Kantata Barock, Kesaksian Sebuah Kunjung Ulang

Posted: Januari 2, 2012 in Uncategorized

Kantata Barock bermandi cahaya gemerlap

Jujur saya sebetulnya tidak terlalu memendam hasrat yang sedemikian dalam untuk sebuah tontonan yang bernama napak tilas atau kunjung ulang .Istilah kerennya Revisited.Kenapa ?.Karena  pada galibnya sebuah nawaitu acara selaik itu memang hanyalah sebuah napak tilas yang memintal benang benang nostalgia masa lalu.Ada sejujurnya,pasti tak ada sesuatu yang baru.Artinya kreativitas mungkin hanya tersaji dalam batasan aransemen dan ekspresi kekinian belaka. Makanya ketika Setiawan Djody ketika berbincang dengan saya di kediamannya di bilangan Kemanggisan Raya pada 23 Juni 2011 lalu, saya hanya menyambutnya tanpa semburat rasa euphoria sedikit pun.

”Ah, mas Djody mungkin hanya ingin bernapak tilas”  batin saya saat itu. 21 tahun silam tepatnya 23 Juni 1990 ,Stadion Utama Senayan (sekarang lebih ringkas disebut GBK),ditumpahi sekitar 150.000 penonton untuk ikut dalam ritual seni bertajuk Kantata Takwa.Nama Kantata itu diberikan oleh almarhum WS Rendra.Dan nama itu juga yang menjadi keberatan ahli waris WS Rendra saat Kantata Barock aka digelar 30 Desember 2011 lalu.

Dan memang tak ada sesuatu yang baru dalam Kantata Barock yang digelar spektakuler dengan permainan lighting dan laser,namun sayangnya tidak diimbangi dengan kualitas sound yang memadai. Tapi keberanian Kantata Barock menyemburkan protes yang keras,yang disusupi dalam setiap segmen acaranya,mungkin merupakan daya tarik lain dari acara ini.Lihatlah pada layar yang terbentang tertera tulisan PRESIDENKU TIDAK BISA HENTIKAN KORUPTOR .Korupsi dan kesewenang wenangan penguasa sepertinya menjadi agenda dalam tiap adegan Kantata Barock.

Akan tetapi  dimunculkannya foto Gayus Tambunan berpakaian astronot di layar raksasa itu kok malah seperti semangat anti korupsi yang kerap terlihat di social media macam Twitter atau Facebook.Semacam olok olokan yang tak patut dilakukan kelompok seni seperti Kantata Barock.

Memunculkan foto 6 presiden NKRI itu pun sudah terlalu sering diusung ke panggung.Saya mencatat dalam konser “Apa Yang Telah Kau Buat” Keenan Nasution pada 5 Mei 2007 pun telah melakukan hal yang sama yaitu menampilkan foto para presiden NKRI. Lagu lagu yang ditampilkan memang adalah lagu-lagu yang pernah popular dibawakan Kantata Takwa maupun dalam beberapa album solo Iwan Fals,magnet utama konser ini. Lagu lagu baru yang ditampilkan Kantata Barock antara lain adalah Mukjizat,lagu yang ditulis Setiawan Djody ketika sembuh dari sakit kronis beberapa waktu lalu,Ombak dan Megalomania.Lagu yang disebut terakhir memang memotret perangai sebagian besar masyrakat negeri ini yang haus akan hal hal duniawi.

Kantata Takwa jelas sebuah masterpiece yang tak mungkin terulang.Itu pasti.Meskipun apa yang menjadi tema Kantata Takwa memang masih tetap relevan dengan kondisi zaman.Masih kontekstual.Atmosfer revisited mendominasi pertunjukan Kantata Barock yang juga melibatkan barisan pemain perkusi dan elemen teaterikal yang ditata Sawung Jabo.

Lagu Bento yang diambil dari album Swami kini berubah menjadi Barong Bento .Liriknya bergeser.Aura musiknya pun dipoles musik tradisional Bali.Tak kental memang.Yang menyolok justeru adalah raungan gitar ala gitar heroes yang memekakkan kuping sebagian besar penonton.Sepertinya Kantata Barock ini memang dikemas dalam sanggian musik bertumpu pada tekstur distorsi gitar elektrik.Mungkin ini obsesi Setiawan Djody yang mengaku tergila-gila dengan Jimi Hendrix,Frank Zappa,Steve Vai dan Allan Holdsworth.Saya masih ingat tutur Djody yang mengatakan :”Ketika Jimi Hendrix meraung raung dengan gitar elektriknya,saya yang saat itu lagi asyik belajar gitar akustik,kemudian mencampakkan gitar akustik dan mulai menyentuh gitar elektrik”.

Sayangnya emosi Setiawan Djody jadi tak terbendung ketika memainkan gitar elektrik di pentas Kantata Barock.Dia seperti pelukis yang sangat royal memercikkan kuasnya dengan warna warni yang tumpang tindih.Harmoni bahkan tak diberi ruangg sedepapun.Djody terus membombardir gitar tanpa aksentuasi yang jelas. Kondisi ini kian tak elok,manakala sound yang konon berkekuatan 300.000 watt itu ditata secara tak sempurna. Untunglah,Iwan Fals tetap memercikkan pesona dengan lagu-lagu protesnya seperti Puing hingga Ombak .

