Mick Jagger 69 Tahun

Posted: Juli 26, 2012 in Uncategorized

Irvan sahabat saya adalah pengagum berat Mick Jagger.Semua gaya Mick Jagger ditiru habis, termasuk life style hedonis materialistik Mick  Jagger. Irvan saat itu jarang sadar.Sering mabuk mabukan dan nyetun.Saking tergila gilanya dengan si dower Mick Jagger,Irvan hanya menyimak The Rolling Stones.Bagi dia musik terindah dan terbagus yang tercipta di muka bumi ini hanyalah The Rolling Stones.It’s only rock n roll, but I like it.Suatu hari tercetus dari mulut Irvan bahwa dia akan memasang bendera setengah tiang jika Mick Jagger sang idola meninggal dunia.Ketika Mick Jagger bermuhibah ke Jakarta dalam konser akbar di Stadion Utama Senayan yang berujung dengan bakar-bakaran mobil diluar stadion di tahun 1988 ,Irvan pun berada diantara kerumunan penonton yang mengelu-elukan Mick Jagger. Iravn bahkan sempat menerobos kerumunan wartawan saat Mick Jagger tengah melakukan konperensi pers sebelum konser berlangsung.Irvan seperti telah bertemu dengan rasulnya saat itu.

Sayangnya setahun kemudian Irvan berpulang kerahmatullah akibat kecelakaan lalu lintas.Pupus sudah impiannya untuk menaikkan bendera setengah tiang jika Mick Jagger berpulang.Itu adalah obsesi Irvan yang dibawanya hingga ke liang lahat.Dua puluh empat tahun setelah Irvan meninggal dunia,Mick Jagger masih segar bugar.Masih melakukan konser dengan The Rolling Stones yang tahun ini genap separuh abad.Bahkan Mick Jagger menjadi vokalis utama pada sebuah kelompok musik eklektik Super Heavy.

Dan hari ini kamis 26 juni 2012,Mick Jagger yang bernama lengkap Michael Phillip Jagger genap berusia 69 tahun. Jagger masih berjingkrak jingkrak mengitari panggung yang luas.Dia masih tetap menyanyikan I Can’t Get No Satisfaction.Tak pernah puas dalam lingkaran hedonistik.Hidupnya dikelilingi para wanita cantik.Mick Jagger memperoleh 7 putera puteri  dari 4 wanita mulai dari Marsha Hunt,Bianca De Macias,Jerry Hall dan  Luciana Gimenez.Jagger bahkan telah memiliki 4 cucu.Kisah romansanya dengan sederet wanita pun menjadi penghias lembaran majalah dan tabloid gossip.Mulai dari Marianne Faithfull,Anita Pallenberg, Chrissie Shrimpton,Pamela Des Barres,Bebe Buel,Uschi Obermaeier,Carly Simon,Margareth Trudueau,Mackenzie Phillips,Janice Dickinson,Carla Bruni,Sophie Dahl,Angelina Jolie dan entah siapa lagi.Kredo hedon sex,drugs and rock n’roll memang layak disematkan pada sosok Mick Jagger.

Christopher Anderson salah satu penulis biografi Mick Jagger menyebut Mick Jagger sebagai “one of the dominant cultural figures of our time“.Anderson pun mengimbuh bahwa Mick Jagger adalah “story of  a generation“.

Mick Jagger dan The Rolling Stones adalah oposisi the Beatles. Mick Jagger adalah bad boy yang fenomenal dalam konstelasi budaya pop sejak paruh era 60an.Era yang sarat dengan berbagai gerakan politik dan gerakan budaya yang merebak diseantero jagad.Sebuah era dimana generasi muda dengan budaya pop yang mereka pilih secara terang terangan dan lugas menggugat tirani dan kemapanan yang nyaris tak tersentuh dan tergapai.

Di era 60an ini The Rolling Stones dengan ksatria kembar Mick Jagger dan Keith Richard mulai menghasut generasi muda dalam bingkai kontra kultur lewat rock and roll.Mereka membangun semangat anti kemapanan yang mengkristal .Mick Jagger pun menjadi ikon.Mick Jagger menjadi berita yang tak habis habisnya ditulis para jurnalis.Mick Jagger mencuat dengan berita berita penyalahgunaan narkotika,pengumbaran seksualisme baik di panggung maupun rekaman melalui lirik lirik lagu yang provokatif.

