Gugun Mengejar Matahari

Posted: Mei 28, 2011 in Sosok

De Gun Project “Hari Ini” (1999)

Jonathan Armstrong a.k.a Jono

Gugun tengah diwawancara sebuah TV swasta

Tulisan ini pernah saya tulis pada 25 Desember 2008.Mungkin ada baiknya saya tampilkan lagi di blog saya ini.Selamat membaca !

Jumat 12 Desember sekitar jam 10.30 saya melangkah masuk ke 12 Blues Bar di bilangan Menteng Jakarta.Langsung menaiki tangga sempit ke lantai 3.Dari undakan tangga telah terdengar sebuah aura blues rock yang meraung diimbuh petikan gitar elektrik yang sedikit distorsif.

Woman,woman don’t cast your spell on me

Laydown,laydown

Never get enough for me !

Terrnyata itulah vokal Gugun yang tengah menyenandungkan lagu “Woman” yang diambil dari album keduanya “Turn It On” (Sinjitos 2007).

Nyaris selama 2 jam Gugun memuaskan dahaga penggemar blues dan rock.Gugun memainkan pula “Must Be Love” nya James Gang, grup Amerika yang dimotori Joe Walsh di era 70-an.Termasuk “Woman Across The River” nya Freddie King,”Too Tired” nya Albert Collins serta kembali dengan Jimi Hendrix dari “Hey Joe” hingga “Freedom”.

You got my heart
Speak electric water
You got my soul
Screamin and howlin
You know you hook my girlfriend
You know the drug¨store man
But I dont need it now
I was trying to slap it out of her head

Freedom, so I can give
Freedom, yeah
Freedom, thats what I need

Di panggung BB’s Cafe ini Gugun ditemani Jonathan  Armstrong,pria Inggris asal Scarborough yang sudah setahun menyandang bass.Jon tadinya adalah penggemar Gugun,yang saat itu kerap main di Eastern Promise Kemang.Jon yang beristerikan wanita berdarah Aceh ini lalu menawarkan diri jadi pemain bass Gugun & The Bluesbug.”Dia suka Jimi Hendrix.Sama dengan saya.Jon itu guru bahasa Inggeris.Tapi dia tuh sangat musikal” jelas Gugun yang bernama lengkap Mohammad Gunawan ini.Jon kini menggnati namanya menjadi Jono.Yang bermain drum bernama Wibowo tapi kerap dipanggil Bowie.Terus ada additional pada keyboads.”Pada prinsipmya saya memang menyukai format trio,seperti Jimi Hendrix” tukas Gugun.Jimi Hendrix memiliki 2 band trio yaitu Jimi Hendrix & The Expereince bersama 2 pemusik kulit putih Noel Redding (bass) dan Mitch Mitchell )drum) serta Band Of Gypsies yang ditemani 2 pemusik kulit hitam Billy Cox (bass) dan Buddy Miles (drums).”Tahun ini 2 drummer Jimi Hendrix meninggal dunia lho.Jadi yang tersisa tinggal seorang yaitu Billy Cox.” tambah Gugun yang juga menggemari follower Hendrix yaitu almarhum Stevie Ray Vaughan.

Saya mengenal Gugun saat masih bekerja di radio M97FM the Classic Rock Stations.Lelaki gondrong berkulit agak gelap ini menyita perhatian saya saat itu.Kenapa ? Karena dia begitu menghayati aura permainan gitar ala Jimi Hendrix hingga Stevie Ray Vaughan.Bersama trio De Gun-nya akahirnya Gugun tampil dalam acara berkala radio M97FM yang berlangsung di Waroeng Kemang Jakarta.Seperti yang saya duga, sebagian besar penonton yang juga penyimak loyal radio M97FM kepincut dengan gaya bergitar Gugun yang ke Hendrix-Hendrixan itu.

Kenapa tertarik blues ? Gugun terdiam. Dia seperti berputar putar tengah mencari jawaban yang tepat.”Awalnya sih suka rock.Tapi ternyata blues adalah cikal bakal banyak aliran musik terutama rock.Dan ternyata blues memang cocok dengan jiwa saya” ujarnya terkekeh.

Gitar sudah digenggamnya sejak duduk di bangku SD.”Kami sekeluarga memang penggemar musik” ungkap Gugun,anak bungsu 6 bersaudara yang dilahirkan 22 November 1975.

Ayah Gugun,Achmad Atam,bekerja di perusahaan minyak Caltex yang ada di Riau.Saat di bangku SD kelas IV,Gugun pun menoreh prestasi bermusik.

“Saya berhasil menjadi Juara kedua dalam sebuah Festival Gitar di Riau” katanya sambil menyungging senyum.Disisi lain,Gugun pun mengasah kemampuan sebagai seorang penyanyi.”Saya masih ingat,di tahun 1986 menjadi juara Festival Lagu Melayu di Bengkalis” ungkap Gugun.Gugun sendiri menyelesaikan kuliahnya di di Akadem Bahasa Asing di Cikini pada tahun 1997.