Kantata Barock memang menjadi chaotic saat Bongkar hingga Bento yang kini berganti dalam versi Barong Bento.Paduan suara massal dari penonton membarengi introduksi kedua lagu yang diangkat dari album Swami itu. Jika Bento di tahun 1990 dimulai dengan lirik : Namaku Bento.Maka Barong Bento di tahun 2011 berubah menjadi Akulah Bento. 21 tahun lalu lirik Bento berbunyi : Yang penting aku senang,aku menang.Persetan orang susah karena aku,yang penting aseeekkk”. Di tahun 2011 lirik Barong Bento berbunyi : Yang penting aku menang,kucing senang, kurcaci kenyang .

Riuh rendah panggung Kantata Barock seperti milik rakyat,apa lagi setelah pintu stadion sengaja dijebol agar penonton diluar stadion yang berteriak teriak ingin menjadi bagian dari pesta rakyat itu bisa bergabung sambil mengepal-ngepalkan tinjunya ke udara.”Stadion ini milik rakyat.Biarkan kami masuk” teriak para penonton yang tak mampu membeli tiket di luar stadion.

Iwan Fals pun menyambut mereka di atas pentas dengan baju hitam dengan rambut yang kian memutih.”Selamat datang di negeri para calo……” tukas Iwan,yang dibarengi teriakan riuh segenap penonton di GBK.

Menyaksikan Kantata Barock,penonton seperti menemukan pelampiasan yang tiada tara terhadap perilaku penguasa negeri yang kian menjauh dari rakyat.Orasi dari Iwan Fals pun seperti titah seorang pemimpin berwibawa yang didamba dan dirindukan segenap rakyat negeri ini. Dan malam itu saya pun mereka-reka,seandainya negeri ini betul betul telah berubah sejak rezim Orde Baru tumbang dan mencuatnya gerakan reformasi yang dijalankan dengan sebaik-baiknya, saya yakin seyakin-yakinya bahwa konser Kantata Barock tak lebih dari konser nostalgia belaka dari Setiawan Djody yang berusia 62 tahun,Sawung Jabo berusia 60 tahun dan Iwan Fals yang genap separuh abad.

Sehari menjelang tahun baru 2012 Kantata Barock kembali menjadi penyaksi :

 Banyak orang hilang nafkahnya

Aku bernyanyi menjadi saksi .

Banyak orang dirampas haknya.

 Aku bernyanyi menjadi saksi

(Foto Foto : Djajusman Junus)

Komentar
  1. denbayan mengatakan:

    berbeda dengan twitnya kang, disini tidak tergambar twit-twit kang denny
    maaf

  2. Agusfujiadi mengatakan:

    Tak se-ramai livetwit mas

  3. chikal setiawan mengatakan:

    Betul dengan apa yang dikatakan denbayan diatas, tulisan kang deny berbeda dengan twitnya, yang pas waktu konser selalu ngasih kabar2 terbaru situasi konser kantata barock, dan saya yg waktu itu mengikuti tweet kang deny…

  4. denny muhammad mengatakan:

    Ini artikel kantata yg paling saya suka, dibanding artikel kantata yg lain. Ciamik pol…!!

  5. fadhil_fals mengatakan:

    kantata barock. oke bangat buat gw .lanjutkan .untk musisi indonesia .main kan .janaga lagi dong DI dekat DPR.konser nya .biar anggota DPR kaga tidur .jangan biar pada kgamau nya makan duit rakyat …………trus kan kanser nya ……………..buat anak2 ploit ……………….?

  6. fadhil_fals mengatakan:

    kantata barock .main kan lagu nya .puing 2 perang perang lagi semakin menjadi .terliat di mesuji bima .semakin menjadi .apa lagi buat kantata oke bangat .lagu nya yang bikin anggota aparat .sadar ……………OI oi oi oi oi oi oi ………………………………?

  7. MR.TE mengatakan:

    AKU BERNYANYI MENJADI SAKSI. . .

    SALAM DAMAI OI.

  8. Andy Sri Wahyudi mengatakan:

    apakah romantisme itu indah untuk diulagi lagi…? eh, jelasin dun mas arti kantata?

  9. Ovic mengatakan:

    Kntata.. Suatu bntukn musikalitas,puisi,dn taetrikal.. Yg d kemas jd satu dlm pnggung yg mutakhir utk ukurn wktu itu… Ddengkot2 kntata yg skaliber mrekalah trdepan mmbwa misi ktidk puasan trhdp pmrntahn berkuasa era itu mlalui pnggung kolaborasi seni .. D sajikan dlm bntuk seni yg mreka usung… Hasilnya… Luar Biasa… Antusiasme pnonton… Penuh sesak… GBK Membahana…kanta sndiri sbnarnya sukses trtolong oleh sang vokalis IwanFals yg mmg sdg naikdaun (ntah apa jdinya klw vokalisnya kantata bukan Iwan Fals).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s