Mick Jagger pun menumbuhkan penafsiran masyarakat terhadap imaji biseksualitas misalnya saat muncul dalam film Performance (1970).Di film layar lebar itu Mick Jagger berperan sebagai Turner yang biseksual.Belum lagi gossip yang merebak perihal hubungan tak lazim antara Mick Jagger dan David Bowie.Saat itu Jagger menggambarkan dirinya sebagai seorang anarkis sejati.Di tahun 1968 Jagger bergabung dalam para demonstran yang menggelar demosntrasi menentang Perang Vietnam di depan Kedutaan Amerika Serikat di London Inggeris.Kegiatan bernuansa politis ini lalu ditulisnya dalam lagu Street Fighting Man :

Hey! think the time is right for a palace revolution
But where I live the game to play is compromise solution
Well, then what can a poor boy do
Except to sing for a rock n roll band
Cause in sleepy london town
There’s no place for a street fighting man

Mick Jagger selalu bergelimang dengan kontroversi.Entah itu dalam perilaku maupun kreativitas yang dituangkannnya dalam bermusik.

Kehadiran Mick Jagger dalam budaya pop memang meresahkan orang tua.Mick Jagger lebih berbahaya dari Elvis Presley yang juga sempat menjadi kekhawatiran orang tua maupun pemuka agama serta pemerintah.Elvis mungkin hanya menimbulkan teriakan teriakan histeris para gadis remaja hingga gerakan gerakan pinggul yang sexist.Tapi kekhawatiran terhadap Mick Jagger lebih dari itu.Penafsiran atas lagu seperti Symphaty For The Devil,menempatkan Mick Jagger dan The Rolling Stones pada deretan virus berbahaya yang harus digerus.

Penulis novel Phillip Norman menyebutkan bahwa bahaya moral yang ditularkan Elvis hanya sebatas fisik belaka,tapi Mick Jagger justeru mempengaruhi hingga ke pola piker anak muda.Celakanya,justeru anak muda merasa memperoleh sebuah pembenaran atau legitimasi berdasarkan pola tingkah Mick Jagger yang mbalelo dan selalu keluar dari jalur moralitas.

Perilaku Mick Jagger pada akhirnya menembus batas gender termasuk meruntuhkan maskulinitas gender serta pembaptisan etika seksualitas yang plastis dan lentur.Dan kredo sex,drugs and rock and roll memang hanya pantas disandang Mick Jagger.

Di paruh era 70an dalam sebuah wawancara Mick Jagger sempat mengangsur wacana bahwa dia ingin mati di usia 40 tahun.Kenapa ? Karena menurut Mick Jagger (saat itu) music rock and roll tak pantas dinyanyikan oleh orang tua.Mick Jagger bahkan sempat mengukuhkan keinginan untuk pensiun dari musik.Tapi toh ternyata Mick Jagger malah melanggar statemen yang pernah dicuatkannya itu.The Rolling Stones tetap bergulir baik dalam konser pertunjukan maupun rilis album.

Jimi Hendrix,Brian Jones,Janis Joplin,John Lennon atau Andy Warhol telah lama berpulang.Ikon pop kultur mungkin menyisakan Mick Jagger. Tahun ini The Rolling Stones bahkan merayakan ulang tahun yang ke 50.Mick Jagger yang telah menjadi seorang kakek init oh  masih tetap berjingkrak jingkrak kesana kemari.Mulutnya yang dower masih terus melantunkan I Can’t Get No Satisfaction,tanpa henti ,tanpa jeda dan tanpa pernah merasa puas :

When I’m ridin’ round the world
and I’m doin’ this and I’m signing that
and I’m tryin’ to make some girl
who tells me baby better come back later next week
’cause you see I’m on losing streak.
I can’t get no, oh no no no.
Hey hey hey, that’s what I say.

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s