Anggun : Gaung Dua Kutub Budaya Dalam Bingkai Pop

Posted: Mei 27, 2011 in Tinjau Album

Album Echoes Anggun rilisan April Earth

Anggun yang kerap menjadi contoh persemaian terminologi go international khazanah musik Indonesia muncul lagi.Lewat album bertajuk “Echoes” Anggun yang hidup di dua kutub budaya,Timur dan Barat,tetap memempelaikan eklektika bermusik dengan tetap mengerudunginya dengan aura pop mudah dicerna siapa saja.Ini terwakili lewat lagu “Hanyalah Cinta” yang sepintas merau perangai musik Celtic yang terbukti universal,antara lain bersimbiose dengan music beratmosfer Indonesia tentunya.Lagu ini juga dibawakan dalam lirik Inggeris “Only Love”.Dalam versi Perancis yang diberi judul “Mon Meilleur Amour” hanya dirilis melalui iTunes .Tampaknya lagu ini juga yang mampu menyeruakkan nama Anggun lagi ,baik di Indonesia maupun di Eropa (saya tidak yakin lagu ini mampu menaklukkan kuping Amerika).

Anggun ingin menggetarkan kembali pesona instrument akustik yang natural dan lebih bersahabat.Dalam track 5 Impossible misalnya,Anggun mengedepankan petikan gitar nylon akustik nan menggelitik berimbuh string yang aksentuatif disela-sela desah nafasnya.

Saya jadi teringat Peter Gabriel ketika Anggun hanya mengizinkan piano untuk membayangi vokalnya yang berkarakter kuat itu dalam lagu Silent Vow.Agak mistis tapi melenakan.

Duet antara Anggun dan Schiller pemusik asal Jerman dalam lagu bertajuk “Always You” betul-betul menggiring penyimak album ini ke atmosfer tanpa gravitasi.Melenakan  .

Tapi toh Anggun tak hanya bergemulai dalam lagu-lagu berkonotasi ballad.Dia pun bisa tersimak garang saat melantunkan Cold War yang bersepuh aura rock.Simak liriknya :

Cause it’s a cold war

Between what’s wrong and right

What’s in my head

What’s in my heart

Dengan deretan kata yang sederhana,Anggun tetap mampu mendeskripsikan representasi rasa dalam frasa liriknya.Ambil contoh lagu bertajuk “Weapons” ini :

Before you even know 

It’s not an accident 

I am certain 

It’s what happens when girls decide 

To use our weapons 

Use our weapons 

Lirik-lirik yang termaktub di album ini memperlihatkan visi Anggun yang cukup luas.Simak saja “Buy Me Happiness”,”Weapons”,”Impossible”,”Cold War” hingga “Year of The Snake” yang terasa hirau pada tematik.Anggun juga cerdik dalam memilih idiom sebagai bagian dari metafora yang ditaburnya pada judul dan lirik. Hal yang belakangan ini kerap dihindari oleh para penulis lagu-lagu pop mainstream di negeri ini.Teladan yang diperlihatkan Anggun ini layaklah untuk   diikuti.

Seperti album-album internasionalnya terdahulu,Anggun adalah sosok yang tetap mempertahankan jatidiri lokal tanpa harus menyisihkan aura musik internasional yang mendekapnya.Ibarat seorang chef,Anggun mampu menberikan citarasa yang imbang antara dua kecenderungan yang berbeda dalam takaran yang pas dan tepat.

Anggun di studio rekaman

Tracklist

 

1. Buy Me Happiness
2. Hanyalah Cinta
3. Weapons
4. Yang Terlarang
5. Impossible
6. Eternal
7. Rollercoaster
8. My Addiction
9. A Stranger
10. Cold War
11. Year of the Snake
12. Silent Vow
13. Berkilaulah
14. Only Love
15. Count On Me
16. Sorry
17. Always You (Schiller & Anggun)

 

Iklan
Komentar
  1. agusaguslah berkata:

    Terimakasih ulasannya tentang album Anggun Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s