Ngobrol dengan Yes di Pojok Ballroom Ritz Carlton

Posted: April 24, 2012 in Wawancara

Akhirnya Yes,band rock progresif legendaris Inggeris menginjakkan kaki juga di Jakarta 23 April kemarin setelah melakukan konser di Jepang 21 April.Tur konser Yes ini berkaitan dengan promo album terakhir mereka “Fly From Here” yang dirilis Juli 2011.Yes yang terdiri atas Chris Squire (bass,suara latar),Steve Howe (gitar,suara latar),Alan White (drums),Geoffrey Downes (keyboards) dan  Jon Davison (vokalis) merupakan formasi terbaru di tahun 2012 sejak dibentuk di London oleh Chris Squire dan Jon Anderson,sang vokalis yang mundur dari Yes pada tahun 2004.Mereka memang sudah tidak muda lagi,Chris Squire telah berusia 64 tahun ,Alan White berusia 62 tahun,Geoff Downes berusia 59 tahun dan yang paling tua adalah Steve Howe 65 tahun.

Senin 23 April bertempat di Grand Ballroom Ritz Carlton Hotel Pacific Place Jakarta saya sekitar setengah jam  melakukan interview eksklusif dengan kelima personil Yes.

Q : Yes telah memasuki usia 44 tahun,tapi masih tetap eksis.Masih bikin album dan juga masih melakukan tur.Apa yang membuat Yes bisa bertahan sekian lama ?

 

Chris Squire  : Well,mungkin karena Yes itu ibaratnya sebuah keluarga.Meskipun mungkin keluarga bisa terjadi perpisahan tapi yang namanya ikatan batin tak akan pernah lepas.Tetap ada.Yes sejak tahun 1968 hingga sekarang ini telah berkali-kali terjadi pergantian formasi.Tapi nama Yes tetap ada.Yes tetap ada di dunia musik

Alan White : Seingat saya sekitar 18 pemusik keluar masuk,datang dan pergi,berulang ulang kali dalam formasi Yes.Tapi kami tetap tak pernah pecah.

Steve Howe : Saat Jon Anderson sakit di tahun 2004, kami memang cukup lama vakum.Ada 4 tahun Yes vakum tanpa bikin album juga manggung.Tapi kami tetap bermusik.Saya misalnya bersama Geoff Downes kembali menghidupkan Asia di tahun 2006 bersama Carl Palmer dan John Wetton.

Chris Squire : Saya pun mengambil kekosongan waktu Yes dengan reuni bersama band saya sebelum Yes dulu yaitu The Syn  bersama Peter Banks yang pernah jadi gitaris Yes formasi awal .

Alan White : Saya bahkan sempat bikin band baru bersama Geoff Downes dengan nama White he he he……

Q : Apakah ada hikmah dibalik pergeseran personil yang cukup sering ini ?

Chris Squire : Justeru ada progress dalam konsep musik Yes.Setiap masuknya personil baru, masuk pula sound sound baru.Ini justeru memperkaya konsep music Yes.Misalnya ketika Patrick Moraz masuk di tahun 1974 musik Yes jadi agak berubah.Ada yang bilang lebih etnikal.Ada yang bilang ada elemen jazznya.Juga ketika era Trevor Horn dan Geoff Downes masuk di tahun 1980 musik Yes jadi lebih fashionable.Bahkan Yes menjadi band yang lebih pop saat Trevor Rabin masuk di tahun 1983.Penikmat musik Yes jadi lebih bertambah ,tidak hanya itu itu saja.Menurut saya transformasi yang ada dalam Yes menjadikan band ini selalu berubah dan berubah.Jangan jangan perubahan perubahan ini yang membuat Yes tetap bertahan hingga kini.Walupun sebetulnya kami pernah mengalami masa stagnan yang akut.Itu terjadi di awal era 80an dan dipertengahan era 2000an.Tapi masa masa kritis itu toh bisa dilalui juga.

Q : Saya amati ternyata yang banyak berganti adalah divisi keyboards.Kenapa ?

Chris Squire : Mungkin itu kebetulan saja.Tapi iya ya banyak pemain keyboard yang keluar masuk Yes ha ha ha

Geoff Downes : Saya melihat Yes adalah band progresif yang selalu membutuhkan unsure keyboards terutama karena band ini sejak awal memang memilih gaya rock yang lebih simfonik.Sebagai pemain keyboards saya merasa tertantang ketika Yes memilih saya untuk bergabung menggantikan Rick Wakeman di tahun 1980.Seingat saya Yes saat itu mengingankan perubahan dalam direksi musiknya.

Chris Squire : Iya di akhir era 70an,saya serta Alan dan Steve merasa musik Yes stagnan.Terlalu kuno.Lebih lunak dengan tema tema fantasi yang sudah tak sesuai dengan zamannya.Kami ingin sesautu yang lebih heavy dan lugas.Anderson dan Wakeman tetap bertahan dengan warna musik yang lebih melankolia.Akhirnya mereka berdua mundur dari Yes.Itulah kenapa muncul album Drama yang lebih keras dan ngerock

Q Tapi formasi Drama tidak lama.Kenapa ?

Geoff Downes : Trevor Horn lebih suka sebagai orang dibalik layar.Dia lebih cocok jadi produser album ternyata ha ha ha.Dan itu terbukti benar….Dan oh ya seingat saya Chris dan Alan meninggalkan saya dan Steve di Yes.

