapi saya lebih suka menyematkan dia dengan sebutan penyanyi pengecam genap berusia 70 tahun.Usia yang mungkin meragukan setiap orang akan tingkat kekritisan seseorang terhadap lingkung sosial maupun politik .Usia 70 tahun jelas merupakan usia mapan.Usia dimana seorang kakek hanya menjuntai-juntaikan kakinya di kursi malas,membaca headline Koran ditemani lagu-lagu nostalgia yang berpendar ke sudut ruang tamu.Dylan memang telah beranjak tua.Kerutan di leher maupun di sebagian air mukanya menjelaskan semuanya.Lalu apa yang tersisa dari seorang Bob Dylan ?.Apakah Dylan masih gagah perkasa menyanyikan “The Time They Are A Changing”,”Like A Rolling Stones,Blowin’ In The Wind”,”Desolation Row” atau pun “Don’t Think Twice It’s Alright” termasuk juga lagu-lagu penanda zaman seperti “I Want You” maupun “It’s All Over Now,Baby Blue”.

Dylan memang tak pernah berhenti menata notasi dan menggurat lirik.Dylan masih tetap merilis album.Masih tetap manggung.Bulan lalu Dylan bahkan masih tetap manggung di negeri tetangga kita Singapore,bersanding dengan pahlawan R&B masa kini John Legend.Dylan tetap konsisten dan ajeg di dunia musik yang dititinya sejak dasawarsa 60-an yang sarat warna itu.

Di dasawarsa 2000an.disaat dunia dilanda krisis global dalam ekonomi dan politik,Dylan merilis album juga seperti “Love & Theft” (2001),”Modern Times” (2006) hingga “Together Through Life” (2009).Memang sangat tak bijaksana jika membandingkan ketiga album yang masih dipuja kritikus musik itu dengan pencapaian artistic Dylan di era 60-an hingga 70-an.Tapi setidaknya kesan bahwa energi Dylan melemah itu memang tak mencuat.Tak ada bayangan bahwa karya-karyanya mengesankan seseorang yang siap melangkah ke liang lahat.

Prasangka orang akan memudarnya karya Dylan saat merilis album “Oh Mercy”(1989) yang merupakan comeback-nya Dylan ke dunia rekaman toh tetap tak berbuah bukti. Saya masih terkesima dengan deretan lirik yang digores Dylan dalam lagu yang berada di urutan pertama album “Oh Mercy” bertajuk “Political World” :

 

We live in a political world
Wisdom is thrown in jail
It rots in a cell
Is misguided as hell
Leaving no one to pick up a trail.

We live in a political world
Where mercy walks the plank
Life is in mirrors
Death disappears
Up the steps into the nearest bank.

Pemunculan pertama Bob Dylan di tahun 1962 memang seperti merupakan estafet dari charisma Woody Guthrie.penyanyi folk Amerika yang banyak menyirami sekujur pikiran Dylan dengan inspirasi.Usia Dylan yang berdarah Yahudi saat itu 21 tahun.Dylan yang datang dari wilayah Duluth Minnesota ini memang tergila-gila dengan Woody Guthrie yang selama ini dikenal sebagai juru bicara generasi. Dylan tahun itu mengunjungi Woody Guthrie yang tengah terbaring tak berdaya di sebuah rumah sakit,seraya menyanyikan lagu-lagu karyanya sendiri.Tak lama berselang sosok Dylan menjadi terdepan dalam scene musik folk di Greenwich Village New York bahkan kemudian melambung lebih jauh ke tingkat dunia.

Tak berlebihan jika saya menyebut bahwa khazanah musik karya lelaki yang bernama asli Robert Zimmerman ini merupakan soundtrack yang melatari gelegak hiruk pikuk dunia di separuh abad ke 20 mulai dari gonjang ganjing politik dan sosial.Dimana ada peristiwa penting dan genting maka disitu jua lah menyelusup lagu-lagu  karya Bob Dylan,setidaknya pada 5 dasawarsa.

