Mbelingnya Musik Remy Sylado

Posted: Desember 4, 2011 in Tinjau Album

Album ini seingat saya  dirilis pada tahun 1975. Saat itu saya masih duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar ,tapi saat itu saya malah  sudah baca majalah Aktuil (karena Si Kuncung dan Kawanku bagi saya sudah tak memiliki greget lagi……Hah ).Di era ini melalui majalah Aktuil mulai berkibar istilah Puisi Mbeling yang dikerek oleh seseorang seniman multi-dimensi Remy Silado.Lalu apasesungguhnya makna Puisi Mbeling ?. Remy lalu mengungkap :

Dalam bahasa jawa, kata mbeling berarti nakal atau suka
memberontak terhadap kemapanan dengan cara-cara yang menarik
perhatian. Namun berbeda dengan kata urakan, yang dalam bahasa Jawa
lebih dekat dengan sikap kurangajar dan asal beda, kata mbeling
mengandung unsur kecerdasan serta tanggung jawab pribadi.

Terus Remy Sylado yang tampangnya mirip Neil Young dan warna suara persilangan antara Jim Morrison dan Frank Sinatra itu menambahkan :

” Apa yang hendak didobrak oleh gerakan puisi mbeling adalah
pandangan estetika yang menyatakan bahwa bahasa puisi harus diatur
dan dipilih-pilih sesuai stilistika yang baku. Pandangan ini,
menurut gerakan puisi mbeling, hanya akan menyebabkan kaum muda
takut berkreasi secara bebas.”

Makanya saat itu saya sempat terkesiap,ketika Remy Silado memusikalisasikan puisinya “Surat Seorang Putera Buat Ibunya” dalam bentuk folk rock.Jelas ia mencoba mengadopsi lagak  folk rock ala Bob Dylan maupun Neil Young yang oleh generasi 90-an disebut sebagai ayah baptis gerakan grunge.

Remy sendiri punya istilah sendiri untuk menyebut terminologi folk-rock yaitu gulayak cadas.Nah !

Simaklah lantunan vokal Remy :

Sedangkan Yesus Tuhanku

Juga mencintai pelacur……….

Untuk menyiasati rima puisinya yang terkadang panjang berjejal-jejal,Remy Sylado  banyak melakukan spoken atau rapping (minjam istilah komunal hip hop sekarang ).Suatu gaya yang kemudian dikembangkan pula oleh Doel Soembang,pengagum dan murid Remy Silado, pada tahun 1982.

Simak pula “Jalan Tamblong“,yang di era 80-an kembali dinyanyikan oleh Ritta Ruby Hartland :

Puntung-puntung rokok bersatukan ludah

Di jalan Tamblong

Berdatangan disana para teladan

Digoda dingin

Malam masih hidup

tapi tinggal kerangka.

Kita pun akan tersenyum menyimak deretan larik yang sangat ngejeplak seperti pada lagu “Ayah Arab Ibu Tionghioa Dia Batak“.Moral ceritanya mungkin ingin mengemuka perihal asimilasi budaya di negeri ini.
Di album ini Remy Silado yang (saat itu) masih muda menyindir habis para seniman sastrawi seperti Ajip Rosidi hingga Sapardi Djoko Damono.

Disaat seniman musik masih berpepatah-pepitih idiom beraroma eufisme romantik Remy Silado dengan semangat mbelingnya telah melakukan semuanya,jauh sebelum ada Iwan Fals,sebelum Slank menjadi komunal kaum muda.

Sayangnya,tak semua orang pernah mendengar album yang fenomenal ini.

Dalam bagian dalam kaset Remy Sylado menulis perkenalan tentang Remy Sylado Company : Remy Sylado Company dengan instrumen-instrumen piano,organ,vibrafon,gitar akustik,gitar 12,harp,biola,harmonika,lira,bas dan drum dengan begitu merupakan kelompok folk Studio Klasik Bandung yang memainkan musik-musik klasik murni dari Bach,Handel,Mozart,Beethoven,Haydn,Brahms sampai ke Villa-Lobos dan Gershwin.

Adapun Remy Sylado Company ini terdiri atas Remy Sylado (komposer,penyanyi,gitar),Iwan Irawan (gitar),Desmond Deje (drums),Geoffrey Iwan Surya (piano),Ricky Hakim (gitar),Iqbal Thahir (gitar,piano),Eddy Tobing (vokal) dan Betty Djuhara (vokal).

Kaset Remy Sylado Company yang dirilis Gemini Record tahun 1975 (Foto Denny Sakrie)

Kaset Remy Sylado Company yang dirilis Gemini Record tahun 1975 (Foto Denny Sakrie)

 

TRACKLIST

1. Surat Seorang Putra Buat Ibunya – Remy Sylado
2. Ali Wekdut – Remy Sylado, Eddy Tobing, Betty Juhara
3. Sukabumi Anno 1975 – Betty, Remy Sylado, Eddy Tobing
4. Mantra – Betty, Remy Sylado, Eddy Tobing
5 Ayah Arab Ibu Tionghoa Dia Batak – Remy Sylado, Eddy Tobing
6 Istriku Dibawa Lari Monyet2 – Remy Sylado, Eddy Tobing
7 Pacarnya Mati Disengat Tawon – Betty, Remy Sylado, Eddy Tobing
8 Tuan Ayip DiMuka Mahasiswanya – Anny Kusuma
9 Jalan Tamblong – Anny Kusuma, Titiek Pramudo, Mebby Segers
10 Sang Moderator Sang Penyair – Anny Kusuma, Titiek Pramudo, Mebby Segers
11 Pelarian – Titiek Pramudjo
12 Pagi Buta Yang Astaga – Anny Kusuma, Titiek Pramudo, Mebby Segers
13 Joko Damono Kelahi Dengan Arloji – Anny Kusuma

14.St.Matthew The Sixth – Anny Kusuma,Lies April

 

Iklan
Komentar
  1. aklahat berkata:

    saya suka dengan tulisan-tulisan Remy. makasih atas posting yang bagus ini!

  2. Reddy Prayudie berkata:

    Sebagai pengamat musik, Remy sangat cerdas dan piawai mengolah kata, oleh karenanya pada waktu itu namanya cukup disegani. Tapi saat Remy masuk ke dunia yang sebelumnya diamatinya secara kritis, industri musik, dan menghasilkan sesuatu yang ‘biasa-biasa saja’ menurut para pengamat lain, itu adalah sebuah dilema untuk obyektivitas seorang pengamat.

    Sebagai penulis pemula pada saat itu, saya mendengar tapi tak perduli polemik apa pun soal karya Remy. Saya punya kasetnya, saya sangat seksama menikmatinya, dan saya suka. Habis perkara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s