Menguak Makna Lirik Lagu Geger Gelgel – Guruh Gipsy

Posted: Maret 18, 2012 in Tinjau Lagu

Geger Gelgel” adalah lagu yang sangat agresif pada album Guruh Gipsy (1976).Jika menyimak bangunan musiknya,maka tanpa menyimak secara seksama lariknya,kita pun mahfum bahwa lagu ini bertendensi anger.Musiknya pun merupakan perpaduan antara riuhnya gamelan Bali yang mengisyarakatkan perang dan raungan rock gitar yang memacu adrenaline.

Mari kita simak larik  lagu “” yang dinyanyikan Keenan Nasution :

Dulu di Gelgel pernah geger

Namun tak segeger hatiku

Hasrat hati ingin membeber

Segala perilaku palsu

Degup jantung irama Batel

Bagai derap pasukan Gelgel

Menentang penjajah angkara murka

Penindas hak dasar manusia

Wahai kawan nyalangkan matamu !

Simaklah dalam babad moyangmu

Di Gelgel pernah geger

Semangat suci luber

Kepalsuan terbeber

Orang bathil tercecer-cecer

Geger Gelgel Geger Gelgel

Di Gelgel geger

Hatta nasib rakyat jelata

Yang bukan ahli berbicara

Tapi hanya bersuara

Menuntut hak alam merdeka

Kaum Sudra dipermainkan

Oleh muliawan gadungan

hati tercekam suasana

Ngeri,was was merajalela

Wahai kawan jangan engkau lengah

Ketidakadilan harus musnah

Singsingkan cadar ragu

Singsingkan fajar baru

Mari kita bersatu

Didalam setiap nafasmu

Menyingkap dan menelnajangi adegan palsu

Membahana sangkakala

Menyibak mega raya

Menyongsong bahagia

Moga sirna duka derita

Janji sang Maha Kuasa niscaya kan nyata

Durma  : Bintang benderang cemerlang

              Sakasi agung luhur suci

Sinom  : Tergurat Babad Gelgel

              dalam sastera

              Di medan perang suci

             Bajik melawan angkara

             Tentera Gelgel sura

            Berjuang tak takut mati

Takwil “Geger Gelgel”

Introduksi lagu ini memang telah berbau “perang”.Berawal dengan tabuhan alat musik tabuh Bugis Makassar Tunrung Pakkanjara dan diimbuh dengan bunyi tuts piano bagian bass yang menggeram dan muram.Diteruskan dengan riffing gitar elektrik yang seperti memuntahkan napalm.Dan terdengar sayup hingga mengeras suara I Gusti Kompyang Raka bernuansa mistis.

Kaset Guruh Gipsy yang dirilis tahun 1977 (Foto Denny Sakrie)

Kaset Guruh Gipsy yang dirilis tahun 1977 (Foto Denny Sakrie)

Menurut Guruh Soekarno Putera,ketika “Geger Gelgel” tengah digarap,dia dan personel Gipsy tengah penuh antusias melakukan rekaman di studio Tri Angkasa di kawasan Kebayoran .Dan lagu “Geger Gelgel” merupakan lagu kedua yang mereka rancang dalam proyek eksperimen Bali Rock Guruh Gipsy.

“Di malam hari,saya dan Keenan mereka-reka notasi lagu ini di rumah mas Tok (Guntur Soekarno Putera),tempat saya menginap” cerita Guruh.”Keenan memainkan gitar,saya disebelahnya memainkan tuts piano yang sebagian besar sudah macet.Mas Tok memang kurang merawat piano” kata Guruh lagi.

Beberapa hari kemudian,cerita Guruh,kami mencoba lagi beramai ramai lagu ini di Pegangsaan Barat,rumah Keenan.Pak Kompyang bahkan memboyong separuh perangkat Gamelan Kebyar.”Sing itu tiba tiba hujan turun.Sangat lebat.Rumah Keenan bocor,pas di ruangan tempat latihan penuh air hujan.Terpaksa latihan pun diurungkan hingga hujan reda” kata Guruh.

“Saya salut sama mbak Retno dan rekan rekan.Mereka ini penari dari kelompok seni Saraswati,dari Yayasan Kebudayaan Bali di Jakarta.Walaupun bocor dan air menggenang dimana-mana,semangat mereka tak luntur untuk membuat paduan suara.Bayangin,mereka tuh hanya melantunkan bunyi satu huruf saja…..e e e e.Edan gak ?” ujar Guruh.

Menurut Keenan,hanya dengan dua kali latihan saja,lagu “Geger Gelgel” yang diinspirasikan dari musik Gamelan Kebyar dan musik rock langsung take recording di Tri Angkasa dibawah koordinirAlex Kumara.

Gamelan yang dipergunakan dalam sesi lagu ini adalah Gamelan Kebyar (Pelog) yang kurang lebih sepadan dan setara dengan kunci Cis major Eropa.Kesetaraan maupun harmonisai laras memang diabaikan.Karena sesungguhnya Guruh Gipsy memang dengan sengaja ingin mencari keselarasan paduan bunyi baru.Makanya tak heran jika Gong memiliki fungsi mediator disini,yaitu menawarkan terjadinya “tabrakan” nada-nada.

Teknik vokal di lagu ini (yang dilakukan Keenan) memakai style western serta gaya Aria terutama pada bagian Sinom dan Durma.Menurut Guruh,di Bali acapkali pesinden menyenandungkan lagu berlaras slendro dengan musik yang bermain pada laras Pelog.Pengertian sumbang atau fals menurut kaidah musik Barat disini tidaklah berlaku.

Denny Sakrie

Iklan
Komentar
  1. dandy berkata:

    Kang Denny, saya Dandy dari mbandung, kalau boleh tanya, lagu bidadari timur dan misteri mimpi itu inspirasinya dari mana ya? Lagu Pertemuan Kita juga bagus banget, sama seperti Rinai Hujan, Lagu Putih dan Januari Kelabu… Tulis dong kisah-kisah asal muasal lagunya, tolong tanyakan sama penciptanya. Lagu yang putih..putih melati, mekar di taman sari kadang mirip lagu Sunda ya…… Kampung halaman sy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s