Ketika CD Kehilangan Daya Pikat di usia 30

Posted: Oktober 2, 2012 in Uncategorized

Seorang wanita di usia 30 tahun berada dalam fase kematangan,mandiri dan menebar pesona dalam aura yang lebih mandiri dan tegar.Tapi format Compact Disc atau CD ketika memasuki usia yang ke 30, malah sebaliknya.Kehilangan daya pikat,kehilangan aura,kehilangan greget dan secara perlahan mulai ditinggalkan.

Tiga dasawarsa silam,tepatnya tahun 1982 teknologi compact disc (CD) mulai diperkenalkan dalam industri musik dunia.Saat itu tahun 1982 ,di Jepang, mulai diperkenalkan format cakram padat yang bentuknya lebih mungil dari vinyl atau piringan hitam.Dan album yang pertamakalai diabadikan dalam bentuk CD adalah 52nd Street milik singer/songwriter Amerika Billy Joel.Sebagai bentuk penemuan baru dalam teknologi rekaman audio,kehadiran CD langsung menarik perhatian dunia.Industri musik ternasuk didalamnya konsumen music menyambut penuh antusias kehadiran teknologi CD ini.

Euphoria ini memang bersambut dengan suksesnya teknologi CD memikat pasar dan industri music diseantero jagad.Secara perlahan vinyl atau piringan hitam mulai ditinggalkan.CD berlenggang dengan leluasa.CD memang memiliki elemen penting dalam kenikmatan menikmati musik secara canggih.  Kualitas suara mampu menebar secara steril.Sebuah pencapaian yang tak ditemukan dalam teknologi vinyl atau piringan hitam.

Selama tiga dasawarsa CD menjadi primadona yang tak terbantahkan.Setidaknya lebih dari dua dasawarsa ,jika dihitung dari akhir dasawarsa 80an hingga tahun 2010, penjualan CD terlihat mendominasi secara telak hingga akhirnya muncul teknologi digital yang meluluhlantakkan penjualan fisik.Apa boleh buat supremasi CD pun mulai terpatahkan secara meyakinkan.Diseluruh dunia penjualan fisik menukik tajam bahkan outlet-outlet musik raksasa seperti Tower Record,HMV dan lainnya mulai bangkrut dan gulung tikar.Penikmat music tidak lagi dating berkunjung ke outlet-outlet musik.

Tapi jika kita cermati secara seksama sebetulnya pergeseran seperti ini memang menjadi suatu kelumrahan dimana perkembangan teknologi secara pasti akan mengubah perilaku manusia dalam mengkonsumsi barang barang atau benda yang diinginkan.Lihat saja pergeseran menikmati musik mulai dari sheet music,Grammaphone,vinyl,cassette,CD hingga akhirnya ke format digital audio yang terasa kian praktis dan ramping disbanding format format sebelumnya.

Hadirnya iPod hingga MP3 Player diawal abad ke 21 secara cepat mengubah perilaku konsumen musik dalam menikmati sajian musik rekaman.Format baru ini memang betul betul sangat praktis bagi sebagian orang terkecuali bagi telinga kaum audiophile yang tetap merasa bahwa ketimpangan sound masih terasa dalam format MP3 misalnya.

Sayangnya teknologi MP3 ini bahkan lebih membuat para pembajak kian berleluasa.Dengan penjualan yang kian drastis, maka penjualan CD disaat merayakan ulang tahun yang ke 30 apa boleh buat jika saat ini para record label telah bersiap siap untuk menghilangkan pembuatan CD dalam produksi mereka.Mau tak mau.hal yang sama ketika industri  musik mulai meninggalkan pembuatan vinyl atau piringan hitam  pada akhir dekade 80an atau dekade 90an.

Iklan
Komentar
  1. Nengah Rikon G berkata:

    Sekedar tambahan Info :

    First Red Book CDs and players

    The first test CD was pressed in Langenhagen near Hannover, Germany, by the Polydor Pressing Operations plant. The disc contained a recording of Richard Strauss’s Eine Alpensinfonie (in English, An Alpine Symphony), played by the Berlin Philharmonic and conducted by Herbert von Karajan.[13] The first public demonstration was on the BBC television program Tomorrow’s World when The Bee Gees’ album Living Eyes (1981) was played.[14] In August 1982 the real pressing was ready to begin in the new factory, not far from the place where Emile Berliner had produced his first gramophone record 93 years earlier. By now, Deutsche Grammophon, Berliner’s company and the publisher of the Strauss recording, had become a part of PolyGram. The first CD to be manufactured at the new factory was The Visitors (1981) by ABBA.[15] The first album to be released on CD was Billy Joel’s 52nd Street, that reached the market alongside Sony’s CD player CDP-101 on October 1, 1982 in Japan.[16]

    On March 2, 1983 CD players and discs (16 titles from CBS Records) were released in the United States and other markets.[citation needed] This event is often seen as the “Big Bang” of the digital audio revolution. The new audio disc was enthusiastically received, especially in the early-adopting classical music and audiophile communities, and its handling quality received particular praise. As the price of players gradually came down, the CD began to gain popularity in the larger popular and rock music markets. The first artist to sell a million copies on CD was Dire Straits, with its 1985 album Brothers in Arms.[17] The first major artist to have his entire catalogue converted to CD was David Bowie, whose 15 studio albums were made available by RCA Records in February 1985, along with four Greatest Hits albums.[18] In 1988, 400 million CDs were manufactured by 50 pressing plants around the world.[19]

  2. adnan berkata:

    salam..rock, bung denny..
    menurut saya, era CD fisik music utk komersialisasi artis memang sudah menurun, tapi utk beberapa edisi collector box set item..yang di release para artis music melalui record label nya, saya pikir tidak akan pernah hilang..justru akan semakin exclusive item dengan harga yg mahal dan memang di cari cari oleh para kolector item music rock / metal..

    dan saya justru beralih ke DVD Konser Music yg lebih bermakna dari segi visual dan kolector item nya, tapi sayang nya jarang sekali DVD music luar negeri rock / metal yang berlabel lokal alias bukan imported.. apakah perusahaan lisensi Music/film DVD kita tidak ada yg berani…mengambil lisensi utk di release di indonesia ?
    sehingga utk menikmati DVD music luar negeri dari genre music rock / metal/pop..mulai Hunting / mencari di salah satu toko yg menjual DVD ” seperti original” contohnya di Ratu plasa, mangga dua, yang harga nya jauh lebih murah..kisaran 35-40 ribu.. yg saya tanyakan, ke bung denny, utk DVD tsb apakah asli atau jenis bajakan? karena kontent nya asli dan gambar bagus..dan kebanyakan produksi dari hongkong / china..dan sejak mulai kapan DVD series spt model tsb sudah merambah..mangga dua dan ratu plasa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s