Menyimak Artefak Rock Indonesia : AKA Hard Beat

Posted: Juni 27, 2011 in Tinjau Album

Dipastikan generasi muda sekarang mungkin banyak yang tak mengenal AKA.Mereka bisa jadi mengetahui AKA sebatas nama belaka.Nama yang sering disebut sebagai salah satu kelompok rock yang begitu menjamur jumlahnya di era 70-an dan kerap menyodorkan aksi panggung yang super gila-gilaan.Saat itu AKA yang berasal dari Surabaya jawa Timur itu  oleh majalah Aktuil Bandung ditahbiskan sebagai kelompok underground.Kerap disejajarkan dengan Black Sabbath.Mungkin karena aksi panggungnya yang teaterikal semisal mengusung peti mati plus ambulance rumah sakit yang meraungkan sirene di sekitar pentas pertunjukan.Bahkan sang terdepan AKA Utjok Harahap kerap mempertontonkan adegan penyiksaan seperti digantung sambil dicambuk dengan sebilah cemeti yang menggelegar.Termasuk atraksi vulgar maaf…bersanggama dengan organ Farfisa yang dimiringkan .Keplok applause pun membahana.

Semua kisah tentang AKA pada akhirnya bak sahibul hikayat.Hingga muncullah album kompilasi bertajuk “AKA Hard Beat” yang direissue oleh Jason “Mosh” Connoy orang Kanada pemilik label Strawberry Rain.Album ini dirilis dalam format compact disc dan vinyl.Berisikan 14 track karya AKA berbahasa Inggeris yang diambil dari album album AKA yang dirilis Indra Record antara 1971 dan 1977 seperti “Do What You Like”,”Reflections”,”Crazy Joe”,”Sky Rider”,”Cruel Sides Of Suez War” maupun “Mr.Bulldog”  serta satu track berbahasa Indonesia “AKA Untukmu” dari album

Soenatha Tandjung dan Utjok Harahap

” (1977)

Lagu lagu tadi memang bernafaskan rock.Jason Connoy memang memilih ke 14 track itu dari lagu-lagu AKA yang betul betul berkonotasi rock.Album album AKA yang dirilis Indra Record serta Remaco di era 70-an sebetulnya tidak murni rock,karena dengan alasan tuntutan pasar,AKA mamu berkompromi menulis lagu bercorak pop seperti “Badai Bulan Desember” yang sepintas mirip lagu Bee Gees “How Cajn You Mend A Broken Heart”.

Nah disetiap album album AKA itu selalu muncul lagu-lagu berkonotasi rock yang menggelegar sekitar 2 atau 4 lagu.Lagu lagu itulah yang kemudian diseleksi Jason di dalam album “AKA Hard Beat” ini seperti “Suez War” yang intronya sepintas mirip “Aqualung” nya Jethro Tull hingga “Shake Me” yang beratmosfer funk ala James Brown dan jangan lupa ada lagu “Do What You Like”  yang dulu kerap dibawakan di panggung dan kabarnya pernah diputar di radio Australia pada paruh era 70-an.

Menariknya bahwa saat itu Indonesian rock scene memang tengah dipengaruhi hard rock,prog rock dan funk soul.Jadi tak heran jika kiblat tata musik AKA juga mengacu ke sana.Simak saja petika gitar elektrik Soenatha Tanjung yang banyak dipengaruhi gaya Jimmy Page,Jimi Hendrix serta Richie Blackmore.Utjok Harahap sendiri banyak melakukan screaming yang merupakan perpaduan antara The Crazy World of Arthur Brown dan James Brown   .

Permainan bass Arthur Kaunang pun sangat inspiratif.Dia bagaikan bunglon yang bisa berubah perangai dari rock blues ke funk yang soulful.Saya menduga Arthur sangat terpengaruh dengan pola permainan bass Mel Schacher dari Grand Funk Rail Road. Dan pola drumming Syech Abidin sangat akurat dan luamyan berkarakter.

Lirik lagu yang ditulis AKA dalam bahasa Inggeris pun mengajukan ragam tema,mulai dari ikhwal perang di Teluk Suez  pada “Suez War” hingga tentang manajer mereka sendiri Jauhari dalam lagu “Crazy Joe”.

Dengan didukung studio rekaman berfasilitas 4 track AKA memang telah berbuat sesuatu untuk musik rock Indonesia saat itu.Kualitas rekaman yang kurang memadai itu juga yang menyulitkan Jason Connoy dkk untuk meremastered karya karya AKA yang mengambil source bukan dari reel masters tetapi dari vinyl yang diperoleh Connoy di antara tumpukan vinyl yang dijajakan pedagang di Jalan Surabaya sejak 12 tahun silam.

Jika dipanggung AKA lebih banyak tampil sebagai impersonator yang terlatih,maka dalam album rekaman mereka sangat terampil meracik komposisi plus arransemen.Silakan simak track track bergizi seperti Crazy Joe,Sky Rider,Reflections,Open Doors,Groovy,Mr Bull Dog  maupun Glenmore,sebuah judul yang diambil dari sebuah desa di Jawa Timur.

Agak disayangkan,album ini hanya mengambil track track AKA yang berkategori “HardBeat”,tapi toh tidak mengurangi impresi kita terhadap kekuatan band rock Indonesia masa silam. Setidaknya jejak artefak music rock Indonesia masih bias terlacak lewat album kompilasi yang justeru digagas oleh orang Kanada.

Tracklist

1.Do What You Like

2.Glenmore

3.Reflections

4.We’ve Got It Work It Out

5.Cruel Side

6.Groovy

7,Suez War

8.Mr Bulldog

9.Shake Me

10.Only One Man

11.Crazy Joe

12.Skip Awaya

13.Open Doors

14.Sky Rider

15.AKA Untukmu

Denny Sakrie

Iklan
Komentar
  1. kenapa SID gak masuk om?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s