Bob Dylan menguak karir musiknya yang panjang dan tak berkesudahan itu dengan lagu lagu protest yang beratmosfer anthemic di sepanjang era 60-an.Lalu beringsut ke tematik rock psychedelic yang puitik.Berlanjut ke intensitas lirik yang cenderung personal termasuk tentunya lirik lirik yang menakwilkan pesan bernuansa introspektif serta periode religius.

Dylan sendiri mengaku telah menulis sekitar 1000 lagu,bahkan dalam tercatat pula bahwa lagu-lagu karya Dylan telah dinyanyikan sebanyak 32.000 versi.Saya sempat terhenyak ketika di tahun 2005 melihat kelebat adegan film “Gie” besutan Riri Riza yang menyusupkan lagu fenomenal karya Dylan “Like A Rolling Stones” yang dicover oleh Speakers 1st,grup rock asal Bandung.

Di usia 70 tahun,Bob Dylan yang konon pertamakali memperkenalkan psikotropika pada anggota the Beatles masih terlihat sehat walafiat.Kabarnya,di usia ini,Bob Dylan masih mampu melakukan tur yang terdiri atas 150 konser pertunjukan.

Jelang usia 70 tahun ini Bob Dylan untuk pertamakali menggelar konsernya di Beijing Cina.Dylan membuka konsernya itu dengan lagu berkonsep religius “Gonna Change My Way of Thinking” :

You can mislead a man,

You can take ahold of his heart with your eyes.

You can mislead a man,

You can take ahold of his heart with your eyes.

But there’s only one authority,

And that’s the authority on high.

Sebuah kearifan yang dijejalkan Dylan pada tahun 1978 lewat album “Slow Train Coming”.Sebuah album yang menandai pertaubatan Dylan dalam agama Nasrani yang dipeluknya.

Di usia yang ke 70 ini,Bob Dylan telah menapaki pelbagai lini kehidupan dalam era yang beda warna tapi tetap dengan dua wajah dunia yang  sama yang tak pernah berubah : yang baik dan yang buruk.

Bob Dylan tak hanya sesosok pengecam yang kerap menggemerutuk,tapi seorang saksi zaman dan saksi peradaban.

Selamat ulang tahun Bob !

 

 

Iklan
Komentar
  1. Diksy berkata:

    Ulasan yang bagus, Kang. Memang amat disayangkan bahwa Bob Dylan–the living legend–hanya sekadar menoleh ke arah kita di Indonesia…

  2. Diksy berkata:

    Kalau dibandingkan dengan musisi seangkatan dan sesudahnya, mungkin–secara tehnis–cara Bob bernyanyi dan memainkan gitar memang terkesan asal. Tapi Bob “mengakui” itu di salah satu cover album The Bootlegs Series (gambar di atas: Bob Dylan memegang kertas bertuliskan “I CA’T SING.” Tetapi bagi saya, Bob memang tidak menjual tehnis bernyanyi, melainkan ketajaman lirik-liriknya–sama halnya dengan Woody Guthrie. Saking bagus lirik-liriknya, ia mendapat gelar Doctor dari sebuah universitas ternama. Satu hal yang tidak bisa dibantah: suka atau tidak, Bob memberikan terobosan baru di industri musik melalui lirik, progress chord dan harmonisasi karya-karyanya yang kemudian menginspirasi banyak musisi setelahnya.

  3. Diksy berkata:

    Kalau dibandingkan dengan musisi seangkatan dan sesudahnya, mungkin–secara tehnis–cara Bob bernyanyi dan memainkan gitar memang terkesan asal. Tapi Bob “mengakui” itu di salah satu cover album The Bootlegs Series (gambar di atas: Bob Dylan memegang kertas bertuliskan “I CAN’T SING.” Tetapi bagi saya, Bob memang tidak menjual tehnis bernyanyi, melainkan ketajaman lirik-liriknya–sama halnya dengan Woody Guthrie. Saking bagus lirik-liriknya, ia mendapat gelar Doctor dari sebuah universitas ternama. Satu hal yang tidak bisa dibantah: suka atau tidak, Bob memberikan terobosan baru di industri musik melalui lirik, progress chord dan harmonisasi karya-karyanya yang kemudian menginspirasi banyak musisi setelahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s