Mesin Waktu (2) : Jambore Band Artis Safari 1972

Posted: Juli 18, 2011 in Tinjau Acara

Freedom Of Rhapsodia
Panbers Club Band

Pesta musik pop berlangsung di Senayan,di penghujung tahun 1972.Bertajuk Jambore Band Artis Safari .Saat itu industri musik pop Indonesia (majalah Aktuil menyebutnya sebagai blantika musik) tengah dikelilingi band-band pop yang cenderung melontarkan petilan melodi manis,easy listening dan lirik tentang cinta dan cinta.Tak jauh  bedalah dengan industri musik sekarang.Bedanya saat itu band-band pop papan atas mudah dihitung dengan jari.Kalau sekarang jumlah ribuan.

Syahdan di tahun 1973 itu setidaknya ada 4 grup band pop yang dianggap sebagai representasi musik pop Indonesia.Siapakah keempat band itu.Yaitu Koes Plus,Panbers,The Mercy’s dan

Freedom of Rhapsodia.Nah,band yang disebut terakhir ternyata band amfibi.Kenapa ? Saat tampil di panggung,Freedom of Rhapsodia adalah impersonator genre hard rock tapi saat merekam album mereka cenderung bergelayut dengan tema pop.Di tahun 1972 grup yang antara lain didukung Deddy Dores dan Soleh Soegiarto itu melejit dengan lagu pop karya J .Sarwono “Hilangnya Seorang Gadis”.

Nah bersepanggungnya empat band yang lagu-lagunya tengah diputar di radio radio swasta dan RRI ini rasanya merupakan daya pikat utama dari konser Jambore Band Artis Safari ini.Riuhnya konser ini ditulis majalah  Tempo Edisi. 44/II/13 – 19 Januari 1973  seperti ini

: “Bukan  main padatnya. Yang tidak kebagian pintu resmi, nyerobot
liwat jendela kaca di bagian atas Istora Senayan. Para penjaga
keamanan tidak dapat bertindak lebih dari memandang saja massa
yang bagaikan semut itu. Perbatasan kelas, pagar besi yang bagai
tumbak ujungnya, dilompati saja seperti orang melompat galah.
Sementara yang masih bertahan di pintu resmi hanya bisa saling
dorong-mendorong atau menjerit kalau kena pencet. Orang-orang
penting di lantai yang datar tak mendapat perlindungan lagi.
Garis batas telah roboh. Maka popor anggota-anggota keamananpun
diacungkan ke kepala penonton sambil mengingat zaman demonstrasi
dulu.

Semua itu terjadi satu malam dibelakang malam tahun baru 1973.
Kegiatan yang sukses itu, bernama jambore Safari menampilkan
empat buah grup yang sedang menanjak namanya. Koes Plus,
Panbers, Mercy’s dan Rhapsodia. Bangunan yang berkapasitas
10.000 pantat itu tumpat padat melebihi targetnya. Kurang jelas
adakah ini bukti bahwa kini zamannya musik grup atau memang saat
pertunjukannya tepat. Yang pasti tentunya orang tertarik karena
kesan nya seperti sedang diadu. “Yang diadu hanya ayam”. kata
Charles dari grup Mercy ‘s yang menolak menamakan acara itu
sebagai medan pertarungan antar grup.

The Mercy’s

Kurang lebih begitulah suasana yang diungkapkan sekitar 38 tahun silam.Potret pentas musik pop era Orde Baru.Sebuah euphoria bernuansa pop,ketika jumlah band atau pemusik masih belum terlalu banyak.Koes Plus menjadi milik sebagian besar masyarakat.Lagunya bersahaja,dengan harmoni yang manis,cepat lekat di kuping khalayak.Meskipun pada saat itu pentas pentas band yang menyuguhkan musik rock mancanegara juga mulai berepidemi.Menyebar kemana-mana seperti jamur   

Komentar
  1. jimmy setiadi mengatakan:

    wow postingan bagus sayang kurang mndapat perhatian lebih tentang acara2 band tahun 70an

  2. agustion mengatakan:

    Salut dengan berita mengenai musik jadoel, terutama mengenai band band jadoel yg semuanya saya kagumi. sepertinya saya kembali jadi remaja, nostalgia 44 thn lalu. ahhh…kalau saja waktu bisa berjalan mundur…
    kalau tidak salah, penulis Bang Deny Sakrie pun kini sudah almarhum…
    semoga beliau tenang di sisi ALLAH SWT. Amin…

  3. dennysakrie63 mengatakan:

    Waduuh berarti saya hantu dong ?.Mungkin yang anda maksud almarhum Denny Sabri……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s