Steve Howe : Ha ha ha iya betul.Saya dan Geoff kemudian berinisiatif bikin band berskala arena seperti Journey.Muncullah Carl Palmer dari ELP dan John Wetton yang memang malang meliuntang diberbagai band.Kami berempat kemudian melahirkan band Asia….

Chris Squire : Saya lihat Asia sukses.Bener bener band rock yang lebih ngepop dengan jumlah penonton yang melimpah di arena stadium.Ini menggugah saya untuk membentuk band seperti Asia.

Alan White : Kebetulan kami bertemu dengan seorang pemusik berbakat asal Afrika Selatan.Dia itu multi instrumentalis dan juga seorang composer yang bagus.Namanya Trevor Rabin.

Chris Squire : Saya lalu mengajak Tony Kaye,pemain keyboard Yes dulu.Juga mengajak Trevor Horn sebagai produser.Band ini lalu diberinama Cinema.Saya dan Rabin juga menyanyi.Kemudian saat bertemu Jon Anderson disebuah pesta,saya memperdengarkan lagu-lagu baru Cinema dan mengajaknya bergabung.

Alan White : Kita pun sepakat kembali memakai nama Yes.Sedangkan Cinema akhirnya menjadi salah satu judul lagu di album 90125 yang ternyata berhasil sukses secara komersial.

Q : Setelah Jon Anderson mundur karena sakit di tahun 2004,Yes kenapa malah memilih beberapa vokalis dari band band tribute Yes ?

Chris Squire : Itu juga bukan karena disenagaja.Kami melihat Close To The Edge,band Kanada yang selalu membawakan repertoar Yes.Saya suka dengan karakter suara Benoit David si vokalis  bukan karena mirip Jon tapi karena lagu-lagu yang kami bikin tampaknya sesuai dengan karakter vokal Benoit David .

Geoff Downess : Saya pun tertarik dengan karakter vokal David.Sejak saat itu kami lalu berniat merilis album lagi.Kebetulan saya masih memiliki demo lagu “We Can Fly From Here”.Lagu ini saya bikin bersama Trevor Horn saat Yes mengajak kami berdua bergabung di tahun 1980.Lagu ini kami buat dengan gaya Yes yang telah kami bayangkan sejak awal.Tapi lagu ini batal dimasukkan pada album Drama.Saya berdiskusi dengan Chris bagaimana kalau lagu ini digarap ulang dan menjadi tema album terbaru Yes “Fly From Here”.Chris setuju.Penggarapan lagu yang kemudian terdiri atas 5 suites ini juga didukung Trevor Horn yang bertindak sebagai produser album.Sayangnya Benoit David tak bisa lama bergabung dengan Yes karena sakit.Akhirnya kami mencari vokalis baru lagi.

Chris Squire : Muncullah Jon Davison yang ternyata memang penggemar fanatik Yes.Jon ini adalah teman kecil dari drummer Foo Fighter Taylor Hawkins.Jon juga tergabung dalam tribute band Yes bernama Roundabout.Taylor merekomendasikan Jon ke saya.Selain menyanyi Jon juga bermain bass.Tapi jelas saya tidak mengizinkan dia bermain bass di Yes ha ha ha.

Q :  Apa perasaan anda diajak bergabung dalam Yes ?

Jon Davison : Wow…..pastilah saya bahagia.Sejak kecil saya sudah mendengarkan Yes melalui vinyl milik orang tua saya.Siapa yang menduga bahwa saya akhirnya bisa bergabung dengan Yes…..

Q : Apakah anda berusaha mengimitasi suara Jon Anderson saat menyanyikan repertoar Yes bersama Roundabout Band ?

Jon Davison : Saya tidak berusaha untuk mengimitasi suara Anderson.Suara saya memang begini.Tone vokal saya memang mendekati Anderson tapi tidak mirip he he he

Q : Apakah anda terlibat juga dalam penulisan lagu di Yes ?

Jon Davison : Belum tampaknya he he he

Q : Apakah perbedaan antara  Jon Anderson dan Jon Davison ?

Chris Squire : Saya kira perbedaannya adalah Davison jauh lebih muda ha ha ha

Alan White : Bergabungnya Davison menjadikan saya bukan lagi anggota Yes yang termuda ha ha ha.

Q : Apakah yang akan Yes tampilkan dalam konser nanti malam ?

Chris Squire : Well,kami akan membawakan lagu dari album terbaru “Fly From Here” juga repertoar Yes di era 70an hingga 80an

Q : Apakah diantaranya ada Tempus Fugit ? Atau Starship Trooper ?

Chris Squire : Yeah….absolutely !

Thanks to Mamet Budi (photographer)

Iklan
Komentar
  1. bian berkata:

    sampe sehari sebelum konser saya cuma tau lagu ‘owner of the lonely heart’ dan begitu diberi kesempatan untuk menjadi stage crew untuk konser mereka kemaren akhirnya saya byk belajar dari band besar ini. bisa berinteraksi langsung dengan mereka dan akhirnya mulai ‘teracuni’ karya2 mereka

  2. Narada berkata:

    Kok ga nanya soal XYZ (Ex Yes and Zeppelin) yg ga jadi dibentuk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s