Memilah dan Memilih Nama Band

Posted: Juli 12, 2011 in Wawasan

Van Halen

Memilih nama band bisa jadi mungkin meruapakan hal yang sangat mudah.Tapi terkadang menjadi sesuatu yang lebih menyulitkan dibanding menulis sebuah komposisi musik.

Kenapa ? Karena seyogyanyalah sebuah nama band itu harus mengendapkan banyak hal.

Mulai dari makna secara filosofis, jatidiri, bahkan seharusnya menyiratkan pula konsep musik yang diusung.

Dewa

Disamping itu nama band itu seharusnya berkesan catchy, gampang diingat dan memberikan tuah bagi band itu sendiri.

Nah, kalau sudah begini, biasanya sebuah band yang baru terbentuk akan pusing tujuh keliling dalam memilih nama yang tepat. Beberapa band biasanya sampai mengotak atik kata dalam kamus.

Dipilah lalu dipilih.

Kadang, mencari nama band bisa juga berdasarkan judul film, judul lagu atau quote kalimat dari koran, majalah, buku dan entah apalagi. Namun, tak jarang ada juga upaya menyingkat inisial personil dalam sebuah akronim. Semisal KLa Project yang awalnya merupakan gabungan inisial dari Katon Bagaskara, Lilo, Ari Burhani dan Adi Adrian. Serta Dewa yang merupakan singkatan dari Dhani, Erwin Prasetya, Wawan, Andra Ramadhan dan Ari Lasso.

Namun, gagasan menyingkat inisial nama ini punya resiko juga manakala salah satu personil mengundurkan diri dari formasi band. Misalnya, ketika Lilo mundur dari KLa Project, grup ini lalu mengubah nama menjadi NuKla. Tapi Ahmad Dhani malah mengubah nama personilnya ketika Dewa berganti formasi. Contoh, ketika drummer Sri Aksana Sjuman masuk ke formasi Dewa, Dhani lalu mengubah nama Aksan menjadi Wong Aksan agar inisial W tidak hilang dari Dewa. Bahkan Tyo Nugros malah ditulis menjadi Wizztyo Nugros dan Once malah menggunakan inisial nama aslinya Elfonda Mekel.

Ketika kasak kusuk dan kebingungan mencari nama yang tepat dan gampang diingat, beberapa pemusik lebih tertarik untuk menggunakan gabungan inisial nama.

“Saya juga merasa bingung untuk member nama band saya. Sudah bongkar sana bongkar sini. Akhirnya saya membei nama berdasarkan nama saya saja yaitu Barry Likumahuwa Project yang kadang disingkat BLP” ungkap bassist jazz Barry Likumahuwa.

Kasus lain yang kerap terjadi adalah terjadinya kemiripan dalam sebuah nama band. Kasus ini sejak dahulu kala sudah sering terjadi. Ketika menyebut Nirvana, maka orang akan selalu mengingat band trio grunge asal Seattle Amerika Serikat yang dimotori almarhum Kurt Cobain. Banyak yang tak mengetahui bahwa antara tahun 1967 hingga 1971 di Inggeris telah terbentuk band bergenre psychedelic rock bernama Nirvana juga.

Kasus kesamaan nama grup band ini juga terjadi pada kelompok Krakatau yang dibentuk oleh Dwiki Dharmawan, Pra B Dharma, Budhy Haryono dan Donny Suhendra pada tahun 1984. Tanpa disangka ada sebuah band yang juga beraliran fusion jazz dari Helsinki Finlandia menggunakan nama Krakatau di tahun 1994. Riza Arshad pianis yang membentuk band jazz Simak Dialog awalnya menamai bandnya dengan nama Dialog tapi ternyata ada band dari Prancis yang juga memakai nama Dialog. “Akhirnya saya lalu mengubah nama band saya menjadi Simak Dialog” tutur Riza Arshad.

Hal yang sama dialami oleh Green Day, yang diawal karir memiliki nama band Sweet Children. Tapi saat akan merils debut EP-nya pada label LookOut Record mereka mendengar ada band di California yang memakai nama rada mirip yaitu Sweet Baby. Untuk menghindari kemiripan itu, mereka lalu mengganti nama menjadi Green Day.

Nirvana

Di awal karir kelompok Van Halen sempat menggunakan nama Mammoth lalu berubah menjadi Genesis. Belakang Edward Van Halen baru mengetahui bahwa di Inggris sejak akhir era 60-an sudah ada band yang menggunakan nama Genesis yang digagas Peter Gabriel dkk. Edward pun langsung mengganti nama band-nya menjadi Van Halen, nama yang diambil dari marga Edward dan Alex.

Genesis7443

Masalah kesamaan atau kemiripan nama band ini tercatat ada yang berujung pada tuntutan secara hukum. Ini ada beberapa contoh kasus yang pernah terjadi dalam industri musik. Kelompok asal Inggris The Verve (juga) pernah dituntut secara hukum oleh sebuah label khusus musik jazz di Amerika Serikat, Verve Music yang telah merilis album dari Ella Fitzgerald hingga Jamie Cullum, karena menggunakan nama yang sama sebagai identitas kelompok musiknya. Akhirnya Richard Ashcroft dedengkot band Verve berinisiatif menambahkan kata “The” didepan Verve hingga menjadi The Verve. Sejak itu tuntutan dari label Verve Music kepada The Verve ditangguhkan.

Dari beberapa petikan kasus diatas, saya menyarankan agar berhati hati dalam memilah dan memilih nama band. Setidaknya harus meriset dahulu apakah nama yang dipilih sudah pernah dipakai oleh band lain atau tidak. Caranya sederhana! Kalian bisa cari di search engine google nama tersebut. Tapi untuk lebih mengetahui apakah nama band tersebut telah didaftarkan di kantor merk dan paten atau tidak, jalan satu-satunya adalah segera melakukan pendaftaran nama band kalian di Kantor Merk dan Paten. Selain mendapat kepastian hukum secara legalitas, kalian juga jadi bisa mengkonfirmasi apakah nama band tersebut sudah ada yang menggunakan atau belum?

Selamat memilih nama band.

Iklan
Komentar
  1. andhika anandya berkata:

    yang menarik nama band rumah sakit mas.. bahasa indonesia. tapi ada 2 band yang pake nama ini. band jakarta yang terkenal itu sm band experimental rock dari california. aliran musiknya juga jauh bgt.

    saya dulu suka iseng ngeliatin playlist di ipod sm temen2 saya. bilangnya rumah sakit ganti aliran. hehe.. padahal band rumah sakit yang ada di ipod sy ya yg dari california.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s