Jim Morrison : Misteri Pujangga Rock and Roll Tiada Akhir

Posted: Juli 6, 2012 in Uncategorized

41 tahun silam, 3 Juli 1971 Jim Morrison sang pujangga rock and roll meninggal dunia.Dia ditemukan telah tak bernyawa oleh Pamela Courson kekasihnya dibathtub apartemen  di 17 Rue Beautreillis  yang disewanya di Paris.Pamela adalah kekasih putus nyambung Jim Morrison.Jim ke Paris ,menurut Laurie historian Jim Morrison, dalam rangka untuk lebih total menjadi penulis.Jim ingin menjadi penyair.Namun kebiasaan buruk Jim menenggak alcohol menjadikan keadaan dirinya jadi kian runyam.Dalam sehari Jim mampu menenggak dua hingga tiga botol whiskey tanpa henti.”Jim benci jarum suntik dan tidak pernah menggunakan heroin sama sekali” urai Laurie.

Selama di Paris,Jim menelusuri pelosok kota menguak keingintahuannnya tentang para penyiar dan pujangga seperti  Charles Baudelaire  hingga Ernest Hemingway .Jim pun sempat pula menginap di L’Hotel at 13 Rue des Beaux Arts , tempat dimana pujangga Oscar Wilde meninggal dunia pada 30 November 1900.Beberapa minggu sebelum ditemukan tewas di apartemennya,Jim sempat berziarah dimakam Oscar Wilde.Jim sangat terkesan dengan makam Oscar Wilde.

Dalam buku “The Tombstone Tourist” yang menulis tentang ziarah ke makam para penghibur dunia seperti Billie Holiday,Miles Davis,Joey Ramone,Elvis Presley termasuk Jim Morrison,Scott Stanton menulis detil perihal detik-detik kematian Jim Morrison : Menurut Pamela Courson,dia dan Jim pergi ke bioskop nonton film klasik “Pursued” (1947) yang dibintangi Robert Mitchum.Lalu Jim dan Pam kembali ke apartemen.Sebelum tidur mereka  berdua sempat menonton beberapa film Morrison.Sejam kemudian Pam terbangun karena Jim tersedak dalam tidur.Pam lalu menyadarkan Jim yang kemudian memngeluarkan muntah darah di kamar mandi.Jim menolak upaya Pam memanggil dokter karena merasa sudah lebih baik.Jim kemudian masuk kebathtub untuk mandi.Pam kemudian meneruskan tidurnya.Ketika Pam terbangun jam 8 pagi dia menemukan Morrison dalam keadaan tidak sadar di dalam bathtub.Tetesan darah segar mengucur dari hidung Morrison.Pam lalu memanggil sahabatnya Alan Ronay pada jam 8.30,dan kemudian memanggil tim emergency.Petugas lalu menarik tubuh Morrison keluar dari bathtub dan membaringkannya di tempat tidur seraya memijat mijat jantung jim.Tapi ternyata Jim telah tiada.

Dalam buku “The Tombstone Tourist” ini juga Scott Stanton menulis bahwa jenazah Morrison tidak diautopsi.Bahkan Pamela Courson  konon tak mengingat siapa nama dokter yang menandatangani sertifikat kematian Jim Morrison.

Prasangka perselingkuhan,pengkhianatan dan konspirasi menebar di episode terakhir kehidupan Jim Morrison dan belahan jiwanya,Pamela Courson.

Pada hari senin 5 Juli 1971, berkelebat rumours di Amerika Serikat bahwa Jim Morrison telah tiada.Manajer Bill Siddon tak perduli dengan kabar angin itu.Tapi setelah menelpon Pam untuk memastikan kebenaran berita kematian Morrison,Siddon langsung terbang ke Prancis.Setiba di Paris,Pam menunjukkan peti mati dan sertifikat kematian kepada Bill Siddon di apartemen tanpa melihat jenazah Morrison sama sekali.Pada hari rabu 7 Juli pemakaman Jim Morrison berlangsung di Pere Lachaise yang hanya dihadiri 5 orang saja tanpa adanya pihak keluarga maupun sahabat Morrison termasuk anggota The Doors.Mereka sama sekali tak dihubungi.Enam hari setelah kematiannya,barulah Jim Morrison diberitakasan secara resmi telah meninggal dunia.

