Kenapa Boysband Berumur Pendek ?

Posted: Mei 21, 2012 in Uncategorized

ImageBoysband dan Girlsband sekarang tengah merebak dalam industri musik Indonesia sejak tahun 2011 lalu dengan gerakan yang dilakukan SM*SH.Setidaknya dengan pemunculan SM*ASH lewat hits “I Heart You” berhasil mengentaskan begitu banyak boysband hingga girlsband seperti Max 5,Dragon Boyz,7 Icon,Princess dan banyak lagi.Pemunculan boysband dan girls band yang bak jamur dimusim hujan ini berhasil pula meruntuhkan dominasi band-band pop bercengkok melayu yang mulai berjaya sekitar tahun 2005.

Wabah Boysband ini sebetulnya bukan murni sebuah gerakan yang digagas secara lugas oleh praktisi industry hiburan di Indonesia,melainkan merupakan hasil kelatahan menempel pada popularitas yang digagas Korea dalam menjejalkan konsep K-Pop yang bahkan melejit kedepan melewati negara Jepang yang telah menjadi inpirasi musik pop Korea sejak era 1960an itu.Menariknya lagi gerakan K-Pop ini justeru menghidupkan kembali wabah boysband yang sejak 2001 telah menjadi zombie-zombie tiada daya baik di Amerika Serikat maupun Eropah.K-Pop yang mulai berkecambah sejak awal dasawarsa 90an ini seperti menggurita kemana-mana,tak hanya di kawasan Asia tapi keseluruh dunia.Beberapa artis K-Pop bahkan telah menembus chart di Amerika Serikat melalui majalah industri  Billboard.

Jika ditilik lebih jauh,maka kita harus angkat topi dengan upaya Korea dalam mengedepankan format boysband menjadi sebuah bentuk budaya pop yang memukau dunia.Jelas sudah,bahwa orang-orang yang berada dibalik kesuksesan gerakan K-Pop dengan boysband dan girlsband tidak hanya mengandalkan aji mumpung atau sekedar tren belaka, melainkan mereka menciptakan tren tersebut dengan sebuah planning jangka panjang yang sangat serius.Keseriusan itu terlihat ketika mereka siap menghadirkan sebuah boysband yang diawali dengan talent search kemudian berlanjut dengan audisi yang super ketat.Lalu para rekrutan boysband ini masih harus melewati kancah candradimuka selama 2 tahun.Mereka harus memiliki wawasan dan misi yang jelas dalam konsekuensi terjun di zona industri music,mulai dari ketrampilan berbahasa,penggemblengan kepribadian serta amunisi yang cukup dalam bentuk pemahaman koreografi dan musik serta elemen-elemen fashion yang mendukung penampilan musik mereka secara linier.

Hal ini akan sangat berbeda dengan kondisi boysband ala Indonesia yang tampaknya lebih mengutamakan aji mumpung dan mencatut momen yang digurat Korea,saat menghadirkan kembali supremasi boysband hingga girlsband.Dalam catatan saya,ternyata boysband di negeri kurang banyak dibekali dengan elemen elemen basic dalam gugus musik.Padahal yang dijual sdebetulnya kan adalah musik.Kemampuan olah vocal malah bukan dalam urutan skala prioritas yang primer.Jadi tak heran jika rata-rata pendukung boysband Indonesia cenderung memiliki kekurangan dalam seni suara.Dengan bantuan teknologi rekaman yang mengandalkan software-software pemoles vokal dimana karakter vocal yang tak layak menjadi layak seperti Autotunes hingga Melodyne   ,para boysband ini lalu dilempar sebagai produk hiburan instan ke masyarakat.Saat tampil di pentas pertunjukan, hal yang banyak dilakukan adalah lipsynch.Tentu hal ini merupakan sebuah upaya industri musik yang tak terpuji.Pukul rata para boysband dan girlsband ini lebih diarahkan untuk menjadi pengusung one hit wonder belaka.Bisa dihitung dengan jari,berapa boysband dan girlsband yang memiliki album rekaman fisik.

Beberapa asumsi yang saya paparkan diatas itu bisa jadi merupakan pemicu singkatnya usia boysband dan girlsband.Belum lagi,ketika boysband sedang merebak,semua media hiburan seperti televise melakukan overexposed yang menjadikan eksistensi boysband lebih cepat mendekati titik kulminasi atau kejenuhan.

