Indra Lesmana Menyeruak Dunia Dengan Jazz

Posted: Juni 2, 2011 in Tinjau Album

Posisi album LLW di chart album iTunes

Indra Lesmana kembali membuat kejutan membahagiakan buat musik Indonesia.Bersama kelompok trionya yang baru LLW,terdiri atas Indra Lesmana (piano,keyboard),Barry Likumahuwa (bass) dan Sandy Winarta (drums) merilis mini album bertajuk “Love Life Wisdom” secara digital di iTunes pada 25 April lalu.Tanpa dinyana,publik dunia penggemar jazz merespon pemunculan trio ini dengan mendownload minialbum yang terdiri atas 6 komposisi jazz ini.Di minggu pertama album yang digarap sejak tahun lalu itu menduduki peringkat 42 sebagai new entry album dalam Most Download Album Chart di iTunes.Diminggu ke dua turun ke peringkat 50 lalu melejit ke peringkat 18 dari 100 album yang dipantau iTunes dalam perolehan download.

Ini merupakan prestasi dahsyat di era musik digital sekarang ini.Keterpurukan khazanah musik Indonesia dengan terkuburnya penjualan fisik,pada akhirnya memiliki peluang lain dalam sebuah distribusi alternatif  yang futuristik.Sekaligus membuktikan bahwa industri musik bisa menjauh dari pintu kiamat.Lewat akun twitternya tanggal 13 Mei lalu Indra Lesmana menoreh sebuah quote yang menggelitik dan provoke  : Istilah “Go-International” sudah kadaluarsa sejak adanya Internet”.

Apa yang dituturkan Indra Lesmana itu bukan isapan jempol belaka,karena sejak berkembangnya jejaring sosial,music Indonesia sudah bertamasya ke penjuru dunia.Walaupun masih ada saja artis Indonesia yang masih menempuh cara cara kolot seperti ikut menumpang bernyanyi di album penyanyi asing untuk meraih paspor go international itu sendiri.

Indra Lesmana sendiri sebetulnya telah melakukan proses go international sejak era 80-an.Antara lain menetap di Sydney Australia untuk mengenyam pendidikan jazz sekaligus merilis beberapa album jazz bersama pemusik jazz Australia.Sosok Indra Lesmana pun disoroti dalam majalah jazz Amerika berpengaruh Down Beat.Puncaknya,di tahun 1984 dua album Indra Lesmana yaitu “Nebula” dan “For Earth and Heaven” dirilis oleh label Zebra/MCA Records.Sederet pemusik kualifiaid dunia mengiringi penampilan Indra Lesmana di album itu seperti Charlie Haden,Vinnie Colaiuta,Michael Landau.Airto Moreira,Jimmy Haslip,Joel Peskin,Tootie Heath,Bobby Shew dan banyak lagi.

Trio yang merupakan gabungan inisial nama belakang ketiga pemusiknya ini Lesmana,Likumahuwa dan Winarta ini terbentuk pada tanggal 21 April 2010.”Saat itu saya punya gagasan untuk melakukan semacam jam session atau workshop berkala yang dilakukan di kantor saya di Bintaro.Ternyata animonya banyak.Mereka sangat antusias terutama dari kalangan pemusik muda.Beberapa pemusik senior pun hadir seperti Donny Suhendra maupun Oele Pattiselano dan Benny Mustafa.Om Benny itu kan drummer ayah saya dulu” cerita Indra Lesmana yang saya temui di Inline Studio 6 Mei lalu bersama Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta.

Dari acara jam session yang rutin digelar setiap jumat malan itu,selalu hadir nama nama jazzer muda seperti Nikita Dompas,Sandy Winarta,Indra Dauna,Indra Aziz,Barry Likumahuwa,Donny Sunjoyo,Irsa Destiwi dan masih sedetet panjang lainnya.

“Disaat yang bersamaan,saya punya rencana untuk menghidupkan kembali kelompok Reborn,sebuah konsep jazz yang selalu updating dengan gaya musik terbaru  yang pernah saya bikin pada awal tahun 2000an dulu.Di tengah jalan,rencana membangun Reborn kembali saya alihkan menjadi trio LLW ini.Saya memilih Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta karena mlihat kemampuan mereka bermain yang sangat intens.Barry misalnya,karakter funknya itu kuat tapi dia juga bisa main standart dengan bagus.Demikian juga Sandy yang all round” imbuh Indra lagi.

Selain tampil di ajang Java Jazz International Festival di Jakarta  5 Maret2011 ,trio LLW ini pun tampil bersama Scott Henderson Trio di acara “Jazz Up ,Re-Load” pada 19 Maret 2011 di Singapore.

Sebetulnya pada saat tampil di kedua event jazz itu,LLW telah merencanakan akan merilis debut album mereka bertajuk “Love Life Wisdom”.”Rilis album tertunda karena menjelang acara Java Jazz saya masuk rumah sakit karena terkena demam berdarah” tutur Indra Lesmana.