Ray Manzarek pun berupaya menakwilkan kematian sahabatnya Jim Morrison dalam buku bertajuk “Light My Fire – My Life With The Doors” (1998).Pada chapter pertama buku ini Ray Manzarek menguraikan bahwa mereka,The Doors, hampir tidak mengetahui kematian Jim Morrison yang sesungguhnya di Paris : “Rumours,innuendos,self-serving lies,psychic projections to justify inner needs and maladies, and just plain goofiness cloud the truth .There are simply too many conflicting theories.

Ray Manzarek dalam bukunya itu banyak menuliskan tentang kejanggalan kejanggalan dalam proses berpulangnya Jim Morrison.Manzarek melihat telah terjadi semacam konspirasi yang mengorbankan sahabatnya sejak kuliah sinematografi  di UCLA itu.

Dalam buku bertajuk Jim Morrison Life,Death,Legend (2004) yang disusun penulis biografi rock Stephen Davis ditulis bahwa Ray Manzarek marah besar terhadap manajer The Doors Bill Siddon yang tidak memeriksa keberadaan jenazah Jim Morrison di Paris.: Ray Manzarek was angry that Bill Siddon hadn’t insisted on seeing  Jim’s body.,and for years Ray seemed not to believe that was Jim actually dead

Kesimpang siuran mengenai kisah hidup dan kematian Jim Morrison ini pada akhirnya menjadi lahan bagi penerbitan sederet judul buku perihal Jim Morrison dan The Doors.Beberapa diantaranya adalah seperti “This Is The End…My Only Friend : Living and Dying (1991) oleh Judy Hudleston,”Riders On The Storm : My Life With Jim Morrison” (1991)  oleh John Densmore,”  Break On Through :The Life and Death of Jim Morrison (1992) oleh James Riordan,”No One Here Gets Out Alive” (2006) oleh Jerry Hopkins dan Danny Sugerman ,Morrison A Feast of Friends (1991) oleh Frank Lisciandro ,The Lizzard King Was Here : The Life and Times of Jim Morrison in Alexandria Virginia (2006) oleh Mark Opasnick dan masih banyak lagi.Oliver Stone kemudian membuat film tentang The Doors dengan fokus pada kehidupan Jim Morrison yang sarat pernak-pernik hedonis materialistik.

Jim Morrison adalah ikon rock yang berhasil menembus batas waktu dan lintas generasi.Sosok penghibur Amerika yang sarat sihir.Jim adalah penyair urakan yang sesungguhnya.Hidup dalam pelukan hedonistik.Tragisnya akhir hayat Jim Morrison  pun diperdebatkan .Tak ada yang melihat jasadnya.Ada yang tetap beranggapan bahwa Jim masih hidup..Walau telah berakhir,tetapi hikayat Jim  Morrison masih tetap bercadar misteri tak berujung.

This is the end
Beautiful friend
This is the end
My only friend, the end

It hurts to set you free
But you’ll never follow me
The end of laughter and soft lies
The end of nights we tried to die

 

Tapi yang pasti karya karya Jim baik puisi maupun musik memang masih hidup,masih bersemayam di sanubari penggemarnya atau yang bakal jadi penggemarnya.Jika ada yang pernah menyebut Jim Morrison “an angel in grace and a dog in heat”,maka saya pun mengangguk.Bagaimana dengan anda ?

Iklan
Komentar
  1. Reblogged this on bungapenuhcerita and commented:
    izin re-blog om..

  2. agnesindy berkata:

    Reblogged this on "LadyBug Talks" and commented:
    Add your thoughts here… (optional) My Jim!!

  3. bejo berkata:

    the doors n jim morisson one heart

  4. bejo berkata:

    i like the doors

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s