Lord Of The Rock

Posted: Juli 20, 2012 in Uncategorized

ImageSebulan setelah merayakan hari ulang tahun yang ke 71 pada 9 juni, Jon Lord maestro rock keyboard berpulang pada 16 juli 2012 karena kanker pancreas di Rumah Sakit The Clinic London.Jon Lord yang membentuk band hard rock Deep Purple pada tahun 1968 dikenal luas di Indonesia.Terutama karena sejak awal 1970an music Deep Purple sangat popular dikalangan remaja kita.Bahkan  pada tanggal 4 dan 5 desember 1975,Deep Purple tampil dengan gegap gempita di Stadion Utama Senayan Jakarta atas prakarsa Buena Ventura Jakarta dan majalah Aktuil Bandung.

Penampilan Deep Purple di Jakarta ternyata menjadi kawah inspirasi bagi para pemusik rock Indonesia termasuk pola permainan keyboard atau organ Hammond B3 Jon Lord yang dianggap memnbawa referensi baru.Di Indonesia saat itu instrument organ yang kerap dipergunakan dalam konser band band rock adalah organ Farfisa.God Bless,band rock yang dibentuk tahun 1973 ternyata menggunakan organ Hammond.Yockie Surjoprajogo mungkin adalah salah satu pemain keyboard yang sedikit banyaknya terpengaruh dengan pola permainan keyboard Jon Lord yang bias ditelusuri pada album debut God Bless di tahun 1976.

Penampilan Jon Lord dengan perangkat keyboardnya di Jakarta pada tahun 1975 memang sangat memukau penonton.Penonton terkesima dengan solo keyboardnya yang luar biasa.Lord pun mengundang simpati 60 ribu penonton yang memnadati stadion utama Senayan dengan memainkan cuiplikan lagu “Burung Kakatua” dan hymne karya Kusbini “Bagimu Negeri”.

Sejak gimmick itu dipertontonkan Jon Lord di Stadion Utama Senayan Jakarta, beberapa band rock Indonesia mulai ikut-ikutan menytisipkan ekserp lagu Bagimu Nergeri saat menggelar konser di panggung panggung pertunjukan. 

Dalam konstelasi musik rock menurut saya setidaknya ada 3 pemusik yang memiliki karkater kuat dalam memainkan organ Hammond B3.Mereka adalah Keith Emerson dari Emerson Lake and Palmer,Rick Wakeman dari Yes dan tentunya Jon Lord dari Deep Purple.Hammond B3 adalah organ yang ternyata mampu memberikan ruang bagi para penggunanya untuk menggali bunyi-bunyian yang signatural serta tekstural.Baik Wakeman,Emerson maupun Lord sama sama memiliki karakter permainan Hammond yang berbeda dan mudah dikenali. Padahal baik Wakeman,Emerson dan Lord adalah tiga pemusik yang sama sama menyandingkan dua genre musik yang berbeda yaitu klasik dan rock.

Jon Lord mermang dibesarkan dari keluarga yang menggandrungi musik klasik.Bayangkan usia 5 tahun,Lord telah memainkan repertoar klasik melalui tuts piano.Perngaruh musik klasik jelas termaktub dalam karya-karyanya saat mengembangkan musik hard rock.Lord dipengaruhi struktur organ dalam karya-karya Johann Sebastian Bach,termasuk diantaranya mengadopsi karakter musiknya lewat karya klasik Edward Elgar.

Sebagai penggila musik sejati ,Jon Lord tak hanya terpukau dengan jaman keemasan musik klasik  melainkan juga menggali musik blues hingga jazz sekalipun.Lord seperti ingin menelusuri berbagai ragam musik dari era yang berbeda.Lord menyukai sound-sound organ yang kasar tapi ekspresif seperti yang diperlihatkan tiga organist yang kerap memainkan blues dan jazz  di era 50an dan 60an seperti Jimmy Smith,Jack McDuff dan Jimmy McGriff.Inspirasi bermain piano secara liar diraupnya dari gaya pianis rock and roll Jerry Lee Lewis.Pemusik jazz yang diidolakannya itu bermain sarat ekspresi pada bilah tuts Hammond B3.Trademark dari bunyi Hammond B3 adalah saat dipadukan dengan Leslie Speaker yang mampu menghasilkan raungan menderu deru bak tornado.Keinginan Jon Lord untuk membentuk band rock kian meletup seusai melihat konser band  rock Vanilla Fudge asal Amerika Serikat pada tahun 1967.Lord terkesima dengan permianan Hammon B3 dari Mark Stein yang juga mnerangkap sebagai vokalis Vanilla Fudge.

Karir music Jon Lord secara professional mulai dilakukannya sejak pindah dariu Leicester ke London pada tahun 1960.Jon Lord mengawalinya dengan bergabung bersama band jazz the Bill Ashton Combo .Antara tahun 1960 dan 1963 Lord mendukung ther Don Wilson Quartet.