Untuk album yang dirilis secara fisik akan berisikan sebanyak 9 lagu yaitu “Love Life Wisdom”,”Strecht N Pause”,”Friday Call”,”Back Into Sumthin”,”Morning Spirit”,”Smooth Over The Rough” dan versi panjang dari “Love Life Wisdom”  serta “Blue In Green “ sebuah ballad dari album Miles Davis “Kind Of Blue” (1959) dan “Giant Steps” karya fenomenal John Coltrane dari album “Giant Steps” (1960).”Kedua lagu ini memang berasal dari dua album fenomenal jazz milik Miles Davis dan John Coltrane” papar Indra Lesmana.

“Sayangnya Blue In Green dan Giant Steps tidak bisa kami masukkan dalam iTunes karena tidak mendapat izin dari publishing musicnya.Tapi untuk versi album fisik,kedua lagu itu akan kami ikutkan” tambah Indra lagi.

Saat menyimak album Love Life Wisdom ini,saya merasakan sebuah gagasan untuk menggabungkan jazz dengan aura musik sekarang.Sebuah hibrida musik yang sesungguhnya pernah digagas Indra pada album Reborn di tahun 2000 yang membaurkan jazz dengan,funk hingga hiphop.Sekedar mengingatkan bahwa di tahun 1983 pianis jazz Herbie Hancock pernah berkolaborasi dengan seorang discjockey bernama D.S.T menghasilkan lagu “Rock It”.Bahkan maestro Miles Davis sebelum meninggal pada tahun 1991,sempat merekam album bernuansa hip hop bertajuk “Doo Bop” bersama produser Easy Mo Bee dan dirilis pada tahun 1992.

Album hibrida jazz semacam ini kemudian kian berkembang dengan munculnya trio seperti Medeski,Martin and Wood  yang menyusupkan serta membaurkan begitu banyak kecenderungan  musik seperti jazz funk,post bop ,hingga jambands dalam nampan yang bernama jazz.

Pada lagu “Strecth N Pause”,Indra memempelaikan piano jazz dengan aura hiphop yang menyegarkan dengan hadirnya DJ Cream lewat imbuhan scratch vinyl-nya,rapper Kyriz Boogiemen dan Indra Aziz  menghadirkan efek beatbox yang perkusif.

“Saya tertarik mengajak DJ Cream dan Kuriz Boogiemen saat tampil bersama dalam acara Urban Jazz Crossover.Saya melihat antusias penonton yang menyaksikan acara Urban Jazz Crossover.Inilah yang menggelitik saya untuk menulis lagu Strecht N Pause” ungkap Indra Lesmana.

Bahkan dalam tuturan rap yang dilakukan Kyriz Boogiemen isinya mengenai sejarah jazz di Indonesia.”Saya bilang ke Kyriz bahwa saya ingin mengangkat tema tentang sejarah jazz Indonesia.Lalu saya ceritakan semuanya,dan Kyriz kemudian menulis rappingnya dengan bagus” tukas Indra Lesmana.Ini sebagian celoteh Kyriz dalam lagu “Strecht N Pause” :

I stretch n pause….
To guide the lost….
This time, it’s LLW
Still wit Kyriz up in here to entertain you

Yes, brothas n sistas
Here they are, Indonesia’s finest..Starting with Didi Patirani,Jack Lesmana and the Indonesian All-Stars wit Bubi Chen, Yopi Chen, Maryono, Benny Mustafa,Nick Mamahit.Bill Saragih,Mus Mualim,Edi Karamoy And the Jazz Riders: Didi Tjia, Patisellano Brothers, Trisno,Benny Likumahuwa,Embong Rahardjo,Abdullah Suweileh,And to many other souls
Who has contributed their life, to Indonesia’s Jazz…..

Salah satu best cut album ini sudah pasti adalah “Love Life Wisdom” yang dibawakan dengan paripurna oleh vokalis Dira J Sugandi dengan interpretasi aura soul R&B yang mumpuni.

Barry  Likumahuwa mengimbuhkan pola bass yang cenderung lebih funk,sedang Indra Lesmana menghasilkan bunyi-bunyian kosmik lewat miniMoog yang dikendalikan oleh suara Indra melalui perangkat talkbox yang unik berdampingan dengan sound vintage piano elektrik Fender Rhodes Stage 73 yang legendaris itu.

Dalam waktu dekat.menurut Indra Lesmana,album debut LLW “Love Life Wisdom” ini akan segera dirilis dalam bentuk cd dan vinyl.”Saya memang menginginkan album ini juga hadir dalam bentuk vinyl.Apalagi belakangan ini bersamaan dengan derasnya kecenderungan orang mendownload lagu secara digital, kegilaan terhadap vinyl pun mulai terlihat.Saya mulai melihat anak muda yang mulai beli vinyl.dan beberapa toka musik mulai terlihat menjual vinyl juga “ imbuh Indra Lesmana lagi.

Denny Sakrie

Iklan
Komentar
  1. arif berkata:

    pernah liat acara di tvOne, bintang tamunya Mira lesmana.tp juga sedikit menceritakan indra lesmana yg semenjak kecil belum sekolah ternyata telenta musiknya dah nampak. mahir main piano

  2. ismailp berkata:

    Saya nunggu bgt versi cd-nya, bwt saya sih mskipun bisa beli digitalny tp ttp album fisik itu wajib bwt album yg bagus kyk gini. Apalagi ada vinyl-nya! Wah mantap! Kpn sampe Surabaya ya?
    Support your local musician! Beli cd originalnya, beli juga vinylnya! Heheh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s