Tapi dalam catatan sejarah musik pop dunia,era boysband sangat rentan dalam mempertahankan popularitas, dalam artian usia boysaband memang tidaklah panjang.Kenapa ? Mari kita lihat dulu kalangan manakah yang sangat intens mengkonsumsi kemasan boysband ini ?.Boysband memang sangat diminati oleh usia pre teenagers hingga teenagers.Kita ambil contoh yang gamblang adalah ketika di awal 70an muncul The Jacksons Five,kelompok bersaudara yang saat itu menjadi konsumsi para teenagers,termasuk pula The Osmond Brothers  .Dan ketika usia The Jacksons Five maupun Osmond Brothers memasuki ambang dewasa,popularitas mereka pun mulai surut dan para penggemarnya pun mulai memalingkan perhatian.Michael Jacksons dan Jermaine Jacksons misalnya kemudian lebih sukses sebagai artis solo, demikian pula halnya dengan Donny Osmond maupun Marie Osmond yang sukses dalam bersolo karir.

Di paruh era 70an muncul boysband dari Puerto Rico yang bernama Menudo.Manajemen Menudo memang telah mengantisipasi pergeseran usia dari personilnya.Artinya ketika usia personil Menudo telah melewati 17 tahun,maka harus segera angkat kaki.Mereka sadar bahwa Menudo adalah kelompok untuk para teen boppers.Saat Ricky Martin,salah satu personil Menudo  telah akil balik,konsekuensinya Martin harus mengundurkan diri dari Menudo.Ricky kemudian sukses sebagai artis solo dewasa.

Hal yang sama juga terjadi pada boysband era 90an (istilah boysband itu sendiri baru muncul pada awal era 90an) ketika usia personilnya memasuki ambang dewasa umumnya mulai menapaki karir sebagai penyanyi solo.Dari New Edition muncul para penyanyi solo mulai dari Bobby Brown,Ralph Tresvant hingga Johnny Gill.Dari New Kids On The Block lalu mencuat nama-nama seperti Joe McKyntire hingga Donnie Wahlberg.Juga ada Justin Timberlake dari N’Sync,Ronan Keating dari Boyzone hingga Robbie Williams dari Take That dan masih banyak  lainnya.

Singkat kata boysband memang memiliki siklus yang shortlived.Walaupun sebetulnya banyak juga yang sempat bertahan lama semisal The Jacksons Five,The Osmond Brothers,New Editions,New Kids On The Block,Back Street Boys hingga Westlife. Bahkan beberapa boysband seperti Backstreet Boys atau Nsync malah menolak disebut sebagai boysband,mereka malah lebih memilih disebut sebagai “male vocal group”.Terminologi boysband memang tak jarang berkonotasi sebagai grup music dengan kualitas yang tak memadai .Setidaknya itulah yang kerap dijadikan ajang kritik oleh media cetak.Belum lagi kasus kasus seperti New Kids On The Block yang dituding tidak menggunakan suara asli personilnya saat rekaman.Di tahun 1991 mencuat tudingan bahwa produser New Kids On The Block Maurice Starr lah yang mengisi vokal dibeberapa lagu New Kids On The Block.

Jika anda tak suka boysband atau girlsband rasanya tak perlu mengutuk atau mencaci karena usia mereka toh tak akan panjang.Dan yang patut diingat pula,walaupun nanti wabah boysband mengilang,suatu waktu pasti virus boysband akan mencuat lagi,karena seperti halnya berbagai subgenre yang berada dibawah payung musik pop adalah sebuah siklus yang bisa muncul lagi tapi dengan kekinian yang sedikit berbeda.

Iklan
Komentar
  1. anta40 berkata:

    Ya, mungkin itulah yg membuat boysband berumur pendek. Lain cerita dengan band “beneran” (yg memainkan alat musik). Mereka rata2 bisa bertahan lebih dari 3 dekade, dan masih aktif sampai sekarang.

    Hehe… :mrgreen:

  2. diankp berkata:

    sepakat bang!! 🙂

  3. bhutto berkata:

    liat aja kalo mereka (boysband/girlsband) bisa bertahan hingga tiga tahun……saya ragu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s