Di tahun 1964 Jon Lord mulai meniti karir sebagai seorang pemusik studio diantaranya bermain piano dan organ untuk lagu “You Really Got Me” (The Kinks,1964) bersama gitaris Jimmy Page yang kelak membentuk Led Zeppelin.Di tahun yang sama pula,Jon Lord bersama vokalis Arthur “Art” Wood membentuk band blues rock The Artwood.Lord lalu bergabung dengan The Flower Pot Man. Tahun 1967 Jon Lord membewntuk The Roundabout bersama bassist The Flower Pot Man Nick Simper juga bersama vokalis Rod Evans, drummer Ian Paice serta gitaris Ritchie Blackmore .Tak lama berselang Roundabout mengganti nama menjadi Deep Purple.

Jon Lord mengemnbangkan sound Hammond B3 nya yang bersimbiose mutualisme dengan Leslie Speaker serta kemudian ditunjang dengan amplifikasi Marshall.Sound Hammnond B3 yang dahsyat dan bergemuruh itulah yang menjadi cirri tak terpisahkan dari diri seorang Jon Lord dalam Deep Purple maupun proyek proyek musik solonya yang dirintis sejak tahun 1971.

Dominasi Jon Lord sangat terasa pada saat Deep Purple muncul dengan album debut di tahun 1968.Sinergi klasik dan rock terasa sangat kokoh membentengi musik Deep Purple.Eksperimentasi Lord dengan menjejalkan klasik dan rock sangat terasa pada 3 album Deep Purpler pada akhir decade 60an seperti “The Book of Taliesyn”,”Deep Purple” dan “Concerto For Group and Ortchestra”.Album yang disebut terakhir itulah bukti obsesi terbesart Jon Lord dalam mengwinkan music rock dan klasik secara orkestral.  Ketiga album ini memang terasa sangat eksperimantalis.Jon Lord tampak serius melakoni eksperimentasi music ini dengan sosok musik klasik Malcolm Arnold yang juga bertindak sebagai konduktor dalam proyek rekaman yang direkam secara live di gedung Royal Albert Hall pada 24 September 1969.

Ambisi Jon Lord menggabungkan musik klasik yang elegan dan musik rock mbalelo menjadikan Deep Purple memperoleh sorotan dalam industri musik.Di tahun 1973 dalam majalah NME edisi Maret 1973 Jon Lord mengelurarkan statemen :”We’re as valid as anything by Beerthoven”.

Namun sejak album “In Rock” (1970),Jon Lord harus meredam ambisinya memainkan fusi antara klasik dan rock.Obsesinya terhadap tatanan klasik dilampiaskannya pada beberapa proyek album solonya yang dimulai dengan merilis album “Gemini Suite” (1972) dan “Windows” (1974) yang banyak terinspirasi dengan gaya komposer klasik Johann Sebastian Bach.Jon Lord menumpahkan gagasan musiknya secara orkestral seperti yang telah digagasnya sejak album “Concerto For Group and Orchestral” bersama Deep Purple pada tahun 1969.

Eksperimen simfonia rock Jon Lord ini berlanjut ke album berikutnya “Sarabande” yang menampilkan 8 komposisi klasikal yang mengacu pada era baroque dan berbaur dengan anasir rock yang kokoh dan gagah.

Setelah mundur dari Deep Purple di tahun 2002, semangat bermusik tak luruh dan memudar malah kian membara.Jon Lord tetap produktif merilis beberapa album klasikal hingga blues.

Tahun 2006 Jon Lord menghasilkan dua komposisi klasikal yaitu “Boom of The Tingling Strings” dan “Disguise (Suite For Strings Orchestra)”.Lalu di tahun 2010 Lord merilis album “To Notice Such Things”,sebuah album yangt berisikan enam suite movement untuk solo flute,piano dan string orchestra.

Rick Wakeman,mantan keyboardis Yes dan sahabat Jon Lord mengungkapkan bahwa sebelum Jon Lord jatuh sakit,mereka berdua telah berencana menulis komposisi klasikal bersama-sama sekaligus menjadikannya sebuah album.”Tapi ternyata Jon Lord telah kembali” tutur Rick Wakeman.  

Selamat jalan Jon Lord, Lord Of The Rock……!!!

Iklan
Komentar
  1. randoe alas berkata:

    selamat jalan maestro lord, karyamu slalu kukenang

  2. anta40 berkata:

    Wah, telat saya tau kalau Jon Lord sudah tiada :-(. RIP, Lord of Hammond

  3. cruzerind0 berkata:

    jadi pengen dengerin BURN-nya deep purple… …..khas banget suara keyboardnya…

    sama ritchie blackmore tuaan mana ya..???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s