Euis Darliah Euy !!!

Posted: Juni 19, 2011 in Sosok

Wanita bermata bola ini kerapkali  dijuluki Janis Joplin Indonesia sejak paruh dasawarsa 70-an.Mungkin karena suaranya yang melengking dan parau.Rock pisan dan blues  tentunya. Mulai berkiprah di paruh era 70-an.Saat itu Euis Darliah tergabung dalam band wanita Antique Clique.Band yang super heboh  ini sempat ikut dalam Festival Band Wanita pertama di Indonesia yang digagas majalah Top Jakarta. Antique Clique memang tidak menang,tapi Euis Darliah berhasil menuai sensasi luar biasa  dengan memantati dewan juri yang antara lain terdiri atas Remy Sylado,salah satu redaksi majalah Top Jakarta.
Di beberapa kejap peristiwa Euis yang bermata seperti kelereng itu kerap jua dijuluki ”rusa mungil”. Dan, ”Saya suka julukan itu,” komentar Euis Darliah. Dengan gaya anak rusa lasak, bahkan terkesan sedikit binal, Euis mengorbit dengan lagu Apanya Dong karya Titiek Pispa yang liriknya rada absurd itu. Dengan suara serak dan lepas, awal popularitasnya tercatat dekat akhir 1982 setelah sekian lama malang melintang dari panggung pertunjukan hingga klab malam yang bertebaran di metropolitan.

Euis cukup lama berjuang meniti karir musik. Bayangkanl, Euis sudah menyanyi sejak berusia 10 tahun. Anak kelima dari 12 bersaudara ini, kebetulan, kemanakan pesinden Sunda terkenal, Titim Fatimah. Boleh jadi bakat menyanyinya ”turun” dari bibinya itu
Suatu kali, pada usia 10 tahun, Euis menonton hajatan di rumah tetangganya, dengan bertelanjang kaki, dan menggendong seorang adiknya. Ketika pembawa acara, Baskara, menawari hadirin menyanyi, si Euis spontan berteriak, ”Saya, Oom!” Ia menyanyikan lagu Anna Mathovani, penyanyi pop masa itu. Sambutan penonton, konon, luar biasa.

Peristiwa ini membuat Euis ”gila” menyanyi. Di SMP, hanya pelajaran menyanyi yang disukainya. Kemudian, diam-diam, ia menyanyi di sebuah night club. Melalui wartawan Ronald Situmorang, suami penyanyi Herty Sitorus, ia dipertemukan dengan Abul Hayat, seorang penemu bakat dan juga pemilik night club Latin Quarter di Harmoni, Jakarta.Euis Darliah mungkin akan terus menyanyi di pusat hiburan, kalau suatu ketika tidak datang Titiek Hamzah ke klub malam Tropicana, dan menyaksikannya menyanyikan Cry Baby yang sohor dari tenggorokan Janis Joplin,ratu blues putih yang mati muda itu.
Titik Hamzah komposer dan pencabik bass Dara Puspita di tahun 1981 menaruh kesan mendalam pada musikalitas Euis Darliah.”Dia begitu erkspresif” batin Titik hamzah yang saat itu lagi getol-getolnya bikin lagu buat diadu di Festival Lagu Popular Indonesia (FLPI) .Titik pun merasa telah menemukan penyanyi pendamping Hetty Koes Endang untuk menyanyikan lagu karyanya yang menjadi pemuncak dalam FLPI “Siksa”.
Tapi justeru lewat lagu “Apanya Dong” karya Titiek Puspa,sosok Euis menjulang tinggi ke angkasa.

Euis Darliah si rusa mungil

Iklan
Komentar
  1. zulfikarhafid berkata:

    Nyokap sering cerita tentang ni penyayi..ahaha…heboh katanya,btw mirip Asri Wenas ya??haha

  2. andre berkata:

    dimana kau pujaankuuuu

  3. Ardho Ferro berkata:

    MOHON IJIN SHARE KANG

  4. riesa olive berkata:

    I love U Euis Darliah,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s