“Saat itu pas krismon lagi.Tapi saya sudah membulatkan tekad hanya ingin bermain musik” akunya. Akhirnya dirilislah album perdana Gugun dengan memakai nama De Gun Project pada tahun 1999,pas setahun setelah kerusuhan yang melanda negeri ini.Di album bertajuk “Hari Ini” (Wave Studio 1999)  ini,Gugun juga menyertakan pemain tamu yaitu bassist jazz Yance Manusama . Penempatan Yance Manusama pada beberapa lagu memang mau tak mau mengingatkan kita pada aura Billy Cox,bassist Jimi Hendrix dalam formasi Band of Giypsies bersama Buddy Miles.
Yance Manusama yang kental gaya funk-nya terus membayangi petualangan gitar elektrik Gugun.Pada sampul albumnya Gugun memasang potret sang idola,siapa lagi kalau bukan tuan Jimi Hendrix.

Dan terbukti hingga kini Gugun yang telah menghasilkan 3 album masing-masing “Hari Ini” (1999)bersama De-Gun Project dan 2 album solo yaitu “Get The Bug” (2004) dan “Turn It On” (2007),tetap menekuni dunia musik.

Bahkan musik pula,dalam hal ini blues,yang membawa Gugun bermain di mancanegara.Di hadapan penonton internasional.Sudah pasti ini sebuah terobosan.Sebuah prestasi yang mewakili Indonesia.

Di bulan Januari 2009 ini misalnya,Gugun & The Bluesbug telah siap bermain di Inggeris.selama 3 pekan Gugun bersama trionya pada tanggal 25 Januari 2009 akan tampil sebagai headliner dalam acara blues bertajuk “Skegness Rock & Blues Festival 2009“.”Mungkin Gugun adalah satu satunya performer dari Asia Tenggara bahkan Asia” imbuh Tagor Siagian,manajer Gugun & The Bluesbug.

Peserta Festival tahunan ini berjumlah 30 artis blues yang berasalmdari Eropah dan Amerika Serikat.Pemunculan Gugun ditengah-tengah mereka meruapakan kebanggaan tersendiri.Bukan hanya kebanggaan Gugun semata,tapi khalayak negeri ini ,Indonesia.Selain tampil di Skegness,Gugun dijadwalkan tampil dalam 20 pertunjukan yang berlangsung di London,Birmingham,Manchester dan Nottingham.

Ini bukan lawatan dunia pertama bagi Gugun,karena pada Desember  2007 silam selama nyaris sebulan Gugun ternyata telah pula bermain di Inggeris Raya.”Saya main di Scarborouh,kota kelahiran Jon Armstrong.Juga main di Burnly dekat Manchester serta di Crewe.Penampilan Gugun saat itu  didukung oleh Jon Armstrong (bass),Tom Townshend (drums) dan Al Lawrence (harmonika).

Jimi Hendrix,idola Gugun pun,mengawali karir musiknya yang gilang gemilang justeru bukan di negara asalnya Amerika Serikat,melainkan di Inggeris.Saat itu Chas Chandler,pemain bass The Animals melihat bakat  luarbiasa Hendrix ketika manggung di sebuah klub di New York.Chandler lalu memboyong Hendrix ke London,Inggeris

Seperti halnya Jimi Hendrix ternyata penampilan pertama Gugun  di Inggeris itu mendapat respon bagus.Setidaknya,banyak yang mulai memperbincangkan prestasi musikal Gugun di dunia maya.Gugun lalu diundang untuk tampil dalam “Belfast Big River Blues and Jazz Ferstival ” yang berlangsung di Belfast,Irlandia pada Agstus 2008 lalu.

Lalu muncul tawaran dari Peter Barton,bassist dari kelompok legendaris The Animals.Barton sendiri sudah tak asing dengan Indonesia.Pada tahun 1997 The Animals pernah manggung di Ambhara Hotel dan Classic Rock Stage Jakarta.”Peter Barton ini juga adalah agen dalam penyelenggaraan Skeggnes Rock and Blues Festival.Dia tertarik dan mengundang kami main pada tahun 2009 ini” jelas Gugun.

Hmm…..kok banyak terjadi kebetulan ya ? antara Jimi Hendrix dan Gugun,penggemar berat Jimi Hendrix Hendrix .

Namun yang jelas,diam diam Gugun memang telah menimbun banyak pengalaman ngeblues di luar Indonesia.

Gugun pun sebetulnya pernah juga menggelar konser bluesnya  di Kuala Lumpur, Malaysia, Maret 2008, serta Cheranting di Pahang. Gugun juga tampil dalam sebuah  Blues Festival dalam rangka ”Singapore Art Festival 2008”.

Gugun memang tengah mengejar harapan,seperti lirik yang disenandungkannya dalam soundtrack film “Laskar Pelangi” besutan Riri Riza :

jejak kecil
lari mengejar
matahari
keringatnya membasuh pedih
raut wajah
beri kisah
derai tawa
saat itu tak kan terlupa
hingga kini tetap bakar jiwaku

kau berlari
mengejar
harapan
harapan hingga ku di sini

Gugun di 12 Blues Bar Menteng pada Desember 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s