Mick Jagger 68 Tahun, It’s Only Rock N’ Roll

Posted: Juli 27, 2011 in Ulang Tahun Pemusik

Mick Jagger 1967
Pete Townshend dan Mick Jagger dalam film “Rock N’Roll Circus”
Mick Jagger dalam film “Symphaty For The Devil” (1969) karya Jean Luc Godard

Tak salah jika Mick Jagger disebut sisa sisa laskar generasi bunga yang masih tetap bertahan dalam industri musik dunia.Ditengah tengah konsistensinya bersama The Rolling Stones, Sir Michael Phillip Jagger yang hari ini selasa 26 Juli 2011 genap berusia 68 tahun, seolah tiada henti berkutat di belantara musik.Saat ini lelaki kelahiran Dartford,Kent,Inggeris ini tengah disibukkan dengan proyek kolaborasi unik bertajuk Super Heavy bersama Dave E Stewart punggawa Eurytmics,Joss Stone,AR Rahman dan Damian Marley putera Bob Marley.

Mick Jagger tetap bergumul dengan musik.Tak henti,tak pernah puas.Seperti yang disyaratkan dalam lagunya yang fenomenal I Can’t Get No (Satisfaction) :

I can’t get no satisfaction,
I can’t get no girly action.
‘Cause I try and I try and I try and I try.
I can’t get no, I can’t get no.

When I’m ridin’ round the world
and I’m doin’ this and I’m signing that
and I’m tryin’ to make some girl
who tells me baby better come back later next week
’cause you see I’m on losing streak.

Sebuah corong hedonis materialistik yang masih tetap bergaung hingga kini,termasuk didalamnya kredo sex,drugs and rock n’roll yang seolah sebuah  apokaliptika bagi generasi muda dari zaman ke zaman,sejak The Rolling Stones berkecambah pada paruh era 60-an.

Di era yang kerap pula bersinggasana sebuah gerakan yang dinamakan British Invasion,Mick Jagger seolah memposisikan diri sebagai sosok bad boy yang tak mau diatur oleh tata karma yang normative.Dia selalu menyempal,dalam bentuk pilihan musik termasuk lirik-lirik lagunya yang provokatif.Kekagumannya pada music blues sesungguhnya merupakan refleksi pemberontakan atas sesuatu yang mapan.Dalam sejarah,musik blues adalah pemberontakan kaum kulit hitam yang terjajah dalam perbudakan.Mick Jagger mencuri saripati blues itu dalam adonan musiknya yang kemudian disusupi ruh rock yang riuh rendah serta melabrak kaidah kaidah yang penuh kepura-puraan dan rekayasa.

Di akhir era 60-an,Mick Jagger bahkan menyebut dirinya seorang anrkis sejati.Jagger mengambil bagian dalam demonstrasi anti Perang Vietnam di depan kedutaan Amerika Serikat di LondonmInggeris pada tahun 1968.Disinilah Jagger lalu tergerak untuk menuliskan geraman jiwanya lewat lagu “Street Fighting Man” yang beraura gugat itu.

Di sekitar tahun 1973,saat diwawancara sebuah majalah musik,Mick Jagger pernah mencanangkan akan pensiunn pada usia 40 tahun.Saat itu usianya baru saja memasuki kepala tiga. Jagger berdalih bahwa rock n’roll tak lagi pantas di usia 40.Rock n’roll,kata Jagger,adalah milik anak muda.Tapi ternyata apa yang telah diucapkannya ternyata justeru dilanggarnya.

Dan satu dasawarsa ke depan,di tahun 1983 saat usianya bertambah menjadi 40 tahun,Jagger masih tetap berjingkrak-jingkrak dengan energi yang tiada terkira : Start Me Up !.Dalam konser The Rolling Stones yang berskala arena stadium Mick Jagger masih tetap bervitalitas mengelilingi panggung yang maha luas,sembari berteriak :

If you start me up
If you start me up I’ll never stop
If you start me up
If you start me up I’ll never stop
I’ve been running hot

Beruntung saya masih bisa menyaksikan ulah panggung Mick Jagger yang sexy dan sensasional di saat usianya bertambah menjadi 45 tahun,di Stadion Senayan Jakarta pada tanggal 30 Oktober 1988.Mick Jagger saat itu tidak datang bersama The Rolling Stones,melainkan melakukan tur konser solo yang antara lain didukung sederet pemusik virtuoso seperti Joe Satriani (gitar) hingga Simon Philips (drums).

Tuduhan bahwa Mick Jagger adalah titisan iblis terkadang membuat saya terhenyak.Karena di saat Jagger menggelar konser di Stadion Senayan Jakarta,aksi brutal berupa pembakaran mobil berlangsung di luar stadion bagai ritual sekte pemuja setan.Saat itu saya jadi teringat peristiwa mengerikan yang terjadi saat the Rolling Stones menggelar konser gratis di Free Way Altamont pada tahun 1969 dengan jatuhnya korban seorang penonton berkulit hitam yang ditikam gang motor Hell Angels yang kerap menjadi malaikat pendamping tiap konser Rolling Stones,  tepat di depan panggung The Rolling Stones sedang berpentas.

Pada akhirnya The Rolling Stones konotatif dengan kerusuhan dan chaos tanpa alasan yang jelas .

Begitulah,Mick Jagger seperti halnya rekan sejawatnya Sir Paul Mc Cartney maupun Bob Dylan,adalah sosok rock yang menolak tua.Mereka seperti para highlander yang terus bergelayutan immortal dari satu panggung ke panggung lainnya dalam lintasan jaman.Mick Jagger,juga Keith Richard adalah fenomena rock and roll yang tak terbantahkan.Ketika sahabat sejawat seperti Brian Jones,Jimi Hendrix,Janis Joplin atau Jim Morrison telah terbang ke nirwana di saat usia 27 tahun,Jagger dan Richard masih berlenggang rock n’roll di berbagai pentas musik dunia.

Ah,jangan jangan malaikat maut sering melupakan tugasnya karena senantiasa menonton konser konser spekatkuler The Rolling Stones.Bah !

Tapi yang jelas Mick Jagger adalah legenda abadi rock n’roll tiada dua.Jagger masih tetap penuh vitalitas diatas pentas.

Happy Birthday Mick !.It’s Only Rock and Roll,but I like it !

Mick Jagger 1971